Beli Rumah Baru Mahal? Cari yang Bekas Saja

Membeli rumah bekas bisa menjadi solusi atas makin mahalnya harga hunian baru di pusat kota seperti Jakarta. Selain murah, kualitasnya juga cukup bagus.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak selalu berhubungan dengan pembelian rumah baru loh! Karena, salah satu layanan pendanaan dari bank ini juga bisa digunakan untuk membeli rumah bekas. Ya, ketika harga properti dan tanah di pusat kota semakin mahal, terkadang beberapa orang mencari solusi lain dengan cara membeli tempat tinggal bekas.

Khawatir rumah bekas kualitasnya buruk? Tenang saja, banyak kok yang dijual dengan kondisi cukup baik, yang penting Anda harus teliti dan jeli saat memilihnya. Di samping itu, membeli tempat tinggal second juga bisa membuat biaya yang dikeluarkan lebih murah dibandingkan jika membeli rumah baru. Yang penting, jangan tertipu begitu saja dengan penawaran rumah bekas murah, sebab biasanya hampir selalu ada udang di balik batu.

Apa Saja yang Harus Diperhatikan Ketika Mencari Rumah Bekas?

Ada beberapa komponen yang mesti diperhatikan ketika mencari rumah bekas. Tentunya, hal ini perlu dilakukan agar Anda tidak tertipu.

1. Fisik Rumah

Namanya juga membeli bekas, tentu kita harus jeli dalam mencari tahu kekurangan barang yang mau diambil.Hal pertama yang pasti dilihat adalah dari tampilan luarnya. Namun,jangan sampai tertipu dengan tampilan luarnya yang menarik. Periksa juga dinding-dindingnya, langit-langit, saluran air, sirkulasi udara, dan lainnya apakah masih bagus atau rusak.

Karena itu, sebagai saran, ajaklah teman atau saudara yang mengerti mengenai arsitek atau sudah pernah membeli bangunan terutama rumah. Nantinya, saran dari mereka akan sangat bermanfaat untuk menilai kelayakan calon tempat tinggal yang Anda incar.

2. Usia Bangunan

Ketahui usia bangunan yang diincar, hal ini bisa diketahui dengan bertanya langsung pada pemilik lama. Jika ia tidak mengetahui persis, buat saja asumsi sendiri seperti 10 tahun, 20 tahun, dan lainnya. Di samping itu, tanyakan juga, apakah rumah tersebut pernah direnovasi atau belum? Kalau sudah, kapan terakhir itu dilakukan.

Hal ini penting untuk dicari tahu, karena semakin tua umur rumah, maka pengeluaran untuk perbaikan juga akan semakin besar.

3. Sumber dan Kondisi Air

Cek sumber air di sana, karena hal ini berhubungan dengan kondisi air yang akan dipakai ke depannya. Sebagai pengingat, lokasi sumur air yang baik harus berjarak minimal 10 meter dari septic tank. Karena jarak itu dinilai cukup aman untuk tidak membuat air tercemar dan tidak layak konsumsi.

Kalau ternyata jaraknya kurang dari 10 meter, maka Anda sebaiknya membuat sumur air baru. Karena, tidak mungkin menggunakan air yang sudah tercemar untuk konsumsi sehari-hari. Kalau tidak mau, ada solusi lain, yaitu dengan mendaftar ke PALYJA untuk mendapat akses air PAM. Namun, ingat, layanan itu berbayar ya, pastikan untuk tidak menunggak agar pasokan air tetap mengalir lancar ke rumah.

4. Tegangan dan Kabel Listrik

Salah satu hal terpenting yang harus dimiliki sebuah rumah adalah aliran listrik. Jika tak memilikinya, hidup tentu akan gelap-gulita seperti tidak ada kehidupan. Karena itu, karena Anda mengincar rumah bekas, maka hal itu juga wajib dicek. Kalau perlu ajaklah ahli listrik untuk membantu memeriksanya.

Periksa apakah tegangan listrik di cukup untuk memenuhi segala peralatan elektronik atau tidak. Jika tegangannya tidak cukup, nanti listrik di rumah Anda akan sering mati dan bisa berakibat konsleting. Idealnya, tenaga untuk sebuah rumah adalah minimal 900 watt. Tidak cuma itu, pastikan juga kabel-kabel masih dalam kondisi baik. Tujuannya seperti yang sudah disebutkan tadi, karena itu, telitilah sebelum membeli.

5. Lingkungan Rumah

Jangan cuma melihat kondisi rumahnya saja, cek juga keadaan lingkungan di sekitarnya. Hal ini tidak hanya berlaku untuk orang yang berburu tempat tinggal second, tapi juga baru. Tanya warga sekitar apakah di daerah itu sering terjadi kemalingan, tidak dilewati angkutan umum, penerangan jalan bagus atau tidak.

Selain itu, cari tahu apakah wilayah rumah tersebut maupun daerah di sekitarnya terendam banjir atau tidak ketika musim hujan. Percuma membeli tempat tinggal bagus, tapi lingkungannya tidak layak huni kan.

6. Kelengkapan Surat Pemilikan

Jangan lupa untuk memeriksa kelengkapan surat-surat rumah tersebut. Rinciannya, cek Surat Hak Milik (SHM), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan sertifikat rumah beserta tanah tersebut. Pastikan apakah nama yang tertera di surat-surat tersebut adalah pemilik asli.

Cari tahu juga apakah rumah bekas yang diincar tersebut tidak sedang dalam perebutan warisan keluarga atau tidak. Jika ternyata bangunan yang diinginkan sedang dalam sengketa, sebaiknya tidak usah membelinya, daripada repot ikut terseret masalah di kemudian hari.

7. Ketersediaan Dana

Ujung-ujungnya, ketika mau membeli rumah, baik baru atau bekas, Anda akan dihadapkan dengan masalah ketersediaan dana dan mesti mempertimbangkannya apakah akan membayar tunai atau kredit melalui KPR ? Di sinilah letak pentingnya sebuah perencanaan keuangan yang baik sebelum membeli rumah.

Tidak cuma untuk membelinya saja loh, kita juga masih harus menambahkan anggaran 10 persen ketika mau membeli rumah bekas. Dana tersebut nantinya akan gunakan untuk membeli bahan bangunan guna memperbaikinya apabila ada bagian yang dirasa sudah kurang layak atau rusak.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama