Beli Rumah Cash atau KPR, Perhatikan Risikonya

Mau beli rumah, tapi bingung lebih baik cash atau KPR ya? Yuk, pelajari masing-masing keuntungan dan kerugiannya!

Investasi properti memang selalu menarik perhatian. Pasalnya, jenis investasi ini adalah investasi yang tergolong menguntungkan karena memiliki kenaikan harga tinggi setiap tahunnya.Tentunya keuntungan yang didapat dengan berinvestasi properti akan berlipat ganda.

Beli rumah baru murah

Investasi rumah sangat menguntungkan jika Anda dan pasangan adalah keluarga muda. Rumah merupakan kebutuhan utama bagi Anda yang ingin hidup mandiri.

Nilai rumah yang selalu meningkat, mendorong banyak orang untuk segera memiliki rumah sesuai kemampuan. Harga perumahan yang disediakan oleh developer pun beragam, dari harga paling rendah hingga tertinggi.

Ada dua cara untuk membeli rumah, membayar tunai atau dengan bantuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Keduanya memiliki risiko masing-masing yang perlu Anda pahami sebelum putuskan untuk manfaatkan keuntungannya.

Beli Rumah dengan Cara Tunai

beli rumah cash atau KPR

Bayar cash memang jauh lebih baik. Dalam artian, Anda memiliki uang dalam jumlah banyak dan cukup untuk membebaskan beban utang setelah memiliki rumah idaman. Tapi ingat, ketika memilih membeli rumah secara cash berarti Anda sudah harus memiliki dana lain yang dicadangkan dan sudah dialokasikan untuk berbagai pos pengeluaran.

Keuntungan membeli rumah secara cash adalah harga yang dibayarkan lebih murah jika dibanding dengan cara mencicil. Jika membeli rumah secara cash, Anda tidak mendapat beban bunga yang membuat harga properti jadi lebih mahal.

Prosesnya pun lebih cepat,sebab Anda bisa langsung bertransaksi pada pihak developer tanpa adanya serangkaian proses dari pihak ketiga seperti bank. Selain itu, Anda tidak perlu membayar biaya administrasi layaknya KPR. Anda juga terbebas dari beragam aturan pembelian rumah dengan cara KPR.

Baca juga: Cara Berinvestasi Rumah Kontrakan yang Tepat Sasaran

Pembelian rumah pun menjadi lebih aman dengan kelengkapan seperti surat-surat berharga juga bisa langsung dalam genggaman Anda. Namun, dengan membeli rumah secara cash berarti Anda perlu menyiapkan dana dalam jumlah besar.

Selain itu, harus waspada! Lakukan pengecekan riwayat bangunan ketika membeli rumah secara cash. Cari developer perumahan dengan reputasi baik. Jangan sampai developer perumahan tersebut memiliki track record buruk dan sering mengecewakan pembeli. Jika tidak memperhatikan hal ini, uang Anda bisa melayang sia-sia.

Manfaatkan Dana KPR Untuk Hunian Idaman

KPR untuk rumah baru

Kewajiban menyediakan uang dalam jumlah besar untuk membeli rumah sering memberatkan keuangan, terutama bagi para pasangan muda. Tak perlu pesimis, KPR menjadi alternatif bijak yang bisa Anda gunakan.

Selain tak perlu memiliki uang dalam jumlah besar, pembelian rumah dengan sistem KPR dapat dicicil hingga jangka waktu lama dan biayanya pun tak terlalu besar. Hanya dengan KPR, Anda sudah bisa memiliki hunian bersama keluarga kecil untuk membangun masa depan.

Pilihan tenornya pun beragam, dalam batas waktu maupun besaran nominalnya. Ada dua jalan untuk Anda mendapatkan cicilan yang murah, yaitu membayar DP (uang muka) dalam jumlah besar atau memilih jangka waktu yang lama, misalnya 15 hingga 20 tahun.Keduanya dapat bantu meringankan biaya cicilan Anda setiap bulannya.

Baca juga: Target Punya Rumah Sebelum Nikah, Persiapkan Hal Ini!

Namun, di sisi lain Anda perlu mempertimbangkan beberapa kekurangannya. Semakin lama Anda mencicil akan semakin besar bunga yang diterima. Hal ini disebabkan suku bunga fluktuatif yang kemungkinan bertambah setiap tahunnya. Alhasil, cicilan bisa jadi lebih mahal dari sebelumnya.

Untuk mensiasati pembayaran cicilan KPR, Anda bisa mempertimbangkan untuk menyewakan rumah tersebut dan menggunakan uang sewa untuk membayar angsuran hingga lunas.

Ada risiko untuk proses pengajuan KPR Anda ditolakpihak bank. Sebab, bank memiliki beberapa poin pertimbangan dalam menyetujui pengajuan KPR. Jika KPR yang diajukan pun diterima, Anda juga tidak bisa dengan segera mendapatkan surat-surat berharga karena masih dalam genggaman pihak bank hingga rumah tersebut berhasil dilunasi.

Perbedaan Jenis Bunga KPR

Bentuk bunga pada KPR memiliki jenis yang berbeda-beda. Ada baiknya, Anda pelajari terlebih dulu dengan seksama.

1. KPR Bunga Floating

Jika Anda memiliki penghasilan rendah dengan kenaikan penghasilan sebanding dengan kenaikan suku bunga, KPR bunga floating adalah pilihan yang tepat. Dalam hal ini, suku bunga mengalami fluktuasi setiap tahunnya.

Baca juga: Kredit Rumah Tanpa DP, Lebih Untung?

Keuntungannya, di awal tahun suku bunga yang didapat tergolong rendah. Sedangkan, apabila suku bunga acuan naik, suku bunga KPR dapat naik berkali-kali lipat.

2. KPR Bunga Fixed

a.) Jangka Waktu Pendek

Pada jenis KPR ini, suku bunga pinjaman tidak berubah selama waktu yang ditentukan, biasanya hingga 3 tahun. Setelah itu, baru akan mengalami floating jika sudah melewati batas waktu yang ditentukan. Floating ini selanjutnya akan terjadi setiap tahun. Jika ingin melakukan pelunasan KPR, pada jenis suku bunga ini sebaiknya lakukan pelunasan di bawah waktu 5 tahun.

b.) Jangka Waktu Terbatas

Biasanya, jenis KPR ini dipergunakan saat suku bunga tetap selama waktu pinjaman berjalan dalam jangka 15 tahun. Jika Anda selalu ingin mengontrol pengeluaran dan minim resiko, sangat cocok memilih jenis KPR ini. Jika pendapatan Anda meningkat setiap tahun, secara riil cicilan tergolong turun. Namun, apa bila suku bunga turun, Anda akan tetap membayar suku bunga yang lebih tinggi dari suku bunga rata-rata.

3. KPR Multiguna

KPR Multiguna hanya dapat digunakan pada properti dalam bentuk tanah atau lahan dan belum memiliki rencana pembangunan dalam jangka waktu di bawah 2 tahun. Bagi Anda yang ingin membeli lahan namun belum ada biaya untuk membangun, sangat cocok mengambil jenis KPR ini.

Cara ini sangat membantu Anda dalam membeli tanah dengan cara kredit. Namun sayang, suku bunganya lebih tinggi dari rata-rata. Ketika Anda ingin segera melunasi KPR, perhitungkan dengan tepat. Biasanya bank menerapkan bunga efektif atau bunga anuitas pada KPR.

Jika bunga tersebut diterapkan, hutang KPR yang sudah Anda bayar hanya akan terlihat sedikit, meskipun sudah mencicil dalam jangka waktu lama. Secara otomatis hutang yang harus dibayar masih tergolong besar.

Baca juga: Susah Tembus KPR, Ini Jalan Alternatif Punya Rumah

Denda atau pinalti yang ditetapkan oleh bank, besarnya beragam. Jadi Anda harus siap dengan segala konsekuensinya jika ingin melunasi hutang di awal. Jika Anda telah memilih untuk berinvestasi properti, jangan lupa lindungi rumah Anda dengan asuransi properti.

Apabila kondisi perekonomian semakin baik dan diperkirakan rumah yang Anda cicil ingin segera dilunasi, Anda harus mempertimbangkan jumlah denda dan penaltinya.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama