Ajukan KPR Saat Masih Lajang? Inilah 6 Keuntungannya

Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak harus selalu saat sudah berkeluarga. Karena ternyata, mengajukan KPR saat masih lajang bisa mendatangkan berbagai keuntungan, lho!

Memiliki rumah pribadi merupakan impian setiap orang. Ada dua cara dalam membeli rumah, yaitu membeli secara lunas atau melalui sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kini, KPR pun menjadi pilihan bagi banyak orang yang ingin membeli rumah namun memiliki dana terbatas.

Saat masih lajang, kebutuhan rumah pribadi memang tidak terlalu mendesak. Penghasilan lebih condong dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif seperti belanja, nongkrong di kafe, atau makan di restoran mahal. Hal tersebutlah yang akan membuat para lajang tak punya investasi tetap.

Apabila penghasilan disisihkan untuk dijadikan sebuah unit rumah, maka investasi akan terus berjalan hingga akhir hayat. Inilah yang dilakukan oleh aktris Jessica Mila. Dara berusia 22 tahun ini memilih menginvestasikan uangnya ke dalam bentuk rumah dengan mengambil sistem KPR.

Upaya yang dilakukan Jessica Mila dalam menyisihkan penghasilan untuk membeli rumah impian patut diapresiasi. Karena tidak semua anak muda berani untuk bersabar menahan godaan konsumtif setiap bulan.

6 Keuntungan Mengajukan KPR Saat Masih Lajang

Memiliki rumah dengan sistem KPR dianggap lebih praktis ketimbang menabung. Alasan utamanya adalah karena adanya kewajiban mengikat, yang membuat rutin menabung. KPR mewajibkan para lajang untuk menyetor setiap bulannya. Jika tidak, akan ada denda yang harus ditanggung.

Sekilas memang terasa memberatkan. Solusinya, para lajang bisa pintar-pintar memilih bank dengan tawaran KPR bunga rendah dan periode bunga flat terpanjang.

Baca juga: Keuntungan Bunga Flat dan Floating untuk KPR

Namun, bisa juga memilih tawaran KPR dengan sistem syariah. Biasanya, pembiayaan rumah dengan sistem syariah memiliki cicilan lebih tinggi ketimbang KPR konvensional. Namun, cicilan ini bersifat tetap sampai lunas, sehingga bisa memprediksi besarnya keperluan finansial Anda.

Berikut adalah 6 keuntungan mengajukan KPR saat masih lajang.

1. Harga Masih Murah

Definisi murah di sini mengacu pada waktu. Hingga saat ini, harga rumah selalu naik, setidaknya menyesuaikan inflasi. Sebagai contoh, masyarakat sulit membeli rumah dengan harga terjangkau di wilayah Jabodetabek karena mahalnya harga rumah dan properti lainnya di wilayah tersebut.

Oleh karenanya, setelah tabungan terkumpul, bisa dipastikan harga rumah yang harus dibayar jika mencicil sekarang akan lebih murah jika dibandingkan saat membelinya beberapa tahun ke depan.

2. Angsuran Masih Rendah

Karena harga rumah masih murah, maka angsuran bulanan pun otomatis masih rendah. Para lajang hanya perlu menyiapkan uang muka untuk pembelian rumah. Apalagi, Bank Indonesia telah resmi merevisi aturan Loan to Value (LTV) tentang pelonggaran KPR.

Dengan diterbitkannya ketentuan tersebut, pembayaran uang muka KPR menjadi lebih ringan. Untuk bank konvensional, uang muka yang diberlakukan sebesar 20%, sedangkan untuk bank syariah sebesar 15%.

3. Mendapatkan Asuransi

Biasanya, membeli rumah secara KPR akan disertai dengan asuransi kebakaran dan asuransi jiwa. Dengan demikian, jika selama masa cicilan terjadi musibah kebakaran, pihak asuransi akan menanggung biaya perbaikan rumah.

Selain itu, jika sang pembeli rumah meninggal dunia dalam periode cicilan KPR, cicilan akan ditanggung oleh pihak asuransi. Dengan demikian, almarhum tidak akan membebani keluarga yang ditinggalkan dengan utang cicilan.

4. Tenor Panjang dan Fleksibel

Semakin muda usia mengambil KPR, semakin besar pula mendapat tenor panjang, sehingga jumlah cicilan per bulan akan lebih kecil. Biasanya, pihak pemberi KPR memberi jangka waktu cicilan rata-rata hingga usia pensiun atau 55 tahun.

Jika saat ini berusia 25 tahun, maka Anda bisa menikmati KPR dengan jangka waktu 15 tahun atau 20 tahun. Sedangkan bila mengajukan KPR di usia 50 tahun, maka jangka waktu pelunasan KPR yang dapat diberikan yakni maksimum 5 tahun.

5. Masih Produktif

Usia muda adalah masa-masa produktif. Secara fisik, para lajang masih kuat untuk mencari penghasilan lain di luar gaji. Bagi pengusaha muda, tentu semangat kerjanya masih terbilang tinggi untuk kemajuan usahanya.

Oleh karena itu, bank pun dengan senang hati akan memberikan fasilitas KPR. Karena bank mengetahui bahwa calon debitur muda memiliki keuangan yang potensial.

6. Membantu Mengukur Kemampuan Diri

Bagi pihak kreditur yakni bank, memberikan fasilitas KPR rumah murah kepada nasabah adalah wujud pertanggungjawabannya terhadap negara. Artinya, pihak bank tidak akan memberikan pinjaman secara sembarangan tanpa analisa.

Calon nasabah KPR akan diperiksa dan dianalisa melalui proses BI Checking. Dengan begitu, pihak bank akan mengetahui potensi pemasukan serta kemampuan cicilan secara rinci. Secara tak langsung, ini berarti membantu nasabah untuk mengukur kemampuannya sendiri.

Itulah beberapa keuntungan mengambil KPR saat masih lajang. Bila Anda sudah memiliki cukup tabungan, jangan ragu untuk menginvestasikannya ke dalam bentuk rumah impian!

Baca juga: 5 Biaya KPR yang Sering Terlupakan oleh Pemula

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama