Inilah Alasan Mengapa DP Kredit Kendaraan Harus Besar

Sebelum memutuskan untuk mengajukan kredit mobil, ada baiknya Anda memilih kredit dengan uang muka atau DP yang besar. Mengapa? Berikut kami paparkan keuntungannya!

Memiliki kendaraan sendiri tentu menjadi impian setiap orang. Sebab, kini transportasi merupakan salah satu bagian penting dalam aktivitas sehari-hari. Dengan memiliki kendaraan sendiri, berarti memperlancar aktivitas karena Anda dapat mengaturnya sesuai keperluan.

Namun, tidak semua orang bisa membeli kendaraan secara tunai. Ketersediaan dana menjadi alasan utama untuk membeli kendaraan dengan cara kredit. Dengan memberikan uang muka (DP), slip gaji, dan syarat administrasi lainnya, Anda bisa membawa pulang mobil atau motor idaman.

Selain bank, sekarang banyak perusahaan pembiayaan (multifinance) yang menyediakan fasilitas kredit kendaraan.

Dalam membeli kendaraan secara kredit, tentunya Anda ingin terhindar dari risiko kesulitan keuangan di kemudian hari, bukan? Nah, salah satu cara menghindarinya adalah memilih kredit kendaraan dengan DP besar.

Meski terasa ‘berat’ diawal, namun kredit dengan DP besar akan memberikan keuntungan seperti di bawah ini.

Cicilan Ringan

Sejak tahun 2012, Bank Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 14/10/DPNP yang menjelaskan mengenai penerapan manajemen risiko pada bank yang melakukan pemberian kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB).

Melalui surat edaran tersebut, Bank Indonesia mewajibkan seluruh lembaga perbankan agar setiap kredit kendaraan bermotor (KKB) roda dua dikenakan uang muka minimal 25 persen, sedangkan untuk DP kredit mobil atau kendaraan roda empat minimal 30 persen.

Pada prinsipnya, semakin besar DP kredit kendaraan yang Anda bayarkan, maka semakin kecil pula cicilan bulanan yang Anda tanggung. Berikut kami berikan perbandingan simulasi kredit kendaraan DP kecil dengan kredit kendaraan DP besar.

Simulasi DP Kecil

Sebagai contoh, jika Anda mengambil kredit mobil dengan harga Rp 200 juta selama 3 tahun (36 bulan) dengan suku bunga tahunan 4,69 persen, maka cicilan bulanannya setelah dikurangi uang muka sebesar 30 persen adalah:

Uang muka: Rp 200 juta x 30 persen = Rp 60 juta.

Total jumlah utang yang dicicil: Rp 200 juta - Rp 60 juta = Rp 140 juta.

Karena suku bunga tahunan adalah 4,69 persen, berarti selama 3 tahun Anda akan membayar cicilan per bulannya sebesar Rp 4.436.100.

Jadi, untuk pembayaran pertama adalah:

DP Rp 60.000.000
Angsuran pertama Rp 4.436.100
Asuransi kerugian Rp 15.600.000
Administrasi polis Rp 30.000
Administrasi Rp 1.300.000
Total Rp 81.366.100
Simulasi DP Besar

Namun, jika DP yang Anda bayar lebih besar, katakanlah 40 persen dari harga mobil, tentu saja cicilan setiap bulannya menjadi lebih rendah. Perhitungannya adalah sebagai berikut.

Uang muka: Rp 200 juta x 40 persen = Rp 80 juta.

Total jumlah utang yang dicicil: Rp 200 juta - Rp 80 juta = Rp 120 juta.

Karena suku bunga tahunan adalah 4,69 persen, berarti selama 3 tahun Anda akan membayar cicilan per bulannya sebesar Rp 3.802.300.

Jadi, untuk pembayaran pertama adalah:

DP Rp 80.000.000
Angsuran pertama Rp 3.802.300
Asuransi kerugian Rp 15.600.000
Administrasi polis Rp 30.000
Administrasi Rp 1.300.000
Total Rp 100.732.300

Tenor Pendek

Selanjutnya, keuntungan kredit dengan DP besar adalah tenor yang relatif pendek. Anda memiliki kesempatan mencicil sesuai dengan jumlah angsuran yang ditetapkan, dan dapat menyelesaikan pelunasan kredit dengan segera.

Dengan begitu, bagi Anda yang memiliki rasa bosan berlebih terhadap suatu barang, maka mengambil tenor pendek adalah solusi tepat.

Selain itu, dengan tenor pendek, Anda mendapat benefit cukup besar dari sisi bunga. Antara tenor 3 tahun dengan tenor 6 tahun memiliki selisih lebih rendah 1,8 persen per tahunnya.

Oleh karenanya, jika bunga asuransi yang diberikan dan dimasukkan ke utang pokok, maka terhitung lebih rendah karena jumlah bunga asuransi sama dengan utang pokok. Pastinya akan lebih murah.

Bisa Gadai BPKB Secara Cepat

Kelebihan lainnya adalah semakin cepat kendaraan dimiliki dan dilunasi, maka ketika ada kebutuhan mendesak, Anda bisa menggadaikan BPKB kendaraan terlebih dahulu. Ya, gadai BPKB kendaraan memang memberikan solusi cepat dalam mendapatkan dana darurat.

Namun, jika ingin menggadaikan BPKB kendaraan, Anda harus cermat dalam memilih tempat dan memahami transaksi bisnis yang terjadi. Jika tidak, maka potensi terjadi masalah di tengah jalan saat kredit sudah berlangsung bisa saja terjadi.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Anda perlu memperhatikan berbagai aspek antara lain perusahaan pembiayaan harus punya struktur modal kuat, memahami siklus bisnis (syarat dan ketentuan), pastikan agunan (jaminan) diberikan ke perusahaan pembiayaan adalah aman, serta hindari sengketa di luar jalur hukum.

Baca juga: Mau Kredit Motor? Hindari Kesalahan Ini

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • wawang gunawan

    ok, TQ. berguna, boss

    Reply