Hubungan Tingkat Inflasi dengan Bunga KPR

Penurunan tingkat inflasi membawa korelasi yang positif bagi suku bunga kredit. Institusi perbankan biasanya merespon kondisi tersebut dengan menurunkan suku bunga kredit, terutama bunga KPR.

Prospek perekonomian Indonesia dalam jangka menengah dinilai masih cukup positif. Hal tersebut dapat terlihat dari tren penurunan tingkat inflasi bulanan yang terjadi di kuartal pertama tahun 2014. Secara tren, penurunan inflasi tahun ini terlihat pada bulan Januari lalu yang sebesar 8.22% (yoy), bulan Februari sebesar 7.75% dan pada bulan Maret lalu sebesar 7.32%. Dengan penurunan tingkat inflasi tersebut, secara mikro ekonomi memberikan keuntungan bagi sektor kredit.

Secara historis, penurunan tingkat inflasi akan memberikan manfaat yang positif bagi sektor kredit dimana suku bunga kredit akan memperoleh sebuah peluang terjadinya penurunan guna menyesuaikan tingkat inflasi yang menurun. Sektor kredit, terutama Kredit Pemilikan Rumah memiliki korelasi positif terhadap pergerakan inflasi. Apalagi tingkat suku bunga kredit yng ditawarkan oleh institusi perbankan akan menyesuaikan suku bunga kredit yang dikeluarkan dengan tingkat BI rate yang juga dipengaruhi oleh tingkat inflasi.

Inflasi Turun = Bunga Kredit Turun?

Dengan semakin turunnya inflasi, maka akan membuka peluang bahwa BI rate juga akan menunjukan indikasi penurunan. Berdasarkan data awal bulan April ini, BI rate berada pada posisi 7.5%. Oleh karena itu, dengan BI rate yang menunjukan indikasi penurunan, maka gap suku bunga KPR secara otomatis akan menurun.

Institusi perbankan juga tidak mau kecolongan dengan momentum tersebut, penurunan BI rate yang berdampak positif bagi sektor kredit dimana permintaan terhadap pinjaman kredit akan dimanfaatkan dengan baik. Secara makroekonomi, penurunan BI rate juga menunjukan adanya indikasi peningkatan performa ekonomi Indonesia dalam jangka pendek dan menengah.

Gelombang positif tersebut akan memiliki turunan kearah peningkatan daya beli konsumen, nilai tukar rupiah yang terapresiasi, sektor riil yang bergerak naik dan indikator-indikator lain yang juga membaik semakin memberikan dorongan kepada naiknya permintaan pinjaman kredit.

Inflasi yang menurun sudah barang tentu memperlihatkan bahwa harga bahan kebutuhan pokok di pasar mengalami penurunan, bujet yang sebelumnya diperuntukan untuk konsumsi pastinya akan tersisa, dengan asumsi konsumen tersebut membeli barang kebutuhan pokok dengan jumlah yang tidak berubah. Oleh karena itu, sisa uang yang diperoleh dapat dijadikan pilihan untuk ditabung, diinvestasikan atau justru digunakan untuk membeli kebutuhan pokok lainnya, misalnya membeli atau mencicil rumah.

Dari sisi institusi perbankan, hal tersebut dimanfaatkan dengan momentum menurunkan tingkat suku bunga kredit. Dan secara historis, momentum turunnya suku bunga kredit benar-benar dimanfaatkan oleh konsumen untuk membeli produk KPR. Tidak ada salahnya memanfaatkan peluang ditengah turunnya suku bunga KPR, bukan?!

Nah, mumpung tingkat inflasi sedang turun, tidak ada salahnya Anda yang jauh-jauh hari telah mempersiapkan dana untuk KPR sudah dapat memperoleh bayangan produk mana yang layak dibeli. Apalagi disaat yang bersamaan, banyak pengamat menilai bahwa inflasi di bulan April ini akan kembali menurun akibat membaiknya neraca perdagangan Indonesia yang disertai oleh stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Selamat memilih produk KPR!

(Source Image)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama