Geliat Perumahan, DP Rumah Turun Hingga BPHTB Dipangkas

Mengairahkan bisnis dan industri properti di Tanah Air, pemerintah menerapkan beberapa aturan baru, mulai dari uang muka rumah ringan, hingga pemangkasan pajak BPHTB.

DP Rumah Turun

Pemerintah semakin memperhatikan industri perumahan, berbagai aturan mulai diterapkan baik untuk pengembang perumahan ataupun masyarakat. Dalam waktu dekat, Presiden Jokowi akan membuka Konferensi PBB tentang Perumahan dan Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan atau Habitat III yang digelar di Surabaya 25-27 Juli mendatang.

Perhelatan itu merupakan agenda internasional untuk difokus pada isu pembangunan perkotaan dan permukiman berkelanjutan yang nantinya akan dapat diterapkan di seluruh dunia. Di Indonesia, pemerintah berharap masyarakat akan semakin mudah mendapatkan hunian murah dengan fasiitas pembiayaan ringan.

Lalu apa saja aturan-aturan yang diterapkan untuk industri perumahan di Indonesia saat ini?

1. DP Turun Membeli Rumah Semakin Mudah

Syarat DP Rumah turun

Pertama adalah kebijakan pelongaran Loan To Value (LTV) atas KPR, sehingga uang muka atau Down Payment (DP) yang dibayarkan menjadi lebih murah. Mulai Agustus 2016 uang muka rumah turun, ini bisa membantu calon pembeli rumah pertama, sekaligus menggairahkan kembali bisnis dan industri properti Tanah Air.

Selain itu kehadiran rumah murah bersubsidi menawarkan harga rumah lebih murah untuk kalangan menengah kebawah. Berbagai produk KPR dari bank juga banyak ditawarkan untuk memudahkan pembiayaan rumah.

Kebijakan penurunan uang muka rumah bisa saja berkembang menjadi penghapusan uang muka rumah. Masalah utama calon pembeli atau konsumen rumah pertama adalah tingginya uang muka atau down payment (DP) yang harus dibayarkan pada awal transaksi.

Jadi menghapus uang muka rumah dinilai sebagai kebijakan tepat dan efektif untuk membantu calon pembeli rumah pertama. Semoga saja ke depannya pemerintah akan menghapuskan uang muka rumah pertama dan pengajuan KPR semakin mudah.

Anda juga tidak perlu bingung dalam memilih produk KPR bank yang tepat, KreditGoGo memiliki daftar bank yang menawarkan produk KPR terbaik di Indonesia. Pilih dan temukan produk yang sesuai keinginan, lalu daftar secara online sekarang.

2. BPHTB Dipangkas, Industri Properti Meningkat

Pajak Perumahan

Presiden Jokowi minta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dipangkas atau bahkan dihilangkan oleh pemerintah daerah setempat. Pemangkasan tersebut akan mendorong pengembang banyak bangun rumah di dalam negeri.

Kebijakan ini didasari pada keprihatinan dengan adanya pengembang nasional yang berkeinginan membangun properti di luar negeri sementara di dalam negeri masih ada kekurangan rumah sebanyak 13 juta unit.

Pemerintah memangkas biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dari 5% menjadi 1% Pasalnya, selama ini, pengembang properti mengeluhkan besarnya pajak di Indonesia disbanding negara lain, misalnya, Singapura.

Selaras dengan pemangkasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) aturan pemerintah daerah perihal pajak DIRE juga harus disesuaikan. Sehingga pemerintah memutuskan memangkas tarif PPh dalam pengalihan aset ke DIRE menjadi 0,5%. Besaran tarif pajak itu semula mencapai 5%.

Kalau fasilitas BPHTB untuk DIRE segera direalisasikan maka pergerakan investasi akan cepat. DIRE merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan pada aset real estat (properti).

Jakarta sudah merespon keputusan ini, Ahok akan menghilangkan BPHTB untuk harga rumahnya di bawah Rp2miliar. Rencana penghapusan BPHTB rumah dengan harga kurang dari Rp 2miliar sangat realistis karena akan mendorong permintaan rumah.

Itulah beberapa kebijakan terbaru mengenai industri perumahan, semoga kedepannya masyarakat Indonesia semakin mudah membeli rumah dengan harga lebih kompetitif dan fasilitas kredit rumah yang lebih mudah.

Untuk mendapatkan produk kredit rumah dari bank Anda bisa mengajukan melalui KreditGoGo, selain itu Anda juga bisa mendapatkan solusi pinjaman uang online dengan proses mudah, cepat, dan aman. Dapatkan hadiah spesial untuk setiap pengajuan yang disetujui.

Baca juga: 
Tawaran 5 Perumahan Syariah Murah di Jabodetabek, Ini Daftarnya
Kini Kredit Rumah Lebih Murah, Bunga KPR BTN Turun Jadi 9,5 %

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama