8 Tahap Memulai Bisnis Kafe

Salah satu bisnis potensial saat ini adalah bisnis kafe. Banyak orang memilih mendirikan kafe karena kini masyarakat gemar berkunjung ke kafe untuk pertemuan bisnis atau sekadar nongkrong.

Jika tahu bagaimana cara mengembangkannya, bisnis kafe merupakan lahan bisnis menjanjikan. Pertumbuhan kafe di Indonesia sendiri pun cukup tinggi. Tak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung atau Surabaya, kota-kota kecil sekalipun sudah memiliki banyak gerai kafe.

Bagi Anda yang ingin membuka kafe seperti coffee shop, tentu tidaklah semudah menyeduh kopi ke dalam cangkir. Karena coffee shop adalah sebuah bisnis yang memiliki banyak aspek. Jadi, kafe sukses bukanlah berdasarkan modal belaka.

Sebelum memulai bisnis kafe, ada baiknya Anda melihat 8 tahap berikut ini. Tentunya akan membantu Anda mempertimbangkan berbagai hal sebelum terjun ke dunia yang sebenarnya menjanjikan ini.

1. Mematangkan Rencana Bisnis

Sebelum memulai membangun kafe, tentunya harus membuat sebuah bussiness plan yang matang.

Misalnya, gerai kopi seperti apa, bagaimana coffee shop mendatangkan keuntungan, sasaran pelanggan, mempelajari para kompetitor, merencanakan perkembangan di masa depan, serta mempelajari pemecahan masalah jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Sebuah business plan sangat dibutuhkan saat memulai bisnis ini. Karena tanpa rencana, sebuah kafe mungkin tidak akan bisa berjalan seperti yang diharapkan.

2. Mematangkan Konsep

Di zaman sekarang, rasanya tidak ada kafe yang berdiri tanpa sebuah konsep. Oleh karena itu, sebelum memulai bisnis ini, Anda juga harus memikirkan konsep seperti apa untuk coffee shop.

Jika konsep telah terbentuk, tentunya akan memudahkan Anda untuk membuat interior dan juga menilik target pasar.

Konsep matang akan membantu bagaimana interior terbangun kelak. Karena sebuah coffee shop tentulah mengunggulkan kenyamanan, maka interior menarik dan nyaman juga diperlukan. Semuanya akan dengan mudah diwujudkan jika sudah memiliki konsep secara jelas.

3. Interior yang Nyaman

Selanjutnya, Anda harus memikirkan interior sesuai konsep kafe. Interior haruslah nyaman dan membuat pelanggan betah saat menikmati makanan dan minuman. Perhatikanlah pemilihan meja, kursi, pencahayaan, dan warna ruangan. Karena semua elemen tersebut membantu membuat kafe menjadi nyaman.

4. Jasa Akuntan

Keahlian akuntan akan membantu banyak hal. Pembukuan dan laporan akan memudahkan Anda mengontrol segala hal tentang finansial. Dengan hadirnya akuntan, Anda tak perlu repot lagi memikirkan urusan finansial.

Tentunya, urusan finansial tidak bisa dianggap enteng karena merupakan hal inti yang mempengaruhi berhasilnya kafe. Jika menekan bujet untuk menyewa jasa seorang akuntan, Anda bisa belajar menjadi seorang akuntan. Namun sebelumnya, Anda harus benar-benar belajar dari ahlinya.

5. Pendanaan

Mendirikan sebuah kafe tentunya memerlukan dana tidak sedikit. Jika telah memiliki modal cukup, mungkin tidak jadi masalah. Namun, jika Anda ingin mendirikan kafe dengan investor atau teman-teman, masalah pendanaan harus dibicarakan matang-matang.

Buatlah perjanjian sebelum bisnis berjalan. Segala sesuatu tentang bisnis harus berasaskan terus terang agar tak menimbulkan hal-hal kurang menyenangkan di kemudian hari.

Selain itu, kemungkinan dalam 6 bulan ke depan, kafe Anda belum tentu menghasilkan keuntungan. Sebab, segala usaha yang baru dirintis biasanya merugi dulu pada awalnya.

Untuk itu, sangat disarankan Anda memiliki tabungan untuk menghidupi sampai 6 bulan ke depan. Karena pastinya Anda tidak mau hidup terganggu secara finansial gara-gara bisnis ini belum menghasilkan.

6. Pemasaran

Lokasi strategis tidaklah cukup untuk membuat kafe dikenal orang. Anda memerlukan strategi lebih agar bisnis ini diketahui dan meluas ke berbagai kalangan. Dan di sinilah kekuatan marketing dibutuhkan.

Pada pembukaan hari pertama, Anda bisa memberi sampel kopi gratis kepada pelanggan. Selain itu, Anda bisa bisa membuat promo sampai batas waktu yang ditentukan agar menjaring pelanggan.

Optimasi sosial media menjadi salah satu layanan iklan gratis yang cukup efektif. Selain itu, Anda juga bisa mengundang beberapa media untuk datang dan meliput kafe. Atau mengadakan workshop menarik yang membuat pelanggan datang.

7. Eksterior

Selain interior, jangan pernah lupakan pentingnya eksterior. Mengapa? Karena eksterior menarik adalah faktor pertama yang dilihat orang. Eksterior unik akan menarik orang untuk masuk karena rasa penasaran.

Jadi, sangat disarankan untuk membuat eksterior yang bisa memancing keingintahuan orang terhadap kafe.

8. Kualitas Rasa

Setelah semuanya terkonsep, selanjutnya Anda harus memperhatikan kualitas makanan dan minuman. Jadi, pastikan makanan dan minuman di kafe Anda terjaga kenikmatannya dan membuat pelanggan tidak mudah lupa dan tentunya mau jadi pelanggan setia.

Itulah 8 tahap memulai bisnis kafe. Bila dilakukan secara sungguh-sungguh dan terkonsep matang, maka bukan tidak mungkin kafe Anda akan menghasilkan keuntungan berlipat ganda kelak.

Baca juga: 6 Bisnis Waralaba Menjanjikan di 2016

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama