Tentang Kredit Multiguna di Indonesia

Pastikan Anda mengetahui syarat, keuntungan, jenis pembiayaan, hingga risiko dari Kredit Multiguna. Berikut ini ulasan lengkap mengenai produk KMG.

Perbankan menyediakan beragam produk kredit untuk pembiayaan masyarakat yang membutuhkan pinjaman. Salah satu produk kredit yang dimiliki hampir semua Bank di Indonesia adalah Kredit Multiguna (KMG).

Dalam definisinya Kredit Multiguna (KMG) adalah fasilitas kredit yang diberikan dari penyedia pinjaman kepada individu yang memiliki pendapatan/penghasilantetap maupuntidak tetap, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan konsumtif yang tidak dapat dilayani dengan skim KPR dan KKB maupun kredit konsumtif lainnya, sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Tidak seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Multiguna (KMG) justru membutuhkan jaminan atau agunan sebagai persyaratan mutlak untuk proses pengajuan kredit multiguna. Jaminan tersebut diberikan kepada pihak Bank yang akan menyalurkan pinjaman berjenis kredit multiguna.

Mengapa Kredit Multiguna (KMG) Mengharuskan Adanya Agunan?

Dari jaminan milik nasabah, Bank dapat menaksir limit Kredit multiguna yang akan dicairkan. Sehingga jumlah pinjaman dari Kredit Multiguna bisa dibilang lebih fleksibel, bahkan bisa mencapai milyaran rupiah.

Untuk Apa Saja Pembiayaan Produk Kredit Multiguna (KMG)?

Pembiayaan kredit multiguna berbentuk dalam dana tunai. Penggunaanya dapat digunakan untuk beragam kebutuhan finansial. Berikut jenis dan manfaat pembiayaan Kredit Multiguna

Dilihat dari segi kegunaan

a. Kredit investasi

Nasabah dapat mengajukan pinjaman Kredit Multiguna untuk keperluan perluasan usaha atau membangun proyek/pabrik baru untuk keperluan rehabilitasi.

b. Kredit modal kerja

Nasabah dapat menggunakan dana tunai Kredit Multiguna untuk meningkatkan produksi dalam biaya operasional. Seperti membeli bahan baku, memperluas jaringan bisnis, membeli keperluan produksi.

Dilihat dari segi tujuan kredit

a. Kredit produktif

Nasabah dapat mengalokasikan dana pinjaman Kredit Multiguna untuk mulai merintis bisnis.

b. Kredit konsumtif

Nasabah dapat menggunakan data pinjaman Kredit Multiguna untuk keperluan membeli rumah, renovasi rumah, membeli kendaraan pribadi, persiapan biaya pendidikan, biaya pernikahan, biaya pengobatan, melunasi piutang, dan kebutuhan finansial lainnya.

Apa Saja Agunan untuk Mengajukan Kredit Multiguna?

Selama nasabah masih dalam proses pelunasan, maka jaminan tersebut akan diamankan pihak pemberi pinjaman.Adapun jaminan-jaminan kredit yang dapat menjadi agunan Kredit Multiguna adalah sebagai berikut :

- Sertifikat tanah

- Sertifikat rumah/bangunan

- Akta pendirian perusahaan

- Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kendaraan

- Mesin-mesin pabrik

- Logam Emas

- Sapi ternak

- Biji kopi

- Pesawat/Kapal

- Surat perjanjian nilai kontrak

- Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri

- Sertifikat deposito

- Sertifikat saham

Pada umumnya, nilai agunan Kredit Multiguna harus bernilai lebih besar dari jumlah dana yang akan dipinjam.

Apa Saja Keistimewaan dari Kredit Multiguna (KMG)?

  • Proses mudah dan cepat

Adanya bentuk jaminan atau agunan, memudahkan proses dalam pencairan dana. Bank ataupun penyedia layanan kredit dapat memberikan taksiran jumlah pinjaman untuk debitur.

  • Dana Tunai Fleksibel

Banyak kegunaan dari Kredit Multiguna, karena dana tunai pinjaman dapat dialokasikan untuk banyak kebutuhan finansial. Bukan hanya untuk pinjaman investasi dan modal kerja, melainkan dapat digunakan untuk kebutuhan kredit konsumtif.

  • Tenor panjang

Jangka waktu pinjamanan Kredit Multiguna berkisar antara 1 (satu) hingga 5 (lima) tahun. Bahkan ada penyedia layanan keuangan yang dapat memberikan waktu pelunasan lebih dari 10 tahun.

  • Limit

Limit pinjaman Kredit Multiguna dapat berkisar hingga milliaran rupiah, apabila agunan yang dijaminkan memang memenuhi standar kebijakan dari Bank penyedia kredit.

Apa Saja Kekurangan Kredit Multiguna (KMG)?

Layanan Kredit Multiguna memiliki beberapa kekurangan seperti proses yang panjang. Sebab, pihak Bank ataupun Multifinance akan melakukan appraisal (penilaian) terhadap nilai jaminan yang diberikan, baru kemudian memutuskan apakah agunan yang diberikan itu layak atau tidak.

Selain itu, aset atau barang agunan tidak bisa sembarangan. Tidak semua jenis aset atau barang bisa dijadikan agunan, sebab Bank atau Multifinance akan meminta aset sesuai dengan jumlah pinjaman yang diajukan. Contoh produk yang bisa menjadi jaminan misalnya, sertifikat rumah, tanah, properti, BPKB kendaraaan, dan lain sebagainya.

Ketika seseorang mengalami masalah dan tidak bisa melunasi cicilan tepat waktu, maka aset tersebut akan disita oleh pihak kreditur yakni Bank atau Multifinance. Rumah, tanah, properti, atau mobil yang dijaminkan bisa saja disita.

Kekurangan lainnya adalah aset yang dijaminkan akan menentukan nilai pinjaman. Aset yang disita nantinya akan dijual oleh Bank atau Multifinance. Jika hasil penjualan aset belum bisa menutupi utang, kreditur tetap menuntut debitur untuk melunasinya. Namun jika ada kelebihan, debitur berhak menerima selisih hasil penjualan aset dikurangi sisa utang.

Apa Saja Persyaratan untuk Mengajukan Kredit Multiguna (KMG)?

Persyaratan umum yang harus dimiliki calon nasabah adalah, sebagai berikut :

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Berumur 21-60 tahun

3. Berprofesi sebagai karyawan/pengusaha/professional

Sama dengan pengajuan produk kredit lainnya, Kredit Multiguna juga mengharuskan nasabah melengkapi dokumen-dokumen berikut ini:

1. Fotokopi KTP

2. Fotokopi NPWP

3. Fotokopi rekening tabungan

4. Dokumen penyerahan agunan

5. Fotokopi kartu keluarga

6. Fotokopi Akta Nikah

Suku Bunga Apa yang Digunakan Pada Kredit Multiguna (KMG)?

Berikut ini dua jenis pembebanan suku bunga pada Kredit Multiguna

1. Suku Bunga Efektif

Cara perhitungan bunga dalam jenis ini dihitung dari nilai pokok hutang, bukan dari nilai pokok pinjaman. Keuntungannya, nilai bunga semakin lama akan menjadi berkurang seiring dengan pembayaran untuk pokok hutang.

2. Suku Bunga Flat

Suku bunga disetiap bulan tetap dari jumlah pinjamanannya, demikian pula pokok pinjaman setiap bulan juga dibayar sama sehingga cicilan setiap bulan sama sampai kredit tersebut lunas.

3. Suku Bunga Floating

Bunga Floating adalah modifikasi dari perhitungan anuitas. Modifikasi ini dilakukan karena bunga tiap tahunnya bisa berbeda-beda karena mengikuti keadaan pasar.

Berikut ini merupakan simulasi untuk perhitungan cicilan pembayaran Kredit Multiguna dengan jenis suku bunga flat

Andri mendapatkan dana pinjaman Kredit Multiguna sebesar Rp 100 juta, dan jangka waktu pelunasan selama 12 bulan. Bunga yang diberikan oleh bank adalah 9.5% per tahun. Berapakah cicilan perbulan yang harus dibayar Andri?

P = pokok pinjaman

i = suku bunga per tahun

t = lama kredit dalam bulan

Maka:

Cicilan pokok per bulan = P / t

Bunga per bulan = P x i / 12

Totalbunga yang harus dibayar = P x i / 12 x t

Cicilan pokok

Rp. 100.000.000 : 36 = Rp 2.777.777

Bunga

Rp. 100.000.000 x 9.5% : 12 = Rp 791.666

Maka angsuran perbulan yang harus dibayar Andri adalah

(Angsuran Pokok per bulan + Angsuran Bunga per bulan)

Rp 2.777.777 + Rp 791.666 = Rp 3.569.443

Angsuran per bulan : Rp 3.569.443

Berikut ini tabel simulasi cicilan untuk Andri untuk melunasi kredit sebesar Rp 100 juta selama 36 bulan


Tabel diatas merupakan hasil simulasi, bukan merupakan keadaan sebenarnya. Karena Bank pada umumnya mempunyai perhitungan sendiri dan menetapkan kebijakan jenis bunga yang berbeda.

Dua lembaga penyedia Kredit Multiguna di Indonesia:

1. Bank

2. Multifinance

Dua lembaga tersebut memberikan fasilitas pinjaman untuk masyarakat yang membutuhkan pinjaman. Namun tentu saja kedua lembaga tersebut masing-masing berbeda dalam menetapkan syarat dan ketentuan produk Kredit Multiguna.

Lalu Apa Perbedaan Antara Bank dengan Multifinance?

Selain sebagai tempat layanan memberikan fasilitas pinjaman, Bank merupakan lembaga keuangan yang bertanggung jawab menyimpan dan menjaga berbagai aset milik nasabah.

Sedangkan Multifinance dikenal sebagai lembaga keuangan yang bergerak dalam bisnis pembiayaan dalam hal kredit. Terkait dalam produk Kredit Multiguna, tentu saja kedua lembaga itu jelas berbeda dalam setiap fitur-fitur yang ditawarkan untuk masyarakat.

Perbedaan-perbedaan itu seperti dalam poin-poin berikut ini:

- Proses persetujuan aplikasi

- Limit pinjaman

- Suku bunga

Cara Pembayaran Kredit Multiguna (KMG)

Pihak Bank atau Multifinance memberikan kemudahan bagi setiap debitur untuk melakukan pembayaran tagihan setiap bulannya. Pembayaran tagihan kredit multiguna dapat dibayarkan dengan cara transfer layanan antar bank via ATM, setor langsung ke Teller, ataupun auto debet dari rekening debitur. 

Untuk nasabah yang sudah memiliki tabungan pada Bank yang memberikan dana kredit, maka auto debet biasanya akan diberlakukan. Namun tentu saja dengan persetujuan dari debitur. 

Yang perlu diingat adalah bahwa jenis suku bunga yang diberlakukan tidak selalu flat. Sehingga cicilan di tahun pertama lalu ditahun berikutnya bisa saja berbeda.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama