Sejarah Hadirnya KPR Di Indonesia

KPR merupakan fasilitas pembelian rumah yang menjadi solusi bagi kebanyakan masyarakat. Bagaimanakah awal mulanya KPR hadir di Indonesia? Simak artikelnya.

KPR menjadi solusi masyarakat memiliki rumah tanpa dana tunai yang cukup. Masyarakat yang tidak dapat membeli rumah secara tunai memilih fasilitas KPR sebagai solusinya. Dan saat ini mayoritas perbankan di Indonesia telah berlomba-lomba untuk mengembangkan bisnis mereka sebagai penyalur KPR.

Tetapi tahukah Anda bagaimana sejarah penyaluran KPR pertama kali di Indonesia? Untuk menambah informasi Anda mari kita bahas bagaimana awal mulanya KPR hadir dalam industri perumahan di Indonesia.

Sejarah Awal KPR

Sejarah awal dari KPR adalah ditunjuknya Bank BTN oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 29 Januari 1974, melalui Surat Menteri Keuangan RI No. B-49/MK/I/1974 sebagai wadah pembiayaan proyek perumahan untuk rakyat. Sejalan dengan tugas tersebut, maka mulai 1976 mulailah realisasi KPR (Kredit Pemilikan Rumah) pertama kalinya oleh BTN.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pertama kali disalurkan pada tahun 1976, tepatnya pada tanggal 10 Desember 1976 yang diprakarsai oleh Bank Tabungan Negara (BTN), dan dilakukan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Realisasi tersebut untuk melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang pembangunan perumahan untuk masyarakat menengah kebawah.

Penunjukan BTN sebagai wadah pembiayaan perumahan rakyat menghantarkan BTN saat itu sebagai lembaga keuangan dengan fungsi menyiapkan pendanaan pembiayaan pembangunan perumahan tersebut melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.

Realisasi KPR pertama ini diberlakukan di kota Semarang dengan 9 unit rumah. Kemudian pada tahun yang sama menyusul di kota Surabaya dengan 8 unit rumah sehingga total KPR yang berhasil direalisasikan BTN pada 1976 adalah sejumlah 17 unit rumah dengan nilai kredit pada saat itu sebesar Rp 37 Juta.

Kemudian berkembanglah dikota-kota lainnya. Sampai dengan saat ini penyaluran KPR di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Menurut Data dari Bank Indonesia, pertumbuhan kredit KPR pada 2012 mencapai 43 persen, tumbuh lebih tinggi dibandingkan kredit lainnya. Per September 2015 kemarin, kredit kepemilikan rumah tercatat mencapai Rp318,94 triliun.

Hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk bisa memiliki rumah sendiri dan pesatnya pertumbuhan sektor properti di Indonesia. Selain itu, pemerintah melalui Kementrian Perumahan Rakyat memiliki sebuah program untuk pemenuhan kebutuhan rumah bagi rakyat melalui penyaluran KPR bersubsidi.

Jenis-Jenis KPR Di Indonesia

Setelah mengetahui sejarah awal hadirnya KPR di Indonesia selanjutnya kami akan menjelaskan mengenai jenis-jenis KPR. Fasilitas KPR ini pun tersedia dalam berbagai jenis, sesuai kebutuhan, dan kemampuan mencicil.

Secara umum jenis KPR, terbagi atas KPR Subsidi dan KPR Non-subsidi. Namun di samping dua jenis KPR itu, masih ada jenis lain yang lebih didasarkan pada metode pembelian propertinya yakni KPR Syariah, KPR Refinancing, dan KPR Pembelian.

Selain itu ada pula KPR yan terkategori berdasarkan proses pembayarannya yaitu KPR Take Over dan KPR Angsuran Berjenjang.

1. KPR Subsidi

KPR subsidi merupakan fasilitas dari pemerintah yang disalurkan melalui bank-bank yang diperuntukkan bagi kalangan kelas menengah ke bawah yang belum memiliki rumah. Bentuk subsidi yang diberikan adalah keringanan kredit dan tambahan dana pembelian atau perbaikan.

Keunggulan KPR bersubsidi adalah uang muka dan bunga yang lebih rendah dibanding KPR konvensional. Suku bunga untuk KPR bersubsidi adalah 5% flat, dan sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. KPR bersubsidi juga bebas dari pajak pertambahan nilai (PPN).

2. KPR Non-Subsidi

KPR Non-Subsidi atau bisa disebut juga dengan KPR Konvensional adalah jenis KPR yang biasa masyarakat ketahui. KPR Non-subsidi bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan masyarakat dan disediakan oleh hampir seluruh bank. Persyaratan dan bunganya berbeda-beda tergantung ketentuan umum perbankan dan tingkat suku bunga regularnya.

3. KPR Syariah

Jenis KPR ini juga banyak diminati, Ini merupakan jenis KPR yang cocok bagi Anda yang takut akan pergerakan bunga naik-turun. KPR syariah tidak mengenal adanya sistem bunga, KPR Syariah akan membeli lunas rumah yang Anda ajukan, dan Anda dapat membayar angsuran tanpa bunga selama 5 tahun sampai 15 tahun sesuai ketentuan bank.

4. KPR Refinancing

KPR refinancing adalah fasilitas peminjaman uang yang menggunakan rumah yang sudah dimiliki sebagai jaminannya. Tak hanya bangunan rumah yang dapat dijadikan jaminan, tapi surat tanah juga dapat dijadikan jaminannya.

5. KPR Pembelian

Jika Anda ingin meminjam untuk membeli rumah Anda dapat memilih KPR pembelian. KPR pembelian adalah jenis pembiayaan rumah dengan memberikan pinjaman uang untuk membeli rumah, dan rumah yang akan dibeli tersebut dijadikan jaminannya.

6. KPR Take Over

KPR Take Over adalah fasilitas untuk memindahkan KPR yang telah berjalan ke bank lain dengan keuntungan berupa tambahan limit pinjaman. Tidak banyak bank yang memberikan fasilitas KPR Take Over. Salah satu bank yang menawarkan KPR Take Over adalah KPR Mandiri.

7. KPR Angsuran Berjenjang

KPR angsuran berjenjang, yakni fasilitas pinjaman yang diberikan untuk pembelian rumah tinggal dengan keringanan berupa penundaan pembayaran sebagian angsuran pokok sampai tahun ke-tiga masa pinjaman.

Itulah seputar sejarah awal dari KPR dan jenis-jenis KPR yang ada di Indonesia. Semoga informasi ini dapat menjadi panduan Anda memilih produk KPR yang sesuai dengan kondisi finansial dan kebutuhan Anda.

Baca juga: Syarat-Syarat Mengajukan KPR

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama