Motor Bekas dengan Harga Jual Tinggi? Ini Dia

Seperti kita tahu, motor seken pada umumnya dihargai rendah. Tapi jangan salah, ada beberapa merek motor bekas yang juga dihargai tinggi. Apa saja ya?

Bagi banyak orang, pemakaian sepeda motor masih menjadi andalan, terutama di kota besar. Di daerah pun, masyarakat masih mengandalkan transportasi roda dua ini untuk berbagai keperluan, misalnya ke pasar terdekat. Ide kreatif seseorang pun bisa akan muncul jika menggunakan sepeda motor ini, misalnya pemanfaatan motor sebagai transportasi untuk pengantaran produk usaha ekonomi kecil yang kita rintis.

Di kalangan tertentu, masih ada juga masyarakat yang mempertimbangkan harga jual kembali ketika membeli sebuah motor. Itu ada benarnya. Mengapa? Karena tidak semua tipe ternyata tidak bisa dijual kembali dengan harga tinggi. Hanya model-model populer tertentu saja yang bisa cepat terjual. Nilai tawarnya pun tidak jauh dari harga ketika pertama membeli. Asyik bukan?

sepeda motor bekas dengan nilai jual tinggi

Cek Mesin Berkala

Sebagai hal pertama, untuk lebih meyakinkan Anda apakah nilai jual kembali sebuah motor masih tetap tinggi atau tidak, jika kita melihat dari sudut pandang konsumen, masyarakat pasti melihat kondisi mesin untuk pertama kali. Pertanyaan yang diajukan calon pembeli pada umumnya adalah "Apakah sering dicek rutin ke bengkel?". 

Hal-hal demikianlah yang biasanya dilihat oleh calon pembeli. Hendaknya kita tidak boleh membohongi calon konsumen dalam hal ini. Mengapa? Sebab calon konsumen bisa dengan mudahnya memastikan apakah motor seken yang Anda jual memang memiliki mesin yang masih mumpuni atau tidak. 

Percobaan pertama yang dilakukan adalah menyetel tuas gas sekencang-kencangnya untuk melihat rauman mesin yang masih halus. Mungkn ini terdengar tidak profesional, tapi memang masyarakat awam menggunakan teknik ini untuk pengujian pertama.

Percobaan kedua adalah melihat langsung kondisi mesin. Misalnya membuka busi perapian yang masih baru atau sudah bekas. Kadang ada juga motor seken yang busi perapiannya tidak diganti selama beberapa bulan. Itu menyebabkan motor seken semakin susah untuk dinyalakan. Jika memang rajin membawa motor ke bengkel dan servis rutin, berbanggalah, motor Anda masih layak dihargai tinggi. Atau paling tidak mengalami penurunan yang tidak 'seberat' motor dengan merek lain.

Desain Modifikasi yang Disukai Pasar Otomotif

Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai jual kembali sebuah motor adalah kenyamanan pengendara, misalnya jok yang tadinya standar pabrikan diganti dengan jok yang lebih empuk dengan merek MBTech. Itu untuk bagian kenyaman.

Kita bisa juga berbicara masalah knalpot. Jika knalpot motor Anda tadinya masih standar pabrikan, bisa diganti dengan knalpot khas motor balap. Tentu juga dengan mempertimbangkan bobot kendaraan keseluruhan, apakah semakin berat atau masih dalam bobot toleransi. 

Untuk bisa memenuhi selera modifikasi calon konsumen Anda, coba perhatikan selera mereka. Apakah calon konsumen Anda suka modifikasi motif batik, apakah calon pembeli tersebut lebih menyukai selera motif motor balap, atau memang lebih suka motif pabrikan.

Satu hal yang terpenting, lakukan modifikasi tersebut agar sesuai dengan bujet keuangan Anda. Jika isi dompet masih belum terjangkau untuk melakukan modifikasi, Anda bisa menabung dahulu. Melakukan modifikasi di bengkel favorit Anda lalu menunda pembayaran, tidak saya sarankan. Mengapa? Sebab masa menabung bisa digunakan untuk melihat-lihat motif apa yang bisa diaplikasikan dengan mudah ke motor tersebut.

Jika memang akan dijual cepat, dan calon pembeli memang ingin membuat motif yang baru pada motor seken tersebut, ajaklah calon pembeli tersebut ke bengkel favorit Anda tempat biasa melakukan modifikasi. Komunikasikan motif apa yang disukai. Simpel kan? Tapi Anda harus cermat. Jangan sampai hobi memodifikasi motor menghabiskan seluruh keuangan yang dihasilkan dalam satu bulan. Jika ada masalah, bisa jadi Anda kurang cermat dalam mengatur perencanaan keuangan diri sendiri. Identifikasi masalah apa yang terjadi dalam keuangan Anda dan hobi, lalu carikan solusinya.

Gengsi

Menurut  bapak Fauzi Thalib, salah satu pengelola pusat jual-beli sepeda motor bekas di daerah Cipinang Besar, Jakarta Timur, citra dan gengsi merek sangat mempengaruhi untuk mempertahankan nilai jual kembali sebuah motor. Indikatornya apa? Kita bisa melihat promosi merek sepeda motor tersebut. Siapa yang paling gencar marketing promosinya, merek sepeda motor itulah yang masih memiliki nilai jual tinggi di masyarakat.

Bagi sebagian orang pun, beberapa tipe motor masih menjadi pilihan. Misalnya di daerah Bogor terdapat komunitas motor Yamaha matik. Komunitas ini memiliki anggota yang sepenuhnya fanatik terhadap motor matik, dengan merek Yamaha. 

Gengsi seperti ini juga turut mempengaruhi harga jual kembali sebuah motor. Semakin besar lingkaran sosial komunitas sama seperti itu, maka jenis motor matik pun bisa akan tetap berada di pasaran. Maksudnya, harga jual motor dengan merek Yamaha tersebut masih memiliki nilai jual tinggi di masyarakat.

Tapi harus diingat juga, jika dengan gengsi Anda hanya untuk membeli sepeda motor, hati-hati! Bisa jadi Anda terjerumus salah beli kendaraan roda dua yang tidak sesuai dengan harapan. Sebaiknya perhatikan terlebih dahulu informasi apa saja yang diperlukan ketika membeli motor.

Harga Jual Masih Tetap Tinggi

Masih banyak kalangan yang mempertimbangkan harga jual kembali ketika membeli sepeda motor. Ada benarnya, karena tidak semua tipe bisa dijual dengan harga tinggi. Hanya model-model populer di pasaran yang bisa cepat terjual dengan nilai tawar tak jauh dari harga baru.

Jika kita melihat data penjualan dari AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), ternyata merek motor yang memiliki harga jual tinggi berbanding lurus dengan data tersebut. Maksudnya, merek apa yang paling laris terjual, sepeda motor itulah yang paling populer dan mampu mempertahankan harga jualnya kembali tinggi.

Honda dan Yamaha Pesaing Keras di Pasaran

Misalnya Honda Beat, dengan harga baru Rp 13,8 juta - Rp 14,4 juta, ternyata memiliki nilai jual kembali antara Rp 11 juta - Rp 12 juta (model 2014). Penurunan ini hanya sekitar Rp 1,5 juta - Rp 2 juta. Sepeda motor lainnya yang memiliki nilai jual kembali masih dalam posisi 'tinggi' adalah Honda Vario Techno 125. 

Masih menurut situs Astra Honda, motor Vario Techni 125 memiliki harga baru Rp 16.600.000 (model 2014). Dan harga jual kembali kendaraan roda dua tersebut, pada situs JualanMotor.Com berkisar pada harga Rp 14 juta - Rp 15 juta.

Untuk Yamaha, jenis jagoan yang memiliki harga jual kembali tinggi adalah V-ixion Lightning dan Mio GT. Untuk harga baru Yamaha V-ixion adalah Rp 22,4 juta - Rp 22,6 juta. Sementara untuk harga jual kembali motor tersebut berada pada kisaran Rp 19 juta -  Rp 21 juta. Tidak terlalu mengalami penurunan, bukan?

Jika Anda penasaran jenis motor lainnya yang memiliki nilai jual kembali, berikut adalah daftar yang bisa kami himpun dari Kompas Otomotif.

1. Honda Vario Techno 125 (ISS dan non-ISS).

2. Honda Beat FI dan karburator (masing-masing memiliki penggemar fanatik tersendiri).

3. Yamaha Mio GT

4. Yamaha V-ixion Lightning

5. Suzuki Satria FU (tahun berapa pun)

6. Kawasaki Ninja 250 (injeksi dan karburator)

7. Honda Supra X125. (pada beberapa diler, harga jual kembali tak terlalu tinggi, tapi masih banyak peminat loyal).

Oke. Sudah tahu kan merek mana saja yang bisa jadi acuan. Tapi daftar di atas bukan berarti formula pasti dalam pangsa pasar roda dua di Indonesia. Bisa jadi merek terbawah akan menjadi laris di tahun-tahun mendatang. Siapa tahu!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama