5 Biaya KPR yang Sering Terlupakan oleh Pemula

Dalam pembelian rumah khususnya menggunakan fasilitas KPR, pembeli harus menyiapkan dana yang cukup selain untuk biaya uang muka. Biaya apa sajakah itu?

Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan pilihan favorit untuk mempermudah Anda memiliki rumah idaman. Biasanya orang-orang yang baru pertama kali mengajukan KPR sering tidak menyadari biaya-biaya yang ada untuk pengurusan KPR.

Kebanyakan kreditur hanya terfokus pada biaya untuk uang muka saja, padahal ada juga biaya kepengurusan KPR yang dibebankan kepada kreditur. Jadi selain menyiapkan uang muka Anda juga perlu menyiapkan biaya KPR. Berikut ini 5 biaya yang perlu Anda perhitungkan untuk mengurus KPR.

1. Biaya Notaris

Biaya Notaris

Biaya pengurusan KPR yang pasti harus Anda keluarkan adalah biaya notaris. Biaya ini adalah jasa kepada notaris dan pihak terkait dalam pengurusan surat-surat terkait kepemilikan tanah.Biasanya pihak pengembang perumahan (developer) dan bank memiliki notarisnya sendiri-sendiri.

Masing-masing dari mereka melakukan pekerjaan yang berbeda. Notaris dari pihak pengembang adalah notaris yang menyiapkan akta jual beli (AJB). Sedangkan notaris dari bank menyiapkan akta kreditnya. Besarnya biaya sangat tergantung dari tarif jasa yang diberikan oleh notaris.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk notaris di kota Jakarta bisa mencapai Rp 5 juta (bahkan lebih). Angka tersebut bukan angka pasti, karena tergantung dengan biaya yang dikenakan oleh notaris.

2. Biaya Provisi dan Administrasi

Biaya Provisi dan Administrasi

Sebelum Anda menerima fasilitas KPR ada biaya KPR yang harus Anda bayarkan yaitu biaya provisi dan administrasi. Biaya provisi adalah biaya yang dikenakan oleh bank kepada kreditur. Biasanya besaran biaya provisi adalah 1% dari total pinjaman KPR.

Biaya provisi ini harus dilunasi sebelum akad kredit KPR dilangsungkan. Ada juga bank yang memotong biaya provisi dari jumlah kredit yang diterima. Biaya provisi boleh dibilang sebagai biaya adminstrasi bank yang berfungsi untuk kepengurusan KPR. Biaya provisi hanya akan dibayarkan sekali (pada saat pengajuan).

3. Pajak Penjualan dan Pembelian

Pajak Penjualan dan Pembelian

Dalam pembelian rumah pajak juga merupakan salah satu biaya KPR, Pajak penjual dikenal juga dengan Pajak Penghasilan (PPH) besarannya adalah 5% dari harga jual. Dibayarkan oleh orang atau perusahaan yang menjual rumah.

Sedangkan pajak pembelian atau dikenal juga dengan istilah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang besarnya 5% x (Harga Jual – Nilai Jual Obyek Pajak Tidak Kena Pajak). Besaran nilai tidak kena pajak berbeda-beda tergantung pada kota dan wilayah.

Pajak inilah yang harus dibayar oleh pembeli. Pajak tersebut dapat dibayarkan melalui bank dan dilaporkan kepada kantor pajak. Ataupun, Anda dapat sekaligus meminta bantuan notaris untuk melaporkan pembayaran pajak.

4. Biaya Asuransi Jiwa

Biaya Asuransi Jiwa

Untuk mencegah risiko yang tidak terduga seandainya kreditur meninggal dunia sebelum masa kredit berakhir pihak bank melakukan mitigasi risiko dengan menggunakan asuransi jiwa. Jadi jika terjadi sesuatu dengan kreditur, maka bank akan menagih perusahaan asuransi jiwa.

Sisa cicilan tidak akan dibebankan kepada ahli waris, hal ini menguntungkan kreditur, karena rumah akan dilunasi oleh perusahaan asuransi, tanpa menambah beban ahli waris. nilai uang pertanggungannya sebesar dengan nilai kredit plus bunga.

Asuransi jiwa yang dikenakan biasanya asuransi jiwa tradisonal, jenis term life. Premi atau biaya yang harus dibayarkan untuk asuransi jiwa bergantung pada umur pemohon KPR, kondisi kesehatan, riwayat kesehatan dan kebiasaan (merokok atau tidak, obesitas atau tidak). Jika makin berisiko, tentu saja premi asuransi jiwa yang harus dibayarkan akan semakin mahal.

5. Biaya Asuransi Rumah

Biaya Asuransi Rumah

Selain risiko kreditur, risiko lainnya adalah risiko rumah yang dibeli itu sendiri. Apa yang harus dilakukan jika ada musibah kebakaran, kerusakan akibat bencana alam atau kerusuhan menimpa rumah Anda?

Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan asuransi rumah atau asuransi properti. Premi atau biaya asuransi rumah, biasanya lebih murah dibandingkan asuransi jiwa. Tetapi ada kalanya biaya asuransi rumah ini bersifat opsional, tidak wajib, alias tergantung pihak penerima KPR

Anda dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan, ada asuransi rumah yang hanya memberikan perlindungan terhadap kebakaran saja, ada juga yang memberikan perlindungan menyeluruh.

Jadi persiapkanlah dengan matang. Selain biaya uang muka ternyata ada banyak biaya yang harus dipersiapkan. Biaya-biaya tambahan tersebut jika dihitung-hitung bisa lebih dari 5% plafon pinjaman lho. Sebaiknya Anda membuat perbandingan-perbandingan produk KPR sebelum memilihnya.

Baca juga: 5 Produk KPR Pilihan dengan Bunga Rendah

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama