Yuk, Mengenal Kredit Dengan Agunan

Bila ingin mencari pinjaman di bank, terutama dalam jumlah besar, Kredit Dengan Agunan (KDA) bisa menjadi solusi. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui apa saja yang harus diperhatikan ketika mau meminjam.

Bagi Anda yang membutuhkan dana tunai cepat dalam jumlah besar, maka Kredit Dengan Agunan (KDA) adalah jawabannya. Pinjaman dana jenis ini membutuhkan aset sebagai jaminan atas pelunasannya.

Di artikel sebelumnya yang membahas perbedaan antara KTA dan KDA, kredit dengan agunan memiliki keunggulan memiliki nilai batas yang relatif besar. Namun, bisa atau tidaknya Anda mendapatkan dana tersebut tergantung dari nilai aset yang dijaminkan.

Mau Pinjam Uang Pakai Kredit Dengan Agunan?

Tidak semua barang bisa dijadikan sebagai agunan. Sebab rata-rata lembaga keuangan yang menawarkan layanan ini rata-rata meminta serifikat rumah, sertifikat tanah, sekuritas, dan BPKB kendaraan bermotor sebagai agunan pinjaman.

Kalau kelayakan jaminan yang diberikan terlalu rendah atau kurang memadai, pihak kreditur bisa saja menolak kredit yang diajukan. Sering terjadi, bila Anda membeli aset relatif mahal, aset itulah yang nantinya akan dijadikan sebagai agunan. Jadi, bila kelak tidak mampu melunasi utang, maka lembaga keuangan berhak untuk menyitanya.

Contoh dari KDA adalah Kredit Pemilikan Rumah, biasanya pihak bank akan meminta sertifikat rumah sebagai jaminan. Agunan hanya akan dibebaskan kreditur bila utang Anda sudah lunas.

Ingat ya, aset yang sudah dijaminkan ke bank tidak bisa dijual, kecuali dengan izin mereka. Tidak ada kreditur yang tidak mencantumkan peraturan itu ketika Anda mengajukan Kredit Dengan Agunan.

Contoh Kasus

Bila Anda ingin membeli sebuah rumah mewah seharga Rp 1 miliar dengan kredit dengan agunan. Lalu pihak kreditur memiliki peraturan rasio nilai pinjaman per jaminan sebesar 80 persen. Otomatis bank hanya akan mengucurkan dana maksimal Rp 800 juta. Jadi, pihak debitur harus menyediakan dana sisa hingga Rp 200 juta.

Begitu pinjaman disetujui, maka rasio 80 persen itu harus dapat dipertahankan dan Anda wajib mengembalikan marjin itu kembali ke 80 persen. Nah, selisih ini bisa ditambal dengan menjaminkan aset lain.

Bagaimana Bila Anda Mengalami Kredit Macet?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kalau Anda tidak bisa melunasi kredit dengan agunan, maka pihak kreditur berhak untuk menyita aset yang dijanjikan. Walaupun begitu, aksi tersebut tidak begitu saja dilakukan oleh mereka. Sebab, bila debitur mengalami masalah ini, maka pihak peminjam biasanya akan lebih dulu membantu nasabahnya mencari alternatif pembayaran cicilan.

Mengapa kreditur harus ikut membantu? Jawabannya ada beberapa macam. Pertama, ada kemungkinan mereka tidak ingin mengambil agunan yang diberikan. Kedua, pihak bank kerepotan melikuidasi aset tersebut. Ketiga, justru mereka masih ingin membina hubungan baik dengan Anda, dengan harapan bisa menjalin bisnis lain di masa mendatang, biasanya kejadian ini hanya terjadi pada nasabah besar.

Namun, beberapa langkah yang biasanya dilakukan lembaga keuangan pada nasabah yang mengalami kredit macet yaitu meminta tambahan jaminan atau menjadwal ulang pelunasan pinjaman.

BPKB Kendaraan Bisa Dijadikan Jaminan Kredit Dengan Agunan

Persepsi pihak peminjam kepada Anda nantinya yang akan menentukan apakah mereka mau berkompromi atau tidak. Di bawah ini adalah bentuk-bentuk kredit macet yang sering dikenal.

  • Tidak sanggup membayar pokok dan bunga sesuai jadwal
  • Tidak sanggup membayar pokok pinjaman
  • Tidak sanggup membayar bunga kredit
  • Tidak mematuhi syarat dan ketentuan pinjaman. Sebagai contoh yaitu menjual agunan tanpa seizin bank.
  • Tidak mampu mempertahankan marjin jaminan sesuai dengan kebijakan bank

Lalu, Bagaimana Kalau Bank Menyita Aset Anda

Pihak kreditur lah yang nantinya akan memutuskan apakah akan menyita aset jaminan untuk dijual dan digunakan untuk menutupi sisa utang. Sebelum melakukan itu, pihak peminjam akan memberikan pemberitahuan resmi mengenai masalah kredit macet Anda.

Sebagai contoh, Anda sudah menjaminkan sertifikat rumah untuk meminjam dana di bank. Maka, bila tidak mampu melunasinya, sertifikat itu akan diambil alih oleh mereka.

Tapi tenang saja, ada kemungkinan Anda masih akan diberi tenggat waktu tambahan untuk mencicil utang. Apabila tidak kembali menegosiasikan jadwal pelunasan baru atau batas waktu itu kembali dilanggar, maka bersiap-siaplah untuk kehilangan sertifikat rumah tersebut.

Ingat, namanya juga kredit dengan agunan, jadi Anda harus menyiapkan aset dan juga siap kehilangannya kalau tidak bisa melunasi utang. Karena itu, persiapkan dan aturlah keuangan dengan baik kalau menggunakan pinjaman jenis ini.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama