Ingin Beli Motor Menggunakan KTP Orang Lain? Perhatikan Hal Berikut

Lazimnya, bila seseorang ingin membeli motor, maka ia akan menggunakan identitas dirinya. Namun, bagaimana jika membeli motor menggunakan KTP orang lain? Baca selengkapnya di sini.

Mungkin Anda langsung bertanya-tanya, “Kalau membeli motor bisa pakai identitas sendiri, kenapa harus pakai KTP orang lain?” Ya, dalam artikel ini, kami akan membahas mengapa membeli motor menggunakan nama orang lain menjadi pilihan bagi sebagian orang.

Definisi ‘orang lain’ dalam hal ini bisa diartikan sebagai orang serumah (keluarga) ataupun bukan orang serumah (teman, saudara tidak serumah). Lantas, mengapa orang mau membeli motor menggunakan KTP orang lain? Inilah 3 alasannya.

1. Seseorang tidak memegang KTP daerah setempat. Misalnya, ia memiliki KTP wilayah Surabaya tetapi berdomisili di Jakarta. Pada poin ini, ia tidak bisa membeli motor di luar daerah yang tertera pada KTP. Karena nantinya akan bermasalah pada proses pembuatan surat-surat kelengkapan kendaraan.

2. Nama orang tersebut telah di-blacklist oleh perusahaan leasing kredit motor, sehingga tidak memungkinkan untuk mengajukan kredit motor menggunakan nama pribadi. Jika hal ini terjadi pada Anda, kami sarankan untuk membayar cicilan kredit motor tepat waktu dan tidak berusaha membohongi pihak leasing.

Baca juga: Ingin Memilih Leasing Kredit Motor? Perhatikan 5 Hal Berikut Ini

3. Seseorang tidak ingin terkena pajak progresif yang mahal. Karena orang tersebut telah memiliki banyak motor sebelumnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan aturan baru terkait pajak progresif untuk kepemilikan kendaraan bermotor.

Bila sebelumnya pengenaan pajak progresif hanya didasarkan pada nama pemilik kendaraan, maka terhitung per 1 Juni 2015, pengenaannya juga didasarkan pada alamat. Hal itu tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Menggunakan Nama Orang Lain

Kami sangat menyarankan Anda untuk berhati-hati sebelum memperbolehkan orang lain menggunakan nama Anda, pun sebaliknya, untuk pembelian motor baik tunai maupun kredit. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Butuh KTP Asli Saat Memperpanjang STNK

Pada saat memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Anda membutuhkan KTP asli pada nama yang tertera di STNK tersebut. Jadi, pastikan Anda masih bisa bertemu dengan sang pemilik nama untuk beberapa tahun ke depan.

Nama Anda Bertanggung Jawab Atas Angsuran

Selaku pemohon kredit motor, maka Anda bertanggung jawab penuh atas angsuran motor meskipun Anda tidak menggunakan motor tersebut. Apabila si pengguna motor telat membayar angsuran, maka debt collector akan menagih kepada Anda, bukan kepada orang yang menggunakan motor tersebut.

Apabila sang pemilik tidak membayar angsurannya, maka nama Anda berisiko di-blacklist oleh perusahaan leasing. Apabila ini terjadi, maka di kemudian hari akan sulit bagi Anda untuk mengajukan kredit motor.

Pajak Progresif Menjadi Beban Anda Setiap Tahunnya

Apabila di kemudian hari berpikir untuk membeli motor lagi, maka pajak yang perlu Anda bayarkan akan bertambah karena pajak progresif. Pajak progresif akan berpengaruh pada saat pembelian motor dan pada saat perpanjangan STNK setiap tahunnya.

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015, tarif pajak yang dikenakan terhadap pemilik kendaraan pribadi adalah sebagai berikut:

Jumlah Kendaraan Besaran Pajak
1 2%
2 2,5%
3 3%
4 3,5%
5 4%
6 4,5%
7 5%
8 5,5%
9 6%
10 6,5%
11 7%
12 7,5%
13 8%
14 8,5%
15 9%
16 9,5%
17 dan seterusnya 10%

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin membeli motor menggunakan KTP orang lain. Sebelum memutuskan untuk meminjamkan nama Anda, tetap berhati-hatilah karena banyak risiko yang perlu ditanggung.

Baca juga: Pengajuan Kredit Motor Ditolak, Ini Alasannya

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama