Mau Kredit Motor? Hindari Kesalahan Ini

Meski proses pengajuan kredit motor sangat mudah, tetap saja ada rambu-rambu yang harus Anda patuhi, seperti menghindari kesalahan-kesalahan berikut.

Warga kota besar, terutama Jakarta, pasti sudah ‘kenyang’ dengan masalah lalu lintas. Macet sudah tidak lagi mengenal waktu. Antrian kendaraan roda empat bisa terlihat mulai dari pagi, siang, sore, hingga malam hari.

Untuk mengatasi masalah kemacetan, banyak masyarakat yang akhirnya memutuskan untuk membeli sepeda motor. Selain bisa mempersingkat waktu tempuh perjalanan, motor juga lebih efisien dalam segala hal, seperti  biaya bahan bakar, biaya perawatan, dan pajak kendaraan.

Berminat memiliki sepeda motor juga? Tunggu dulu! Meski proses pengajuan kredit motor sangat mudah, tetap saja ada rambu-rambu yang harus Anda perhatikan, seperti menghindari melakukan empat kesalahan berikut ini.

1. Tidak Memeriksa Kondisi Keuangan Pribadi

Sebelum mengajukan kredit motor, hitung rasio cicilan utang terlebih dahulu. Rasio ini akan membantu Anda mengetahui berapa besar porsi gaji bulanan yang bisa dialokasikan untuk membayar cicilan utang. Idealnya besar rasio utang adalah 30%.

Jangan lebih dari itu!

Jika rasio utang sudah lebih dari 30%, maka sebaiknya tunda dulu niat dan keingingan Anda untuk membeli motor. Jangan menambah beban dengan mengambil pinjaman lagi. Ingat, Anda tidak saja harus membayar total utang yang lebih tinggi, tetapi juga bunga cicilan yang lebih besar. 

2. Menggunakan Leasing Palsu atau Abal-abal

Tingginya animo masyarakat untuk mengajukan kredit motor menyebabkan banyak perusahaan pembiayaan bermunculan. Perusahaan pembiayaan ini lebih dikenal di masyarakat dengan istilah perusahaan leasing.

Mereka sangat gencar merayu calon pembeli dengan berbagai janji kemudahan, misalnya kredit dapat cair dalam hitungan jam, uang muka dan bunga kredit rendah, serta tenor waktu pinjaman yang panjang.

Hati-hati, jangan mudah tergoda!

Kerjakan PR Anda terlebih dahulu. Carilah perusahaan pembiayaan yang tergabung dalam anggota Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

Pilihlah beberapa perusahaan dengan reputasi baik dan memiliki banyak kantor cabang. Lalu, lakukan perbandingan harga dan simulasi kredit. Jangan lupa untuk bernegosiasi untuk mendapatkan bunga kredit yang lebih rendah untuk memperkecil besar angsuran bulanan.

3. Mengambil Kredit dengan Waktu Terlalu Lama

Perusahaan pembiayaan sering menawarkan uang muka rendah dengan jangka waktu pinjaman yang lebih panjang. Waspadai hal ini. Harga yang menggiurkan tersebut mungkin saja dapat merugikan Anda di kemudian hari.

Perhatikan bunganya, jangan angsurannya!

Jangka waktu kredit yang lebih panjang memang membuat besar angsuran bulanan semakin rendah. Tetapi bunganya akan lebih banyak dan beban utang pun semakin besar. Jadi, usahakan jangan mengambil kredit terlalu lama.

4. Mengabaikan Masalah Administrasi

Saat memilih leasing, Anda juga harus memperhatikan masalah administrasi. Beberapa hal penting yang harus ditanyakan dan dicari jawabannya adalah:

Denda keterlambatan

Cari tahu tenggat waktu pembayaran dan batas tolerasi untuk membayar cicilan bulanan. Tanyakan juga berapa denda yang dikenakan jika terlambat membayar angsuran.

Asuransi

Motor bukanlah barang murah. Pastikan perlindungan asuransi Anda mencakup kehilangan dan kecelakaan. Cari juga informasi bagaimana cara melakukan klaim dan bentuk penggantian dari perusahaan asuransi.

BPKB

Umumnya BPKB dapat diambil paling lama 1 minggu setelah semua angsuran dan biaya diselesaikan. Perusahaan leasing seharusnya tidak mempersulit Anda untuk mendapatkan BPKB. Oleh karena itu, tanyakan dulu kapan BPKB bisa diterima ketika masalah administratif telah selesai.

Saat mengajukan kredit motor, selalu sesuaikan kemampuan dan kebutuhan sehingga Anda tidak mendapatkan tambahan beban utang di kemudian hari. 

Punya pengalaman menarik seputar kredit motor? Bagikan di kolom komentar. Kami tunggu ya!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • umyati

    Sangat setuju. Cuma sy selalu gagal untuk fpt kartu kreditnya

    Reply
    • wawang gunwan

      ya. kehati-hatian memang kuncinya. jangan terbawa ambisi napsu penget cepat kendaraan lalu mengesampingkan pikir2. TQ

      Reply