Begini Cara Bank Menilai Rumah untuk Menjadi Jaminan

Mencari modal usaha ataupun membutuhkan dana dalam jumlah besar, mengajukan pinjaman dengan jaminan rumah menjadi pilihan tepat. Namun berapa besarnya dana yang dicairkan?

Bagaimana cara bank menghitung harga rumah? Pertanyaan ini terkadang disepelekan oleh nasabah yang akan mengajukan kredit dengan jaminan rumah. Saat ini apabila kebutuhan dana mendesak solusi paling ampuh adalah dengan mengejukan kredit atau pinjaman kepada bank.

Berbagai fasilitas kredit perbankan bisa menjadi jalan keluar. Salah satunya adalah kredit multiguna yaitu menjaminkan suatu barang seperti rumah untuk jaminan pinjaman. Menjaminkan rumah kepada pihak bank memang tidaklah mudah.

Menjaminkan Rumah untuk Pinjaman

Keuntungan Menjaminkan Rumah untuk Pinjaman

Menjaminkan rumah adalah pilihan yang tepat, mengapa? Karena selain bisa ditempati, pihak bank juga cenderung lebih menyukai kredit dengan jaminan rumah. Sisi lainnya, periode kredit lebih panjang dari jaminan lainnya selain rumah.

Prosedurnya juga tidak terlalu ribet. Pengajuan kredit, hanya menyerahkan sertifikat dan sejumlah dokumen persyaratan ke bank. Selanjutnya bank akan menilai rumah yang Anda jaminkan. Saat ingin mengajukan penjaminan rumah maka Anda perlu mempersiapkan beberapa dokumen seperti:

  • Fotocopy identitas (KTP/SIM/Paspor)
  • Sertifikat rumah
  • Fotokopi slip gaji 3 bulan terakhir
  • Salinan kartu keluarga
  • Salinan buku tabungan
  • Salinan akta nikah (jika sudah menikah)
  • Rekening listrik
  • Rekening telepon
  • NPWP

Selanjutnya apakah Anda tahu berapa besaran pinjaman yang akan diberikan bank dengan jaminan rumah yang diberikan? Beberapa kasus kerap membuat nasabah bingung sebab pinjaman yang dikeluarkan serasa tidak sebanding dengan biaya Anda membangun rumah tersebut.

Cara Bank Menilai Jaminan Rumah

Bank Menilai Jaminan Rumah

Bank memiliki perhitungan dan penilaian untuk menentukan besarnya pinjaman yang akan diberikan. Pihak bank biasanya akan memberikan sekitar 70-80% dana dari harga rumah yang dijaminkan. Misalnya jika harga rumah Rp 500 juta, maka bank hanya akan mencairkan dana sebesar Rp350-400 jutaan.

Lalu bagaimana cara bank menghitung harga rumah jaminan? Bank akan melakukan beberapa pendekatan untuk memberikan harga. Biasanya pendekatan harga pasar dan pendekatan biaya menjadi cara yang digunakan oleh pihak bank.

1. Pendekatan Harga Pasar

Pihak appraisal akan mencari tahu informasi dan data dari bangunan sejenis dengan rumah yang dijaminkan. Pihak bank akan mencari tahu harga pasaran beberapa rumah dan mencari kesamaan data dengan rumah lain yang dijual pada lokasi serupa.

Misalnya, harga rumah sekitar Anda dengan type yang sama, hanya senilai Rp700 juta, maka harga itu akan menjadi harga pembanding. Maka bank akan mengambil harga lebih kecil/ sedikit di bawah harga pembanding.

2. Pendekatan Biaya

Pihak bank akan melakukan survei, tentang harga tanah rumah serta mencari tahu informasi lewat tetangga yang ada di sekitar rumah. Lalu menghitung harga terkait rumah yang akan dijaminkan. Misalnya harga tanah lokasi rumah permeter persegi, harga bahan bangunan, serta prediksi perkembangan harga yang akan terjadi.

Metode meter, metode tambah kurang, atau metode quantity surveyor kerap kali digunakan dalam menaksir rumah dengan pendekatan biaya. (Rumus pendekatan biaya: Nilai pasar = harga tanah + nilai bangunan dan sarana pelengkap bangunan).

Dua pendekatan tadi, sangat dipengaruhi juga oleh kondisi rumah dan sekitarnya, serta sejauh mana kemampuan Anda untuk membayar kredit tersebut. Misalnya, nilai rumah Anda Rp1,5miliar, tapi berada di lokasi rawan longsor, tentu pihak bank akan menjadikannya sebagai faktor penting menghitung nilai rumah yang dijaminkan.

Produk Kredit Jaminan Rumah

Produk Kredit Jaminan Rumah

Ada banyak pilihan produk pinjaman jaminan rumah, dana yang didapat bisa digunakan untuk beragam kebutuhan seperti modal usaha, merenovasi rumah, dan kebutuhan mendesak lainnya.

1. BNI Griya Multiguna

BNI Griya Multiguna merupakan Kredit dengan Agunan berupa syarat jaminan sertifikat properti berupa rumah, apartemen, ataupun ruko. Ada dua jenis plafon kredit, yaitu BNI Griya Multiguna Single Facility dengan jumlah pinjaman Kredit Multiguna berkisar Rp 50 juta hingga Rp 2,5 miliar, dan BNI Griya Multiguna Dual Facility pinjaman Kredit Multiguna berkisar Rp250 juta hingga Rp2,5miliar

2. BTN Kredit Agunan Rumah

Bank BTN menawarkan pinjaman untuk kebutuhan dana konsumtif dengan jumlah pinjaman tinggi. Produk pinjaman yang termasuk dalam jenis Kredit Multiguna ini menggunakan syarat jaminan berupa sertifikat rumah, ruko, rukan ataupun apartemen. BTN dapat mencairkan dana pinjaman sesuai dengan nilai agunan Anda. Antara 80 - 90% dana pinjaman dapat cair dari jumlah nilai agunan.

3. Bank Danamon Dana Pinjam

Bank Danamon Dana Pinjam merupakan Kredit Multiguna menggunakan agunan berupa BPKB mobil, sertifikat rumah, SHGB (sertifikat hak guna bangunan) ruko ataupun rukan. Danamon memberikan kemudahan dalam pembayaran tagihan dengan cicilan tetap. Sehingga nasabah dimudahkan dengan pembayaran angsuran setiap bulannya.

Cari dan temukan produk KPR lainnya melalui KreditGoGo, bandingkan mulai dari suku bunga, jangka waktu dan plafon kreditnya. Ajukan langsung secara online dan raih untuk lebih banyak hanya di KreditGoGo.

Baca juga: 
5 Pilihan Kredit Multiguna Cepat Cair
5 Pilihan Kredit Multiguna Tenor Panjang

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama