5 Hal Penting Sebelum Beli Rumah Bekas dengan KPR

Jika pada umumnya rumah bekas dibeli dengan cara tunai ternyata fasilitas KPR bank juga bisa dimanfaatkan. Namun perhatikan dahulu kelima hail ini sebelum membeli.

Membeli rumah bukan seperti membeli kacang loh, butuh banget banyak pertimbangan yang harus Anda pikirkan sebelum membeli rumah. Seperti halnya memilih rumah baru atau rumah bekas. Kebanyakan orang memilih membeli rumah baru dari pengembang (developer) karena legalitas serta dokumen rumah lebih terjamin.

Rumah idaman

Namun, sebagian orang juga memfavoritkan rumah bekas, karena harga yang miring, pembeli bisa mendapatkan hunian siap tinggal, bahkan lengkap dengan perabotan di dalamnya. Rumah bekas juga kerap menjadi bidikan para investor yang ingin mendapat keuntungan setelah melakukan sedikit renovasi pada bangunan.

Meski begitu, apakah membeli rumah bekas selalu memberi keuntungan? Jika tidak pandai melakukan perhitungan, atau tidak teliti ketika mengecek kondisi bangunan, malah kerugian yang Anda dapatkan.

Untuk membantu Anda menemukan rumah bekas yang berkualitas, hindari membeli rumah dengan beberapa kerusakan krusial, berikut ini lima tanda negatif rumah bekas:

1. Retak Dinding

2. Dinding Lembab

3. Ruangan gelap

4. Lokasi buruk

5. Suara Bising

Akad kredit rumah

Tahapan Beli Rumah Bekas dengan KPR

Jika pada umumnya rumah bekas dibeli dengan cara tunai, ternyata fasilitas KPR yang berikan bank juga bisa dimanfaatkan. Hanya saja biasanya rumah bekas yang bisa dibiayai dengan KPR ini, berada dalam naungan pengembang perumahan.

Nah, untuk Anda yang masih bingung dalam melakukan proses pembelian rumah bekas dengan KPR, KredtiGoGo mengutipnya dari rumah.com untuk tahapan membeli rumah bekas dengan KPR, berikut rangkuman tahapannya.

1. Menghitung Daya Beli

Perlu diketahui, besarnya angsuran rumah yang diperbolehkan bank maksimal 30 persen dari penghasilan tetap, di luar tagihan lainnya. Penjumlahan penghasilan ini boleh ditambahkan dengan gaji pasangan Anda. Misalnya, total pendapatan Anda dan istri per bulan sebesar Rp10 juta, maka 30% nya adalah Rp3 juta. Jumlah inilah yang dapat Anda sisihkan untuk cicilan rumah bekas per bulannya.

Serupa dengan pembelian rumah baru, Anda juga perlu menyiapkan uang muka sebesar 20% hingga 30%. Hanya saja pembayaran DP rumah bekas tidak diberikan kepada pengembang, melainkan kepada penjualnya langsung.

2. Tentukan Rumah dan Negosiasi

Jika perhitungan daya beli sudah sesuai dengan anggaran Anda, selanjutnya adalah melakukan kulifikasi. Cari tahu rumah bekas mana yang harga cicilannya pas dengan kantong Anda. Kemudian lakukanlah negosiasi dengan penjual mulai dari besaran uang muka, dan harga rumah.

3. Perjanjian Tambahan

Untuk memperkuat posisi Anda dalam hukum, sebaiknya buat perjanjian tambahan dengan penjual, terkait dengan harga yang sudah ditetapkan agar tidak berubah. Tentukan juga waktu pengosongan rumah oleh penghuni lama atau penjual.

KPR rumah bekas

4. Perbanyak Survei

Pengajuan KPR sebaiknya dilakukan setelah nego harga dengan penjual selesai. Agar hasilnya tidak melenceng jauh dari harga pasaran, maka sebaiknya Anda melakukan survei terlebih dahulu. Survei ini juga dilakukan oleh bank dalam menentukan plafon/batas kredit.

5. Pengajuan KPR

Setelah nego harga selesai, Anda bisa mempersiapkan persyaratan pengajuan KPR ke bank pilihan Anda. Berkas persyaratan pengajuan sebaiknya diserahkan lengkap, agar proses pemeriksaan dan persetujuan kredit tidak terhambat.

Tambahan dokumen yang harus dibawa untuk pengajuan KPR rumah bekas adalah fotokopi sertifikat, fotokopi IMB, fotokopi bukti pembayaran PBB tahun terakhir, dan surat kesepakatan jual beli rumah yang ditandatangani diatas materai.

Perlu diketahui, pembiayaan bank untuk rumah bekas maksimum 80% dari nilai pasar. Sedangkan plafon pembiayaan biasanya diberikan rentang Rp25 juta hingga Rp3,5miliar. Anda bisa menemukan produk KPR yang tepat hanya di KreditGoGo.

6. Pengecekan Notaris

Setelah berkas aplikasi diserahkan, bank akan melakukan appraisal (penilaian) terhadap harga rumah, sekaligus memberikan kuasa pada notaris untuk mengecek keabsahan surat-surat dokumen rumah dan tanah yang ditinjau, diantaranya sertifikat tanah, IMB, dan PBB.

Pengecekan oleh notaris akan memberikan jaminan keamanan sehingga bisa terhindar dari tindak penipuan oleh penjual rumah. Jika surat-surat diragukan, maka notaris berhak menginformasikan pada bank bahwa rumah tidak layak beli sehingga bank akan menolak aplikasi KPR.

Jika menurut notaris surat-surat sudah valid, maka bank akan menilai Anda layak mendapat pinjaman KPR, kemudian akan diundang untuk melakukan akad kredit di depan notaris.

7. Menyiapkan Dana Lain

Ada dua pengelompokkan biaya yang harus disiapkan oleh pembeli rumah bekas. Pertama, biaya yang terkait dengan proses KPR (biaya transaksi, biaya notaris, biaya provisi bank, biaya asuransi kebakaran, dan biaya asuransi jiwa).

Kedua, biaya yang terkait dengan proses transaksi (termasuk di dalamnya Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB). Total biaya tambahan yang harus dianggarkan adalah 5% dari total harga rumah.

Lalu Anda juga perlu menyiapkan dana tambahan untuk merenovasi bagian rumah sesuai dengan keinginan. Anda bisa juga memilih pinjaman tambahan dari KTA dengan suku bunga ringan dan flat sehingga cicilan perbulannya tetap dan bisa diatur dengan angsuran KPR.

Pilihan pinjaman KTA yang bisa membantu Anda menyiapkan dana tambahan renovasi rumah adalah HSBC Personal Loan. Pengajuannya pun mudah, Anda bisa ajukan online melalui KreditGoGo dan dapatkan hadiah menarik voucher belanja senilai Rp1juta.

Baca juga:
Ini Lokasi Rumah Incaran untuk Pasangan Muda
Hot Property: Inilah KPR Bunga Rendah 2016

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama