Strategi Mengajukan KMG untuk Pengembangan Usaha

Banyak dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha. Sebelum mengajukan Kredit Multiguna apa saja hal-hal yang harus diperhatikan calon debitur?

Usaha Anda mulai berkembang? Butuh dana tambahan untuk mengembangkan usaha? Solusi apa yang dapat membantu? Kredit multiguna otomatis menjadi pilihan untuk kebutuhan modal besar dalam menjalankan usaha terkadang Anda mengalami kendala dalam permasalahan modal

Misalnya saja ketika permintaan pasar melonjak sedangkan batas produksi Anda tidak mencukupi, atau Anda berencana mengembangkan usaha dengan membuka cabang baru, dan permasalahan lainnya. Dalam hal ini pinjaman bank boleh dilakukan.

Untuk kebutuhan dana dalam jumlah besar pinjaman bank seperti Kredit Multiguna bisa menjadi pilihan. Rata-rata plafon dipatok berkisar Rp 2 juta – Rp 2 miliar bahkan ada bank yang memberikan sampai Rp 5 miliar.

Kredit multiguna (KMG) adalah pinjaman pribadi dengan mengagunkan barang sebagai jaminan pinjaman. Contoh jaminan untuk kebutuhan dana besar adalah rumah atau tanah. Semua tergantung kebutuhan Anda.

Pertimbangkan dengan matang sebelum memilih mengajukan pinjaman ke Bank. Sebelum mengajukan pinjaman kredit multiguna atau pinjaman lainnya ada baiknya Anda mengetahui hal-hal yang harus dilakukan, seperti berikut:

1. Kondisi Pasar dan Jenis Usaha

Bank akan menilai jenis usaha Anda, apakah sudah berlangsung lama atau masih terbilang baru. Hal ini akan memudahkan bank untuk mempercayai Anda sebagai calon debitur sebab jangka waktu usaha menentukan keadaan pasar.

Selanjutnya kondisi ekonomi pada masa sekarang dan masa akan datang harus dinilai sesuai sektor atau jenis usaha masing-masing. Jenis usaha yang dibangun sejak kecil membuktikan jenis usaha tersebut sudah memiliki pasar dan potensi untuk berkembang. 

Penilaian prospek bidang usaha yang dibiayai hendaknya memiliki prospek baik, sehingga kemungkinan kredit tersebut bermasalah relatif kecil.

2. Laporan Keuangan

Laporan keuangan berguna untuk mengetahui sumber-sumber pembiayaan nasabah terhadap usaha yang akan dibiayai bank. Melalui laporan keuangan, bank dapat menilai bagaimana tren hasil penjualan naik, turun, atau stagnan. Kemudian struktur biaya fixed cost atau variable cost.

Hal lainnya yang diperhatikan dalam laporan keuangan adalah perbandingan biaya, pendapatan, hutang dan tagihan (lebih besar, lebih kecil, atau setara), serta proyeksi arus kas (surplus atau defisit.)

3. Kapasitas Calon Nasabah

Bank akan menilai besar kecilnya bisnis Anda, bagaimana kapasitas dalam menjalankan dan mengelola usaha. Hal ini nantinya akan dihubungkan dengan kemampuan calon debitur dalam membayar kredit, sehingga akan terlihat kemampuannya dalam mengembalikan kredit.

4. Catatan Kredit yang Baik

Bank pemberi kredit harus mengetahui catatan kredit calon nasabahnya baik atau buruk. Informasi calon debitur dapat diperoleh dengan melihat IDI historisnya yang dikeluarkan oleh bank Indonesia.

Jika calon debitur memiliki riwayat pinjaman buruk sebelumnya, seperti memiliki kredit macet, tunggakan kartu kredit, KTA, Kredit Multiguna, KPR, dan lain sebagainya bank otomatis tidak akan menyetujui aplikasi yang diajukan

5.Jaminan yang Diberikan

Bank mensyaratkan adanya jaminan untuk pinjaman yang diajukan calon debitur baik itu bersifat fisik maupun non fisik. Contohnya seperti Kredit Multiguna. Aset yang bersifat fisik seperti kendaraan, tanah, dan bangunan. Sedangkan yang bersifat nonfisik seperti deposito, saham dan lain-lain.

Jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang diberikan. Selain itu jaminan juga harus diteliti keabsahannya sehingga jika terjadi suatu masalah, dapat dipergunakan secepat mungkin.

6. Persyaratan Administrasi

Yang tidak kalah penting adalah persyaratan administrasi. Calon debitur harus mempersiapkan dokumen-dokumen dengan baik. Secara khusus Anda perlu mempersiapkan fotocopy tabungan dan rekening usaha sekurang-kurangnya 3 bulan terakhir. 

Dokumen lainnya yang umum wajib dilengkapi calon debitur adalah fotocopy KTP, akte nikah, kartu keluarga, dan NPWP.

Mendapatkan pinjaman dari bank memang tidak mudah tetapi tidak bisa juga dibilang sulit. Jika Anda sudah memenuhi hal-hal diatas seharusnya tidak akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pinjaman. 

Anda hanya perlu sedikit berusaha dan jujur kepada pihak bank sehingga pengajuan dapat diterima dengan baik.Selamat mencoba dan semoga berhasil. 

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama