Keuntungan Bunga Flat dan Floating untuk KPR

Pemahaman mengenai berbagai perhitungan bunga akan membantu debitur dalam membuat keputusan. Lalu, manakah bunga yang memberikan keuntungan dalam fasilitas KPR?

bunga kpr

Pemahaman mengenai berbagai perhitungan bunga akan membantu debitur dalam membuat keputusan. Lalu manakah bunga yang memberikan keuntungan dalam fasilitas KPR.

Saat ini memiliki sebuah rumah impian dapat diperoleh dengan menggunakan fasilitas KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah. Banyak orang memanfaatkan ini untuk mensiasati dana yang kurang jika harus membeli rumah dengan sistem cash.

Biasanya saat Anda memutuskan untuk membeli rumah dengan fasilitas KPR Anda akan dihadapkan pada ketentuan beban bunga. Setiap angsuran KPR yang Anda bayarkan tiap bulannya terdiri dari dua unsur, yaitu angsuran utang pokok dan pembayaran bunga kepada bank.

Dalam artikel ini akan dibahas dua jenis suku bunga pada KPR yaitu bunga flat dan floating. Dari keduanya manakah yang memberikan keuntungan lebih. Nah, sebelum Anda menyetujui pinjaman KPR yang di tawarkan oleh bank, sebaiknya pahami dulu kedua sistem bunga ini.

1. Suku Bunga Flat

suku bunga flat

Bunga flat adalah sistem perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok utang awal. Dalam sistem bunga ini porsi dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama. Jadi suku bunganya akan tetap sama, tidak berubah selama masa pinjaman.

Dengan demikian apabila pada saat perjanjian kredit yang Anda ajukan telah ditetapkan suku bunga sebesar 12%, maka selama jangka waktu kredit suku bunga yang berlaku adalah tetap 12% dan tidak berubah sampai jangka waktu pinjaman berakhir.

Keuntungannya

Berdasarkan penjelasan diatas keuntungan dari suku bunga flat bagi debitur KPR yakni kepastian angsuran. Nilai angsuran per bulan bisa sama atau tetap dari awal hingga akhir masa kredit. Dengan begitu debitur tidak dihantui perasaan khawatir berkepanjangan dengan nilai angsurannya.

Keuntungan lainnya adalah jika terjadi pelunasan ditengah masa pinjaman debitur tidak akan dikenakan biaya pinalti dan tidak akan dipungut biaya provisi sebesar 1% tersebut. Sistem bunga ini sangat cocok untuk orang yang memiliki penghasilan tetap dan tidak ingin mengambil risiko.

Kelemahannya

Yang menjadi kelemahan pada suku bunga flat adalah nilai angsurannya sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan angsuran dengan bunga floating. Selain itu apabila terjadi penurunan suku bunga perbankan karena kebijakan yang dikeluarkan oleh SBI, debitur tidak bisa menikmatinya.

Apabila suku bunga pasar berada di bawah suku bunga tetap maka suku bunga kredit menjadi lebih mahal sehingga pengurangan nilai cicilan tidak bisa iterapkan karena jumlah angsurannya telah dipatok tetap sejak awal cicilan.

2. Suku Bunga Floating

suku bunga pasar

Suku bunga floating, adalah tingkat suku bunga yang tidak tetap, tergantung suku bunga di pasar. Jadi besarnya bunga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dengan kondisi pasar. Jadi pergerakan suku bunga di pasaran sangat berpengaruh.

Jika suku bunga pasar naik, maka bunga kredit Anda juga akan ikut naik begitu pula sebaliknya. Dengan demikian apabila suku bunga yang disepakati pada awal perjanjian adalah sebesar 12%, maka selama jangka waktu kredit suku bunga dapat turun menjadi 10% atau bahkan naik menjadi 15%.

Jika Anda memilih tingkat suku bunga mengambang (floating), maka Anda harus siap membayar cicilan KPR yang berbeda-beda.

Keuntungannya

Keuntungan suku bunga floating dapat dirasakan jika terjadi penurunan suku bunga pasar maka tingkat suku bunga kredit ikut turun. Apabila terjadi penurunan tersebut maka besaran bunga yang harus dibayar pada periode itu pun menjadi lebih rendah daripada priode sebelumnya. Bunga floating lebih cocok untuk profil yang bisa mengambil risiko.

Kelemahannya

Kelemahannya adalah naik turunnya suku bunga itu sendiri. JIka mengalami penurunan maka debitur akan lebih untung tetapi apabila suku bunga pasar mengalami kenaikan maka suku bunga kredit akan ikut naik juga.

Jadi setiap metode dan sifat bunga memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Pada akhirnya semua itu kembali pada pilihan masing-masing debitur. Telitilah sebelum Anda mengambil sebuah KPR, Anda harus mengerti benar dengan kondisi keuangan dan sifat pribadi.

Untuk menghindari kesalahpahaman dikemudian hari dalam pemenuhan kewajiban pembayaran pokok dan bunga kredit dari bank, sebaiknya Anda membaca dan memahami isi Perjanjian Kredit. Kondisi objektif keuangan nasabah KPR adalah pertimbangan utama dalam memilih jenis suku bunga KPR.

Baca juga: Syarat-Syarat Mengajukan KPR

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama