Cukupkah Gaji Saya Untuk Membayar Cicilan KPR ?

KPR memang bisa diandalkan untuk membantu pendanaan pembelian rumah. Namun, pertanyaannya, cukupkah gaji Anda untuk membayar cicilan per bulannya?

Setiap orang pasti mengimpikan bisa memiliki rumah impiannya sendiri. Namun, itu bukanlah perkara mudah, apalagi ketika dihadapkan dengan selalu naiknya harga properti setiap tahun. karena itu di perlukan kejelian dan kehati-hatian yang ektra ketika memutuskan apakah Anda mau membelinya sekarang atau nanti.

Hal ini berkaitan dengan perhitungan kemampuan membayar ketika jadi membeli rumah. Memang, saat ini sudah ada banyak bank dan lembaga keuangan lain yang menyediakan layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun, Anda tetap mesti memperhitungkan jangka waktu melunasi cicilan yang dibutuhkan, dan juga berapa persen penghasilan bulanan yang harus disisihkan.

Pertumbuhan Properti Indonesia Nomor 1 di Asia Tenggara

Sebelum membahas lebih jauh, ada satu fakta yang menunjukkan mengapa Anda harus memiliki rumah.Yaitu adalah karenaIndonesia adalah negara nomor satu dengan pertumbuhan properti hunian tertinggi sepanjang 2013 di Asia Tenggara.

Menurut Global House Price Index keluaran Knight Frank, Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan harga rumah tahunan dua digit, yaitu sebesar 11,5 persen pada kuartal keempat 2013 dari periode yang sama tahun sebelumnya. Posisi itu jauh berada di atas Malaysia yang Cuma 10,1%, dan Singapura 1,9%.

Sementara secara global, dari 56 negara yang disurvei, Indonesia berada di posisi ketujuh. Diikuti Kolombia, Amerika Serikat, dan Polandia dengan persentase pertumbuhan harga masing-masing 11,5%, 11,3%, dan 10,2%.

Dengan kenaikan harga yang signifikan itu, tidak salah rasanya kalau Anda mulai memikirkan untuk membeli rumah. Selain untuk dijadikan tempat tinggal, properti itu juga bisa dijadikan aset investasi yang sangat berguna di masa depan.

Pilih Rumah yang Tepat Bagi Anda

Sebagai tahap awal, ketika ingin membeli sebuah rumah, pastilah Anda harus menentukan pilihan. Mengapa begitu? Karena hal ini berkaitan dengan kebutuhan dan harga yang ditawarkan.

Di mana, harga rumah selalu dipengaruhi oleh model bangunan, lokasi rumah, dan akses jalan. Sebagai contoh, semakin bagus kualitas dan model bangunan yang dijual, maka harganya akan semakin tinggi. Begitu juga bila tempatnya mudah dijangkau, seperti dekat dengan pusat kota dan banyak angkutan umum, tentu semakin mahal harganya.

Saat ini, bila hanya memiliki gaji sekitar Rp 3 juta per bulan, rasanya hampir sulit untuk membeli rumah yang ada di pusat kota seperti . Karena itu, Jika menginginkan tempat tinggal dengan banderol yang relatif murah, maka carilah yang agak di pinggiran kota. Namun, tetap pikirkan kondisi lain (akses ke kota) yang tidak mempersulit Anda ketika mau bekerja.

KPR Bisa Jadi Solusi Pembelian Rumah

Nah, bagi Anda yang ingin membeli rumah namun belum memiliki dana cukup, layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bank bisa menjadi solusi. Sebab, merekalah yang akan membiayai pendanaannya.

Namun, rata-rata bank biasanya hanya membantu pendanaan sampai 80% dari total harga rumah yang mau dibeli. Sementara 20% sisanya biasanya ditujukan untuk uang muka yang diberikan langsung pada pengembang dan berasal dari modal pribadi.

Artinya, Anda harus menyiapkan dana minimal 20% dari rumah yang mau dibeli dan 80% uang yang diberikan bank itu nantinya akan dibayar dengan metode angsuran atau cicilan.

Dalam pembayaran cicilan, ada beberapa hal yang wajib dipertimbangkan. Selain biaya bulanan, Anda juga harus memikirkan suku bunga. Berapapun besarnya nilai KPR yang akan diberikan nantinya, sebaiknya tidak melewati batas 30% dari gaji bulanan. Karena bank-bank di Indonesia hanya akan menyetujui angsuran yang tidak lebih dari nilai tersebut.

Bagaimana Menghitung Cicilan KPR?

Untuk memudahkan Anda dalam menghitung cicilan bulanan ini, kami menyarankan agar Anda menggunakan Microsoft Excel.

Bailah, kita langsung ke inti masalah. Misalnya Anda ingin membeli rumah dengan harga Rp 100.000.000,00 dengan jangka waktu pelunasan selama 10 tahun, dan uang muka 20%. Maka perhitungan cicilan bulanannya adalah sebagai berikut:

Uang muka sebesar 20% = 20/100 X Rp 100.000.000 = Rp 20.000.000.

Sisa yang harus dibayar = Rp 100.000.000 – Rp 20.000.000 = Rp 80.000.000,00

Jumlah tersebut adalah pokok kredit dan bukan angka pasti yang harus dilunasi selama 10 tahun. Sebab ada tambahan hitungan bunga yang harus dibayar tiap bulan dan dibayar bersama dengan cicilan.

Selain itu, besarnya bunga juga ditentukan sesuai dengan yang bank tentukan dan BI Rate yang berlaku saat itu. Jika kisaran yang yang berlaku saat adalah 10%, maka cara menghitungnya di excel adalah:

A1 = 80.000.000 (pokok kredit)

A2 = lama angsuran (10 tahun) = 10 x 12 bulan = 120 bulan

A3 = bunga = 10%

Dengan rumus syntax PMT (A3/12,A2,-A1) pada Microsoft Excel, diperoleh nominal cicilan KPR yang harus dibayar tiap bulannya sebesar Rp 1.057.206. Jadi, bila Anda ingin aplikasi KPR Anda disetujui, maka jumlah pendapatan yang mesti dimiliki yaitu sebagai berikut:

Rp 1.057.206/30% = Rp 3.524.020. Maka kesimpulannya, jika ingin memiliki mengajukan KPR senilai Rp 80 juta, maka pendapatan minimal yang harus dimiliki adalah di atas angka Rp 3.524.020.

Mulailah Menabung

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kebanyakan bank hanya memberikan pendanaan KPR hingga 80% dari harga rumah, sementara sisanya berasal dari kita. Karena itu, mulailah menabung untuk memenuhi yang tidak termasuk dalam pendanaan tersebut. Selain itu, Anda juga harus bisa memenuhi pembayaran cicilannya di setiap bulan hingga masa tenor habis.

Jadi, siapkah Anda memiliki rumah?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama