Pinjaman Pribadi untuk Kebutuhan Sekolah? Kenapa Tidak!

Masuk sekolah identik dengan kebutuhan dana. Dan para orang tua pun pusing dengan itu. Jangan khawatir, mengapa tidak maksimalkan saja pinjaman pribadi Anda?

  1. hitung biaya pendidikan
  2. cara mencapai target kebutuhan dana
  3. menabung untuk biaya kuliah anak
  4. mengajukan dana pinjaman pribadi

vector Kredit Multiguna Untuk Biaya Sekolah

Biaya pendidikan anak semakin naik tiap tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan itu biasanya adalah inflasi. Nah dari pada pusing di mana bisa mendapatkan tambahan dana untuk kebutuhan sekolah, mengapa tidak maksimalkan saja pinjaman dana tunai Anda ke Bank?

Pendidikan adalah salah satu bekal paling penting bagi anak. Tidak sedikit para orang tua ingin agar anaknya bersekolah di institusi yang mengajarkan banyak hal, mulai dari Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Matematika, Akuntansi Dasar, bahkan Sastra.

Masalahnya, biaya pendidikan di Indonesia kian mahal. Untuk itu, orang tua sebaiknya mempersiapkan biaya pendidikan anak sejak dini. Untuk memasukkan anak ke sekolah bonafide, memang berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkan. Itu dilakukan agar orang tua bisa memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya. Dengan demikian, tingginya pendidikan seseorang masih menjadi salah satu tolak ukur dalam pencapaian jenjang karier.

Menurut hitungan para perencana keuangan, biaya pendidikan di negeri ini rata-rata meningkat sekitar 15%-20% tiap tahun. Angka itu belum termasuk inflasi. Menurut data dari laman Edukasi Kompas, biaya sekolah yang relatif mahal ditengarai menjadi penyebab utama tidak berdayanya para siswa miskin melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya. Kesulitan ini semakin berat dengan adanya keharusan membayar uang pangkal, membeli buku tulis, baju seragam, dan buku pelajaran.

Anda harusnya tidak perlu khawatir. Toh, semua masalah pasti ada solusinya. Jika kita memiliki cita-cita ingin menyekolahkahkan putra-putri kita di sekolah swasta maupun negeri, pastikan bahwa pendidikan itu terjamin bagi anak. Di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui.

Hitung biaya pendidikanbiaya pendidikan

Menentukan target kebutuhan biaya pendidikan sudah pasti harus dilakukan para orang tua. Idealnya, sejak anak lahir ke dunia, orang tua harusnya sudah memperkirakan usia berapa si anak akan masuk TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Tidak mungkin Anda memperkirakan biaya pendidikan si anak hanya sambil lalu. Atau, Anda cuma berkata, “Ah, itu sih nanti-nanti saja. Belum juga besar, masa sudah pikirin dana.

Justru itu kesalahan terbesar yang jamak dilakukan para orang tua. Tanpa sadar, anak sudah memasuki usia layak masuk SMP, dan dana pun masih belum disiapkan. Cari tahu informasi mengenai berapa biaya pendidikan saat ini, di segala jenjang. Dengan begitu Anda bisa memperhitungkan untuk mengalokasikan dana ke instrumen investasi yang cocok untuk kebutuhan itu.

Ambil contoh seperti ini, biaya masuk SD saat ini Rp 6 juta. Anak Anda akan masuk sekolah dasar empat tahun mendatang. Dengan asumsi biaya pendidikan naik rata-rata tiap tahun mencapai 20% per tahun, berarti Anda harus menyiapkan dana sekitar Rp 12,5 juta (asumsi). Untuk mendapatkan gambaran secara kasar, data di atas adalah asumsi biaya pendidikan pada tahun 2007/2008.

Cara mencapai target kebutuhan dana

Sebagian besar perencana keuangan pasti akan mengembalikan lagi pertanyaan penting kepada Anda, “Untuk kebutuhan jangka pendek atau jangka panjang?” Beberapa perencana keuangan memberikan banyak sekali nasihat atau opsi instrumen investasi yang cocok. Semua instrumen investasi itu sebenarnya cocok. Tapi, mana yang lebih pas pada kebutuhan keuangan yang Anda inginkan?

Ada perencana keuangan yang menyarankan berinvestasi secara bertahap. Misalnya, lewat produk tabungan pendidikan. Salah satu keunggulannya adalah suku bunga yang dimiliki umumnya lebih tinggi dari tabungan biasa. Ada juga orang tua yang memilih mengambil deposito untuk biaya kuliah anak-anak mereka. Semua itu cocok bagi individu dan keperluan mereka.

Sebenarnya ada banyak cara untuk mencapai atau memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak-anak kita, salah satunya adalah memaksimalkan pinjaman dana tunai Anda. Dengan memaksimalkan pinjaman Anda, biaya pendidikan untuk anak bisa teratasi.

Putera Sampoerna Foundation

Menabung untuk Biaya Kuliah Anak

Walau hasilnya belum sepadan dengan target biaya pendidikan anak nantinya, menabung tetap akan sangat membantu dibanding tidak menyisihkan uang sama sekali. Contohnya begini, Anda ingin biaya pendidikan anak tercukupi pada saat kuliah nanti. Untuk itu, Anda mengambil instrumen investasi reksadana pendapatan tetap dengan alokasi dana sekitar Rp 4 juta per tahun, dengan bunga 10% per tahun. Anda berinvestasi di reksadana sejak anak berusia satu tahun. Maka, saat anak masuk kuliah, Anda akan mendapatkan dana pendidikan sebesar Rp 190 juta (asumsi). Meski nominal ini masih di bawah angka Rp 400 juta (misal) yang dibutuhkan, dana ini tetap akan sangat membantu.

Selain itu, masih ada pilihan lain yang bisa meringankan sedikit kondisi keuangan Anda untuk hal biaya pendidikan/sekolah anak. Universitas besar biasanya akan memberikan beasiswa bagi murid-murid yang berprestasi di sekolahnya.Inibukan hanya di bidang akademis. Universitas Pelita Harapan di Tangerang misalnya, memberikan beasiswa bagi anak-anak yang menonjol di bidang olahraga bola basket. Perguruan Tinggi Negeri juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswayang memiliki nilai akademik tinggi. Bahkan perusahaan besar seperti Sampoerna Foundation, atau Yayasan Chevron Texaco dari Caltex, dan beberapa kedutaan besar di Indonesia membuka bantuan beasiswa setiap tahun.

Mengajukan Dana Pinjaman Cepat Cair

Salah satu solusi yang juga bisa diandalkan adalah mengajukan kredit tanpa agunan ke institusi yang terutama dan terpercaya. Pastikan Anda mengetahui berapa besaran dana yang dibutuhkan untuk biaya sekolah anak. Apakah 50 juta, 100 juta, 200 juta? Apakah untuk jangka pendek atau jangka panjang? Apakah ingin mengajukan KTA hingga anak Anda masuk ke jenjang perguruan tinggi? Semua itu bisa diajukan agar putra-putri kita mendapat pendidikan terbaik yang mereka inginkan.

Jangan merasa kewalahan jika nanti Anda takut tidak bisa membayar. Mengapa? Yang perlu Anda ingat bahwa saat anak-anak masih kecil, Anda belum berada pada posisi puncak karir dan pendapatan. Lima belas tahun dari sekarang, kemungkinan besar gaji Anda akan meningkat. Biayapengeluaran untuk kebutuhan bulanan anak pun akan semakin berkurang, dan Anda akan punya sisa gaji bulanan yang lebih besar untuk membantu membiayai kuliah anak.

Namun, masih ada harapan bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin mengecam pendidikan, mereka harus belajar dengan giat agar mereka mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Padahal untuk menjadi orang yang sukses, terlebih di era globalisasi seperti sekarang ini, dibutuhkan pendidikan yang baik. Dan seharusnya biaya bukanlah menjadi halangan untuk dapat menikmati pendidikan yang sesungguhnya.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama