Franchise Omzet Besar, Mainan Asyik Di Usia Senja

Siapa bilang masa pensiun adalah akhir segalanya? Kaum pensiunan masih bisa berjaya dengan menggandeng bisnis franchise yang menjanjikan laba besar. Tak percaya?

Dalam acara World Franchise Summit Indonesia (WFSI) 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia punya potensi besar dalam perkembangan industri waralaba dunia. Menurut Jokowi, konsep franchise sangat cocok diterapkan di Indonesia. Pasalnya, budaya masyarakat Indonesia sejak lama menggemari dunia usaha.

“Bisnis waralaba adalah bentuk wiraswasta amat modern. Boleh dibilang bentuk usaha di abad ke-21. Konsep waralaba juga baik untuk efisiensi ekonomi. Standarisasi yang lazim diterapkan dalam konsep franchise menghemat banyak ongkos,” papar Jokowi.

Perkembangan industri waralaba nasional sangat cepat dengan total 698 usaha dan 24.400 gerai. Omzet waralaba di Indonesia mencapai angka Rp172 triliun setiap tahun.

bisnis laundry

Lantas apa hubungan franchise dengan pensiunan? Gambaran pensiunan Abad 21 dengan pensiunan tempo dulu sudah jauh berbeda. Duduk manis menunggu antrean mengambil uang pensiun, adalah gambaran para pensiunan lama. Kini, kaum pensiunan tak mati gaya. Ungkapan masa pensiun adalah akhir segalanya tidak berlaku lagi.

Tak sedikit para pensiunan yang ingin tetap aktif dan profit dalam usia senja. Bahkan, tak sedikit kaum pensiunan yang justru meraup sukses besar setelah purna tugas. Bisnis waralaba atau franchise dinilai lebih cocok bagi para pensiunan. Skema waralaba dengan standarisasi dan efisiensi dari segi ekonomi dinilai lebih pas katimbang merintis bisnis sendiri dari nol yang, tentu, butuh energi ekstra.

Franchise Tepat Lokasi Strategis

franchise kuliner

Menurut data Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), ada sekitar 400 lebih franchise asing saat ini. Sedangkan waralaba lokal tercatat tak kurang dari 100 brand yang sudah berkibar dan memiliki nama besar atau franchise baru namun menjanjikan.

Perlu kecerdikan tersendiri mengendus peluang usaha menjanjikan. Insting bisnis plus modal usaha, keberanian, dan ketetapan hati sangat penting. Tentunya setelah menyimak detail usaha apa yang sangat dibutuhkan dan di kawasan mana tempat usaha akan dijalankan.

Selain menyimak produk franchise menjanjikan, penting mempertimbangkan aturan main serta cara menjalankan bisnis. Ada baiknya melibatkan orang kepercayaan seperti anak atau kerabat dekat.

Ingat, bagi pensiunan bisnis toh harus dijalankan dengan gembira tanpa harus mengorbankan sebagian besar waktu. Harus ada pendelegasian tugas agar waktu menikmati hidup di usia senja tak terganggu. Prinsipnya adalah tetap gembira dan kekuatan finansial terjaga.

Modal pun dihitung teliti setelah menetapkan pilihan. Jika tak cukup, ada baiknya mempertimbangkan aset yang bisa dicairkan segera. Atau, melirik piranti lainnya sebagai solusi kebutuhan finansial terbaik yang mendesak saat ini.

franchise cofee shop

Pilihan Franchise yang Jadi Primadona

Untuk memastikan efisiensi ekonomi yang menghemat banyak ongkos seperti disinggung Presiden Jokowi, pastikan franchise pilihan Anda adalah waralaba primadona. Bukan cuma menjanjikan omzet besar namun juga proven track record. Ini dengan gampang bisa dilihat dari Top of Mind (TOM).

Seperti dikatakan Lisa Novianti, Head of Research Dinamic Marketing, merek-merek franchise peraih TOM tertinggi dipastikan memiliki strategi terbaik. TOM jadi bukti jika franchise tersebut sukses menjadi market leader.

Berikut contoh bisnis franchise yang tercatat sebagai primadona :

1. Franchise makanan dan minuman

Franchise makanan dan minuman disebut bisnis yang tak ada matinya. Wajar, karena setiap orang butuh makan dan minum tiap hari. Itulah sebabnya bisnis ini digadang-gadang cepat mendatangkan laba.

Contohnya, franchise es krim BC’s Cone yang dikembangkan oleh empat remaja. Sejak berdiri 7 Maret 2015, bisnis ini telah menghasilkan ratusan juta dalam kurun waktu kurang dari setahun. Selain tampilan produk yang unik, Andrea Prasetya dan kawan-kawan juga tepat dalam memilih lokasi usahanya.

Soal lokasi, Ayam Bakar Wong Solo yang meraih TOM tertinggi untuk kategori Resto Tradisional Ayam Bakar dan Ayam Goreng juga piawai menempatkan diri. Sejak berdiri pada 1991, Wong Solo Group telah memiliki 188 outlet. 181 tersebar di berbagai kota di penjuru Indonesia dan melebarkan sayapnya ke negeri Jiran, Malaysia, dengan 7 outlet hingga akhir 2015.

Puspo Wardoyo, sang owner, mengungkapkan kesuksesan tersebut berkat konsistensi dalam menjaga reputasi bisnis. Caranya, dengan meminta franchisee (pemegang lisensi franchise) berkomitmen kuat menjaga standar dan tekad berjuang membesarkan merek yang ditasbihkan sebagai Superbrand dan Franchise Market Leader ini.

2. Franchise Bimbel

Di luar urusan perut, franchise bimbingan belajar (bimbel) juga disebut memberi peluang balik modal cepat. Tidak heran, mengingat semakin tingginya kompetensi di dunia pendidikan bikin para orang tua tergerak untuk memberikan yang terbaik sebagai bekal putra putrinya.

Salah satunya, dengan mendaftarkan anak-anak ke lembaga pembelajaran untuk memperoleh tambahan ilmu. Sebab, pendidikan formal di sekolah dinilai tak lagi mencukupi saat ini.

Lembaga yang membawahi bimbel pun saling berlomba dan menerapkan sistem kemitraan demi melebarkan sayap. Menjual lisensi dan modul jadi pilihan. Faktanya, bimbel kini tumbuh bak jamur di musim hujan hingga pelosok-pelosok daerah.

Bimbel matematika asal negeri Sakura, Kumon, telah berekspansi di berbagai sudut dan masih juara. Bagi Anda yang ingin menjajal usaha di bidang pendidikan, modal awal yang diperlukan untuk franchise Kumon adalah sekitar Rp250 hingga Rp300 juta. Setiap bulan, Anda bisa meraih omzet sekitar Rp80 juta. Sesuai dengan perhitungan, Anda sudah balik modal dalam satu tahun.

Dari negeri sendiri, Primagama yang tercatat sebagai peraih TOM tertinggi. Betapa tidak, dengan modal Rp300 ribu saat pertama berdiri pada 10 Maret 1982, Purdy E Chandra yang menjadi pelopornya telah memiliki 200 outlet di lebih 106 kota dengan omzet mencapai angka Rp70 miliar per tahun.

“Yang bikin Primagama maju adalah adanya jaminan diri. Artinya, kalau ikut Primagama pasti diterima di universitas negeri. Jika tida, uang kembali,” ungkap Purdy terkait rahasia suksesnya.

3. Franchise laundry

Selain kedua bisnis di atas, masih banyak jenis franchise lain yang bisa dijajal seperti car wash, kafe, restoran, atau laundry. Yang pasti, harus teliti menyimak prinsip kerjasama yang dijalankan.

Bisnis laundry makin menjanjikan seiring makin dinamis kehidupan dan kecenderungan ingin hidup praktis. Simply Fresh Laundry yang jadi pionir bisnis laundry kiloan telah memiliki 287 outlet di 101 kota. Yang menarik, seperti diungkapkan Agung Nugroho Susanto, owner, mereka tak lelah membangun strategi pemasaran. Terutama, online.

Bahkan, rela menggelontorkan puluhan juta tiap bulan untuk bonus promosi online. Bukan itu saja, Simply Fresh Laundry juga rutin menggelontorkan hadiah bagi costumer. Selain itu juga program promo online pembukaan outlet senilai Rp47.5 juta untuk franchisee.

Atur Perencanaan Alat Finansial

Simak keuntungan apa saja yang didapat jika memilih franchise tertentu. Ambil contoh, apakah nilai lisensi masuk akal dan terjangkau, seberapa besar franchise memberikan cashback untuk belanja bahan-bahan yang dibutuhkan.

Jangan setengah-setengah menjalankan bisnis. Manfaatkan promosi sebesar-besarnya melalui sosial media. Promosi online terbukti sangat ampuh di era digital seperti sekarang ini. Ciptakan kreativitas marketing di dunia maya dengan melibatkan anak, kerabat, dan rekan yang benar-benar paham soal strategi promosi. Balik modal cepat, bahkan laba besar, pun ada di depan mata.

Ada beragam franchise, dari yang berlisensi murah hingga mahal. Ada pula beragam trik untuk memilih dan menyiapkan piranti finansial pendukung. KreditGoGo memberikan banyak panduan. Termasuk memilih kartu kredit tepat sebagai syarat awal mengajukan pinjaman jika modal memulai bisnis franchise kurang.

Atau, para pensiunan bisa mencoba langkah satu ini, produk BTN Kredit Ringan Pensiun. Pinjaman Rp200 juta bisa cair hanya dalam waktu 7 hari kerja dengan agunan SK pensiun.

Nah, tunggu apalagi? Segera gandeng franchise yang asyik sebagai ‘mainan baru’ yang menjanjikan. Jangan biarkan masa pensiun jadi akhir segalanya. Pensiun bahagia, berdaya secara finansial dan tetap gaya, mengapa tidak?

#BisnisFranchise

Baca juga:
UKM Menuju Era Baru Digital
Dukung Digitalisasi Bisnis UKM dengan Sistem “Online”

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama