Mau Cari Cicilan Mobil? Perhatikan Hal Ini

Bagi yang tidak mampu membeli mobil secara tunai, kredit bisa dijadikan solusi pembiayaan. Namun, jangan asal ambil! Ada hal-hal yang harus diperhatikan.

Memiliki mobil pribadi sudah pasti menjadi impian semua orang. Selain sudah menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari, kita juga dapat memperlancar aktivitas karena bisa mengaturnya sesuai keperluan. Namun tidak semua orang bisa membelinya secara tunai. Alasannya klise, di mana ketersediaan dana selalu menjadi alasan utama untuk membeli dengan cara tunai. Alhasil, kredit mobil bisa menjadi solusi.

Dengan memberikan uang muka, data gaji atau penghasilan tetap dan syarat adiministrasi lainnya, Anda bisa membawa mobil idaman pulang. Mengenai kredit mobil, selain bank, sekarang banyak perusahaan pembiayaan (multifinance) yang menyediakan fasilitas kredit. Anda tentu ingin mendapatkan kendaraan impian sesuai kebutuhan dan terhindar dari risiko kesulitan keuangan di kemudian hari. Apalagi kredit mobil membutuhkan dana lebih besar dari motor.

Nah, apa saja yang mesti dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, terutama gagal bayar kredit mobil? Berikut adalah tips agar keuangan tetap aman saat kredit mobil:

Pilih Kendaraan Sesuai Kebutuhan

Ketika mau membeli mobil, Anda pasti sudah membayangkan jenis yang diinginkan. Dalam hal ini, jangan ikuti ego Anda sendiri, petimbangkan kepraktisan mobilisasi dan ekonomisnya. Maksudnya, pikirkan juga masalah kapasitas penumpang atau angkutan dan ketersediaan garasi. Sebaiknya hal ini didiskusikan dengan anggota keluarga lain.

Lakukan Survei Harga

Setelah Anda memutuskan jenis mobil yang diinginkan. Maka langkah berikutnya adalah mencari tahu berapa harga terbaik yang ditawarkan. Dalam hal ini, Anda dapat menanyakannya langsung pada beberapa dealer yang menjual mobil yang diinginkan. Pilih yang kira-kira sesuai dengan budget pribadi.

Pilih Sumber Pembiayaan yang Tepat

Ada 2 sumber pembiayaan yang bisa Anda pilih, yaitu bank atau lembaga pembiayaan. Di mana masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Pada umumnya, bank menetapkan bunga yang lebih kecil ketimbang multifinance. Hanya syarat dan proses persetujuan kredit dari bank jauh lebih ketat. Begitu pun sebaliknya.

Selain itu, bank lebih mau kompromi kalau Anda mengalami kesulitan membayar cicilan. Berbeda dengan multifinance, kemungkinan untuk melakukan jadwal ulang atau restrukturisasi kredit jauh lebih terbuka. Kekurangannya, bank biasanya hanya memberikan pembiayaan sebesar 70% untuk kredit mobil, sedangkan lembaga pembiayaan malah ada yang sampai 90%. Bila kurang puas dengan penawaran keduanya, Anda juga bisa membandingkan dengan bank syariah dan lembaga pembiayaan syariah. Terkadang keduanya menawarkan pembiayaan sebesar 80%.

Konsultasikan Skema Cicilan

Setelah Anda menentukan sumber pembiayaan, selanjutnya segera konsultasikan rencana kredit sesuai kemampuan Anda. Jangan mudah termakan omongan si marketing. Karena Anda sendirilah yang mengerti kemampuan keuangan sendiri dan akan bertanggung jawab hingga masa kredit selesai. Seperti yang sudah disebutkan di awal, sesuaikan masalah ini dengan budget sendiri.

Terkait dengan masalah skema cicilan, ada beberapa hal lain yang mesti diperhatikan. Pertama adalah
uang muka. Ketika mau membeli mobil, persiapkan uang muka berdasarkan persentase harga mobil yang biasanya berkisar antara 20-30 persen. Contoh, bila harga mobil yang Anda inginkan sebesar Rp200 juta, maka paling tidak uang muka yang harus disiapkan sekitar Rp40-60 juta. Itu belum ditambah dengan biaya administrasi dan lain-lain.

Kedua adalah masa kredit. Pastikan dia tidak melebihi usia ekonomis mobil. Di mana, usia ekonomis mobil biasanya adalah sekitar 4-5 tahun. Setelahnya, Anda kemungkinan harus mengeluarkan banyak uang untuk melakukan perbaikan.

Terakhir adalah suku bunga. Ada beberapa hal yang harus diketahui mengenai suku bunga kredit yang ada di pasaran, baik di sektor perbankan maupun multifinance. Ada dua jenis suku bunga, yaitu suku bunga tetap (flat rate) dan suku bunga yang kisarannya mengikuti bunga pasar (floating rate). Beberapa bank dan lembaga pembiayaan memberlakukan suku bunga tetap di tahun awal masa kredit dan selanjutnya berlaku floating. Karena itu, cari tahu secara detail ya!

Sediakan Dana Cadangan Untuk Risiko Gagal Bayar

Meski Anda mampu membayar cicilan dan uang muka yang sudah ditentukan. Buka berarti Anda akan terlepas begitu saja dari berbagai resiko, salah satunya gagal bayar. Oleh karena itu, selain mencicil mobil, sebaiknya tetap menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk tabungan khusus bila terjadi hal tersebut.

Tentukan Asuransi yang Dibutuhkan

Pikirkan juga masalah musibah atau kecelakaan yang bisa terjadi di kala Anda sedang mencicil mobil. Salah satu cara untuk menanggulangi risiko ini adalah dengan asuransi. Biasanya, beberapa bank atau multifinance sudah memasukannya ke dalam paket penawaran kredit.

Ada dua jenis asuransi kendaraan yang umumnya ditawarkan, yaitu All Risk dan Total Loss Only (TLO). Khusus untuk TLO, dia hanya melindungi kehilangan kendaraan terkait pencurian atau kerusakan dengan total kerugian 75% dari harga mobil.Sementara untuk All Risk, cakupannya lebih luas lagi. Kendaraan juga akan dilindungi dari risiko kecelakaan, huru-hara dan bencana alam.
Jangan Membayar Uang Muka dari Pinjaman!

Satu hal lagi yang perlu Anda ingat! Jangan menggunakan uang hasil pinjaman dari pinjaman bank atau lembaga kredit untuk membiayai atau sekedar menambah uang muka. Sebab, bila itu terjadi, sama saja Anda memiliki dua kewajiban angsuran dua kali lipat. Kalau belum mampu, teruslah menabung untuk bisa memenuhinya.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama