Kinclongnya Pasar Motor di Indonesia

Penjualan motor di Indonesia terus naik setiap tahunnya. Hal ini banyak didukung oleh harganya yang relatif terjangkau dan tingginya permintaan kredit.

Dengan semakin padatnya jumlah kendaraan di kota-kota besar seperti Jakarta membuat mobil seakan sudah tidak lagi menjadi moda transportasi andalan yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan sehari-hari. Kemacetan yang selalu terjadi, membuat pemakaiannya menjadi kurang efektif. Dengan alasan itu, rasanya realistis kalau kita menyebut motor adalah alat transportasi terbaik yang bisa digunakan saat ini.

Dengan tubuhnya yang ramping, motor tentu bisa diandalkan untuk menembus kemacetan yang sering terjadi di kota-kota besar. Tidak hanya itu, harganya yang tidak semahal mobil tentu bisa membuat banyak orang mampu membelinya, meskipun harus dengan mencicil.

Pangsa Pasar Motor di Indonesia

Dengan harga yang relatif terjangkau dan kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus meningkat. Tentu ikut membuat pasar kendaraan bermotor juga ikut tumbuh.

Buktinya, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang semester I tahun 2014, penjualan sepeda motor nasional tercatat sebanyak 4.216.473 unit. Nilai itu tumbuh 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 3.939.825 unit.

Jumlah tersebut sebagian besar dikuasai oleh PT Astra Honda Motor (AHM) melalui merek Honda menempati peringkat teratas sebagai produsen sepeda motor dengan penjualan terbanyak pada semester pertama tahun ini. PT AHM menguasai pangsa pasar motor nasional sekitar 62,3 persen, melalui angka penjualan sebesar 2.625.128 unit. Sementara sisanya diambil oleh produsen lain seperti Yamaha, Suzuki, dan lainnya.

Mengapa Dealer Lebih Suka Pembayaran Kredit ?

Ini yang menjadi fenomena menarik dalam beberapa tahun terakhir. Di mana pembeli motor di Indonesia sebagian besar membeli kendaraan roda dua ini dengan cara membayar secara kredit. Selain membantu konsumen yang belum memiliki modal cukup untuk membayar cash, pihak dealer juga akan menerima untung yang lebih besar.

Faktanya dealer motor lebih menyukai pembelian kredit karena perusahaan pembiayaan (leasing) akan memberikan subsidi dan insentif kepada dealer. Sekarang ini sudah banyak perusahaan pembiayaan yang berlomba-lomba untuk mendapatkan account pembiayaan. Sebut saja saat ini di Indonesia kita memiliki banyak sekali perusahaan pembiayaan seperti Federal International Finance (FIF), Adira Finance, Wahana Ottomitra Multiartha (WOM), dan masih banyak lagi.

Dengan banyaknya perusahaan leasing, maka mereka harus berlomba lomba memanjakan dealer untuk memberikan order kepada mereka. Lihat saja sendiri di Google berapa banyak keuntungan dari masing masing perusahaan itu setiap tahunnya. Rata-rata pasti mengalami peningkatan.

Untuk mendapatkan nasabah yang sebanyak-banyaknya dari pihak dealer, maka  multifinance ini mesti memberikan subsidi tambahan kepada dealer dengan harapan mereka akan memberikan banyak nasabah. Dengan cara itu, diharapkan kedua belah pihak (dealer dan perusahaan finance) akan mendapatkan win-win solution.

Karena itu, dengan menjual motor secara kredit, maka dealer sendiri akan mendapat keuntungan lebih baik dibandingkan secara cash atau langsung lunas.

Bagaimana Memilih Leasing Terbaik ?

Nah, bagi yang tertarik membeli motor secara mencicil, maka salah satu proses yang mesti dilewati adalah memilih leasing. Namun, waspadalah sebelum anda mulai membeli motor dengan sistem kredit. Di Indonesia ini ada banyak sekali perusahaan leasing yang ditawarkan. Terkadang ada dealer nakal yang menawarkan perusahaan leasing tidak jelas untuk Anda hanya demi mendapatkan komisi yang besar.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar kejadian tersebut tidak terjadi pada Anda, diantaranya:

1. Pilih Perusahaan Bereputasi Baik

Carilah beberapa perusahaan leasing yang cukup dikenal dan memiliki cabang yang cukup banyak. Hal ini penting untuk memastikan perusahaan tersebut masih terus eksis pada saat masa kredit Anda selesai dan anda ingin mengambil BPKB. Sebab sudah banyak kasus dimana pengambilan BPKB dipersulit beberapa leasing tertentu.

2. Cari Kantor Leasing Terdekat Dari Lokasi Anda

Semakin dekat jarak tempat tinggal dengan sebuah kantor leasing, maka semakin mudah pula Anda untuk datang dan bertanya langsung apabila memiliki masalah dalam masa kredit. Selain itu, pada saat masa kredit sudah selesai, kita juga perlu datang langsung ke sana untuk mengambil surat BPKB.

3. Sesuaikan Penawaran Dengan Kebutuhan

Sebelum menyetujui tawaran yang diberikan oleh dealer yang bersangkutan, ada baiknya Anda bertanya tentang berbagai jenis motor, jumlah cicilan dan bunganya, serta lamanya waktu cicilan yang dianjurkan oleh dealer tersebut. Jangan lupa, sesuaikan juga tanggal pembayaran cicilan motor dengan kesanggupan untuk membayarnya setiap bulan.

4. Pastikan Pembayaran yang Ditawarkan Cocok

Pilih dealer dan perusahaan leasing yang menawarkan fitur yang memberikan kemudahan dalam melakukan kredit motor. Anda dapat bertanya mengenai sistem pembayarannya, apakah cukup fleksibel dan dapat diakses melalui ATM, jasa pos, atau bank lain, serta tanyakan pula tentang tingkat konsekuensi yang harus diterima ketika terlambat membayar cicilan.

5. Pastikan Motor yang Dibeli Sudah Diasuransikan

Pastikan Anda sudah mendapat asuransi yang melindungi motor selama masa kredit. Tanyakan cara klaim dan dimana harus mengajukannya apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti dicuri atau kehilangan.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama