Asik, Sebentar Lagi Dapat THR

Bagi pekerja di Indonesia, momentum paling ditunggu saat jelang Hari Raya Lebaran selain beribadah juga mengenai THR yang biasanya diberikan di tiap perusahaan kepada karyawannya.

  1. hitung thr kepada yang membutuhkan
  2. lunasi hutang
  3. tabung sebagian
  4. buat rencana pengeluaran
  5. bedakan antara keninginan, kebutuhan dan kemampuan

Bulan Ramadhan memang kerap ditunggu kedatangannya di setiap tahunnya. Ini sering dijadikan ajang sebagai menebus dosa oleh orang-orang muslim. Tak sedikit pula yang menyebutnya sebagai bulan yang penuh berkah, karena dilimpahi berbagai macam rezeki. Ya, salah satu keuntungan itu bernama THR (Tunjangan Hari Raya). Siapa saja sih yang layak atau berhak mendapatkannya?

Dilansir dari Gajiku.com, mereka yang berhak mendapatkan THR adalah karyawan yang telah bekerja pada suatu perusahaan minimum sebanyak 3 bulan atau secara berturut-turut, termasuk yang outsourcing, atau karyawan kontrak. Jadi, semakin lama durasi Anda bekerja pada suatu perusahaan, maka semakin besar pula bonus yang akan Anda terima. Dasar perhitungan THR itu sendiri sudah dicantumkan di dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Bagaimanapun juga itu adalah pemasukan tambahan Anda yang terjadi satu tahun sekali. Kecil atau besar jumlahnya jangan Anda hiraukan, seharusnya patut untuk disyukuri, dan Anda wajib membaginya sebagian kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. Lalu, bagaimana cara saya mengelolanya? Tenang, berikut kami bagikan tips untuk mengelola THR Anda dengan baik dan bijaksana.

Hitung THR dan bagikan kepada yang membutuhkan

Yang harus Anda ingat adalah bahwa THR merupakan tambahan penghasilan tahunan Anda. Jika sudah sampai nisabnya, hitung dan keluarkanlah zakat tersebut. Jika Anda terbiasa mengeluarkan zakat per bulan, maka seharusnya pada saat Lebaran, jumlahnya lebih besar, karena ada tambahan tunjangan hari raya. Dan apabila Anda mengeluarkan rukun Islam ketiga itu hanya 1 kali dalam setahun, jangan lupa untuk menghitung dana THR ini dan segala tambahan penghasilan lainnya untuk perhitungan.

Lunasi utang

Pernahkah Anda mendengar bahwa utang akan Anda bawa hingga meninggal nanti, maka dari itu, ini adalah merupakan bagian penting. Kewajiban seseorang berutang adalah segera melunasinya, jika ia mampu. Anda patut bersyukur karena dengan adanya THR maka penghasilan Anda akan bertambah. Manfaatkanlah uang tersebut untuk melunasi tagihan. Satu hal yang perlu Anda ingat, bahwa ketika Anda mendapat tambahan penghasilan, segeralah pergunakan untuk melunasi kewajiban Anda terlebih dahulu, karena jika Anda berniat membayarnya dengan penghasilan reguler Anda setiap bulan dirasa sangat mustahil.

Tabung sebagian

Klasik memang. Tapi ini salah satu solusi terdekat, termudah, dan masih efektif dipakai dalam keadaan punya uang "lebih." Tidak perlu kesemua dari isi THR Anda tabungkan, hanya cukup sebagian, sehingga uang tunjangan hari raya Anda tidak habis begitu saja tanpa jejak. Dan yang terpenting adalah uang tersebut masih bisa Anda pakai jika dalam keadaan terdesak, yang sekaligus berguna sebagai dana darurat.

Buat rencana pengeluaran

 Menjelang hari Raya biasanya pengeluaran akan meningkat. Mungkin Anda perlu untuk biaya mudik, membantu sanak keluarga, membeli oleh-oleh, dan segala pengeluaran lainnya. Hitung dan rencanakan pengeluaran tersebut. Pastikan jumlahnya tidak lebih dari THR yang Anda dapatkan. Sebab jika tidak, maka Anda harus mengorbankan pos rutin yang Anda miliki. Hal ini tentu akan memberatkan kecuali jika Anda telah menabung sebelumnya untuk membiayai tambahan pengeluaran ini.Membuat perencanaan pengeluaran ini sangat penting agar Anda tidak terlena dan merasa THR Anda cukup. Seringkali orang tidak sadar bahwa pengeluaran pada periode tersebut melonjak sangat besar sehingga THR saja tidak cukup dan masih harus mengganggu pos-pos reguler lainnya.

Bedakan antara keinginan, kebutuhan, dan kemampuan 

Menjelang hari Raya, maka berbagai pos pengeluaran akan menanti. Bedakan mana diantara pos-pos tersebut yang merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, keinginan sesaat yang bisa dikelola, dan seberapa besar kemampuan Anda untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan tadi. Jangan besar pasak dari tiang. Sadari kemampuan Anda dan aturlah pengeluaran sesuai kemampuan dan kebutuhan. Segala keinginan bisa diakomodir jika kebutuhan sudah terpenuhi.

Pada dasarnya dana THR, bonus ataupun tunjangan lain yang sifatnya tahunan dapat dikategorikan sebagai penghasilan tambahan. Dengan demikian, jika Anda telah teratur melakukan perencanaan keuangan mengandalkan penghasilan rutin, maka dana tambahan ini sangat mungkin untuk menambah tabungan.

Artinya, kebutuhan akan pengeluaran menjelang hari Raya bisa direncanakan jauh-jauh hari menggunakan penghasilan reguler Anda. Dengan demikian, ketika tiba hari mendapatkan THR, Anda bisa memanfaatkan secara utuh untuk hal-hal yang produktif tanpa harus diganggu oleh pos-pos pengeluaran hari Raya karena sudah dipersiapkan sebelumnya.

(image source)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama