Persiapan Wawancara Pengajuan KPR dengan Pihak Bank

Apa saja yang biasanya ditanyakan oleh pihak bank kepada aplikan KPR? Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang biasa diajukan oleh pihak bank.

Saat membeli rumah dengan menggunakan produk KPR (Kredit Pemilikan Rumah), maka akan ada beberapa tahapan yang harus dilewati, seperti membayar uang muka kepada pihak bank melalui developer, melengkapi semua persyaratan dan dokumen pengajuan KPR, wawancara dengan pihak bank, lalu yang terakhir adalah akad kredit sebagai bukti bahwa permohonan kita disetujui oleh bank dan kita akan mulai membayar cicilan bulanan.

Tahap wawancara dengan pihak bank biasanya menjadi saat yang paling mendebarkan karena disitulah bank akan memberikan penilaian apakah Anda cukup potensial atau malah sebaliknya, tidak layak untuk mendapatkan kredit dari mereka. Pihak bank akan cross check data apakah data yang Anda setorkan sesuai dengan realita atau tidak.

Sebaiknya pada saat wawanacara Anda harus jujur saat menjawab semua pertanyaan dari pihak bank. Jangan ada informasi yang sengaja ditutupi atau disembunyikan. Untuk menghindari gagalnya mendapatkan kredit hanya karena hasil wawancara yang payah, Anda harus siap dengan semua pertanyaan bank dan juga harus bisa meyakinkan mereka kalau Anda adalah pemohon kredit yang potensial.

Pihak bank berhak mengajukan pertanyaan pada aplikan KPR terkait data personal untuk menilai kondisi keuangan. Apa saja yang biasanya ditanyakan oleh pihak bank kepada aplikan KPR? Berikut pertanyaan-pertanyaan yang biasa diajukan oleh pihak bank saat mewawancarai aplikan KPR.

1. Pekerjaan

Pekerjaan dan jabatan akan berkaitan mutlak dengan penghasilan. Bank akan menilai seberapa potensial aplikan KPR untuk dapat menerima pembiayaan KPR. Seorang pegawai, harus berstatus karyawan tetap dengan masa kerja minimal 2 tahun.

Beberapa pertanyaan umum yang akan muncul misalnya: Apa jabatan pekerjaan Anda? Sudah berapa lama Anda bekerja di perusahaan sekarang? Status Anda pegawai kontrak atau tetap? dan lain sebagainya.

2. Penghasilan

Setelah selesai dengan masalah pekerjaan, pihak bank akan bertanya tentang penghasilan Anda. Inilah yang mendasari pihak bank untuk dapat menaksir cicilan yang dapat disanggupi aplikan KPR sesuai dengan penghasilan.

Beberapa pertanyaan umum yang akan muncul misalnya: berapa penghasilan Anda? Apakah ada pemasukan tambahan selain penghasilan pokok yang tadi dijelaskan? apakah penghasilan tersebut akan cukup untuk membayar cicilan kredit?  dan lain sebagainya.

3. Pengeluaran

Penting bagi pihak bank untuk mengetahui pengeluaran pokok seorang aplikan KPR. Mengingat cicilan KPR memiliki tenor jangka panjang, diharapkan tidak akan terjadi kredit macet. Bank akan menanyakan berapa pengeluaran kita sebulan.

Beberapa pertanyaan umum yang akan muncul misalnya, Berapa biaya hidup Anda untuk sebulan? Berapa harga biaya kontrakan atau rumah sewa Anda? Berapa biaya listrik dan air Anda sebulan? Dan lain sebagainya.

4. Utang atau Cicilan di Tempat Lain

Pertanyaan ini berkaitan dengan penghasilan dan pengeluaran finansial aplikan KPR yang akan menjadi pertimbangan pihak bank. Debt ratio seseorang dalam mengajukan kredit merupakan nilai yang akan menjadi pertimbangan pihak bank.

Jika debt ratio aplikan KPR berkisar 40%, bank akan sulit untuk memberikan persetujuan KPR. Karena debt ratio yang diharapkan yaitu tidak lebih dari 30%. Apabila lebih dari 30%, itu berarti kondisi keuangan seorang aplikan belum stabil.

Jangan pikir utang-utang Anda tidak berpengaruh pada diterima atau tidaknya pengajuan KPR Anda. Misalnya Anda masih mempunyai cicilan kredit motor, mobil, atau kredit lainnya, katakan sejujurnya. Jangan disembunyikan sebab BI cheking tidak akan berbohong.

Beberapa pertanyaan umum yang akan muncul misalnya, Apakah Anda mempunyai utang atau cicilan di tempat lain? Berapa total utang atau cicilan yang Anda miliki? Bagaimana solusi kamu menutupi semua hutang tersebut? Dan lain sebagainya.

Selanjutnya, beberapa tips di bawah ini bisa Anda lakukan untuk persiapan wawancara dengan pihak bank.

1. Tepat Waktu

Usahakan Anda harus tepat waktu saat akan bertemu pihak bank. Hal ini akan menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang disiplin, termasuk dalam hal membayar cicilan.

2. Tampil Rapi

Pihak bank akan lebih berkesan dan menghargai bila Anda datang dengan penampilan yang rapi. Penampilan yang rapi menunjukkan Anda juga rapi dalam hal mengatur keuangan.

3. Percaya Diri

Anda harus bisa meyakinkan pihak bank kalau Anda berpotensial. Percaya diri yang Anda tunjukkan bisa menjadi nilai plus untuk pihak bank mengabulkan pengajuan KPR Anda.

Intinya, saat proses wawancara dengan pihak bank, yang harus Anda lakukan adalah berkata jujur. Jangan sampai gagal mendapatkan kredit hanya karena hasil wawancara yang payah.

Membeli rumah melalui KPR memang memberikan keuntungan tersendiri. Tetapi, pertimbangkan dengan matang dan teliti sebelum Anda melakukan pengajuan. Apabila Anda memerlukan referensi produk-produk KPR dari bank-bank terbaik di Indonesia, silakan kunjungi KreditGoGo.com.

Baca Juga: 5 Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Melalui KPR
Kini Kredit Rumah Lebih Murah, Bunga KPR BTN Turun Jadi 9,5 %

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama