6 Kesalahan dalam Membeli Rumah Pertama

Saat pertama kali membeli rumah, beberapa orang hampir melakukan beberapa kesalahan. Berikut ini kesalahan-kesalahan tersebut Agar Anda bisa lebih waspada.

kpr rumah

Membeli rumah bisa menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam hidup setiap orang. Untuk itu jika tidak cermat dan hati-hati maka Anda akan menyesal karena salah memilih rumah. 

Apalagi ketika membeli rumah pertama kali, itu merupakan momen yang menyenangkan untuk setiap orang terutama para profesional muda yang baru mandiri secara finansial. Oleh karena itu sebagai calon pembeli, Anda harus memikirkannya dengan baik. 

Jangan sampai karena terburu-buru dengan fasilitas dan harganya yang murah Anda terjebak dengan kesalahan saat melakukan pembelian rumah pertama. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang umumnya dilakukan orang saat membeli rumah pertama meraka.

1. Terpesona pada ‘Pandangan Pertama’

Rumah KPR Mewah

Ini bisa dibilang kesalahan yang paling fatal. Jika Anda ‘jatuh cinta’ pada rumah yang terlampau jauh dari kemampuan finansial, ini akan sangat berbahaya. Biasanya, para marketing membuai para konsumen dengan beragam kemudahan yang akan didapatkan oleh si pembeli rumah.

Boleh saja mengandai-andai itu sebagai rumah impian, tetapi jika Anda belum mampu membeli rumah seperti itu, Anda hanya akan menyakiti diri sendiri. Realistislah dalam memilik rumah yang ingin dibeli, sebaiknya sejak awal mulai mencari rumah yang harganya tidak jauh dari kemampuan dompet Anda.

Perlu Anda ingat jika membeli rumah dengan harga Rp10 juta lebih mahal, bukan saja harganya yang membutuhkan uang lebih, tetapi juga ada pengeluaran ekstra yang harus Anda sisihkan.

2. Tidak Mengamati Lingkungan Sekitar

Keputusan terburu-buru jika membeli rumah pertama juga akan berakibat fatal. Kendati rumah tersebut terlihat bagus dan harganya murah, keadaan lingkungan sekitar tidak boleh luput dari perhatian. Lakukan survei lingkungan rumah terlebih dahulu sebelum memilih.

Beberapa hal penting yang perlu diketahui adalah: apakah kawasan tersebut rawan banjir, macet, atau rawan kriminalitas? Anda dapat meninjau lokasi ruamh di waktu-waktu tertentu untuk melihat kondisi lingkungan. 

Misalnya pada hari kerja, akhir pekan, pagi hari, sore ataupun malam hari. Agar lebih mudah tanyakan juga dengan warga sekitar.

3. Membayar Cicilan tidak Sesuai Pendapatan

Sistem Kredit Cicilan

Jika Anda ingin membeli rumah dengan sistem kredit atau cicilan ingatlah untuk memperhitungkan besarnya cicilan yang harus dibayar. Perhitungkan berapa besarnya cicilan rumah yang disanggupi, jumlah tersebut harus sesuai dengan pendapatan Anda saat ini.

Jumlah pendapatan tersebut harus dihitung berdasarkan sumber pendapatan tetap. Jumlah pendapatan digabung antara pendapatan Anda dan pasangan. Jangan menambah pendapatan dari bonus atau kenaikan gaji di bulan mendatang. 

Cara tersebut tidak benar, karena Anda tidak pernah tahu keadaan keuangan di tengah jalan nantinya.

4. Mengambil KPR dengan Tenor Tersingkat

Membeli rumah dengan sistem KPR akan lebih membantu Anda mendapatkan rumah impian. Tetapi jika memilih pilihan cicilan KPR dengan tenor yang singkat itu bukanlah pilihan yang tepat. Akan lebih baik bila Anda mengambil periode yang cukup lama.

Hal tersebut agar Anda bisa mengatur keuangan untuk hal-hal lain yang juga penting, misalnya untuk biaya sekolah anak, membeli mobil, merenovasi rumah, dan sebagainya. Agar lebih menghemat uang, Anda bisa saja memilih KPR yang menawarkan uang muka rendah, sehingga uang bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.

5. Melupakan Biaya Ekstra

DP Rumah

Memiliki rumah sendiri memang menyenangkan tetapi Anda juga tidak boleh melupakan tanggung jawab. Bukan berarti setelah membeli rumah Anda bisa tenang hanya dengan membayar uang muka dan biaya cicilan setiap bulannya, Anda juga harus perhitungkan biaya materai, biaya aplikasi, biaya legal, biaya asuransi dan pajak properti.

6. Tidak Diasuransikan

Tentunya Anda tidak ingin rumah tersebut hilang ketika terjadi kebakaran atau bencana. Anda tidak akan tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari, jadi mengasuransikan rumah merupakan hal yang penting. Memang asuransi properti tampaknya sepele, namun Anda akan tahu manfaatnya jika musibah sudah terjadi.

Asuransi properti memiliki banyak manfaat, antara lain mengganti kerugian akibat rumah terbakar, tersambar petir, banjir, pencurian, dan sebagainya. Jika Anda tidak mau repot-repot membeli asuransi rumah secara terpisah, belilah rumah melalui fasilitas KPR yang juga memberikan asuransi.

Hindarilah kesalahan-kesalahan diatas saat Anda membeli rumah pertama. Sebuah keputusan besar harus dipikirkan dengan matang jagan terburu-buru dan terbawa emosi sesaat.

Baca juga: Syarat-Syarat Mengajukan KPR

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama