Keuntungan dan Kerugian KPR Tenor Panjang

KPR dengan tenor panjang memberikan solusi untuk masyarakat yang memiliki penghasilan terbatas dengan jumlah cicilan yang lebih ringan. Apakah keuntungan lainnya?

family living happy in house

KPR tenor panjang memberikan angin segar masyarakat yang ingin memiliki rumah idaman, namun terbentur penghasilan yang minim untuk membayar cicilan. Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah mengisyaratkan perpanjangan tenor KPR.

Produk KPR sebelumnya ada yang mencapai tenor 20 tahun bisa diperpanjang menjadi 30 tahun. Alasannya adalah untuk meringankan beban Anda dan masyarakat lainnya dalam membayar cicilan tiap bulannya. Dengan perpanjangan waktu, nominal cicilan bisa lebih kecil. Masyarakat dengan penghasilan pas-pasan bisa sedikit lega mengelola keperluan bulanan.

Lalu, apakah perpanjangan tenor KPR memberikan keuntungan atau justru buntung? Nah, bila kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan, Anda perlu mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya terlebih dahulu. Berikut ini penjabarannya:

Keuntungan KPR Tenor Panjang

1. Cicilan Bulanan Lebih Ringan

KPR Bunga Ringan

Semakin panjang tenor cicilan maka semakin kecil juga jumlah cicilan perbulannya. Sehingga kehadiran produk KPR bertenor panjang bisa menjawab kebutuhan masyarakat dengan arus kas terbatas untuk mencicil pembelian rumah.

Untuk KPR tennor panjang Anda harus telaten membayar angsuran sesuai dengan tenor yang dipilih. Jika Anda memiliki gaji rata-rata, maka tenor jangka panjang bisa jadi pilihan terbaik. Misalnya seorang pegawai sipil (PNS), pekerja kantoran dan lain-lain.

Bagi orang yang memiliki pekerjaan tetap seperti contoh diatas gaji Anda kemungkian bisa naik seiring waktu berjalan, sementara nominal cicilan rumah masih tetap sama sehingga tenor panjang bisa dibilang cukup menguntungkan.

Tingkat penghasilan si debitur diasumsikan terus meningkat seiring tren inflasi. Dengan tren inflasi serta kenaikan pendapatan, besar cicilan saat ini bisa saja menjadi lebih ringan nilainya jika 10 tahun–20 tahun kemudian.

Contoh sederhana, cicilan KPR Anda Rp 3 juta per bulan tahun ini. Dengan asumsi tingkat inflasi per tahun mencapai 14% dan BI rate 7%, nilai cicilan tersebut pada 10 tahun mendatang menurun menjadi setara dengan Rp 1,59 juta saja.

Baca juga: KPR Sejahtera: Solusi Rumah Murah Bersubsidi

2. Mempemudah Mengatur Keuangan

KPR mudah atur keuangan

Dengan pola cicilan yang ringan KPR tenor panjang diharapkan akan mempermudah Anda mengatur keuangan. Pekerja dengan pola penghasilan bulanan akan dimudahkan dalam mengelola arus kas apabila besar cicilan tidak terlalu besar.

Pendapatan yang tersisa setelah dipotong cicilan KPR masih bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kendati harus menanggung risiko berutang dalam jangka waktu sangat lama. Tetapi dengan kedisiplinan maka rumah impian bisa didapat.

Ingat, agar kantong Anda tetap sehat dan aman, maksimal besar cicilan yang Anda tanggung setiap bulan adalah 30% dari total penghasilan. Pos cicilan itu termasuk KPR, kartu kredit, kredit kendaraan, dan lain sebagainya.

Kerugian KPR Tenor Panjang

1. Bunganya Lebih Besar

Tidak hanya KPR, kredit jenis apa pun, baik itu kredit properti, kendaraan, atau kredit modal kerja, yang memiliki tenor panjang otomatis membuat Anda harus membayar biaya bunga lebih banyak. Lamanya jangka waktu cicilan tentu berbanding lurus dengan bunga yang semakin besar.

Artinya semakin lama cicilan rumah dilunasi, maka akan semakin besar dana yang harus dikeluarkan. Sebagai gambaran, Anda membeli rumah seharga Rp 700 juta melalui KPR bertenor 5 tahun dengan bunga 13%. Setelah membayar uang muka Rp 210 juta, cicilan per bulan mencapai Rp 11,14 juta. Total biaya pembelian rumah mencapai Rp 878,94 juta. Biaya bunganya saja mencapai Rp 178,94 juta.

Sedang jika Anda memilih tenor 10 tahun dengan asumsi besar bunga sama, total yang Anda bayar ke bank mencapai Rp 1,08 miliar. Untuk bunganya saja, Anda harus membayar hingga Rp 387,94 juta! Jika diperhitungkan memang lebih besar biaya yang harus dikeluarkan jika memilih tenor panjang.

2. Beban Psikologis

Man dizzy about debt

Memiliki utang dalam jangka panjang tentunya akan memberikan beban psikologis khususnya bagi seseorang yang berusia diatas 30 tahun. justru mengambil KPR bertenor panjang sanagt tidak disarankan. Selain pertimbangan sisa masa produktif yang terbatas, kebutuhan seseorang seiring usia sejatinya akan terus merangkak naik.

Kendati peluang kenaikan penghasilan juga terbuka di masa mendatang, akan lebih baik, terutama dari sisi psikologis, jika pada usia menjelang masa pensiun tiba, Anda tidak lagi terbebani oleh beragam cicilan utang, termasuk angsuran KPR.

Jadi, dalam memilih KPR, jangka waktu sangat penting untuk diperhatikan. Sebenarnya, jangka waktu mengangsur KPR yang paling realistis dan paling baik adalah sesuai dengan kemampuan keuangan masing-masing. Pikirkan dengan matang antara tenor dan pendapatan Anda.

Baca juga: Syarat-Syarat Mengajukan KPR

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • SUYITNO

    KPR jangka waktu panjang sangat di idamkan bagi masyarakat .... dan sangat membantu bagi masyarakat yang mempunyai penghasilan gaji tetap dan setiap tahun ada kenaikan di tambah ada uang jaminan hari tua ( pensiun ) , mengambil jangka panjang bukan tujuan utama tetapi untuk mengantisipasikan jaga - jaga aja dan bila suatu saat ada rizqi akan dilunasi .Karena mengambil KPR tenor panjang lebih banyak untung dibanding kerugian

    Reply