Wow, Rongsokan Ini Bisa Disulap Jadi Rumah Baru!

Harga rumah semakin mahal, padahal ingin sekali bisa segera memiliki rumah bersama pasangan. Jangan khawatir, manfaatkan saja barang-barang bekas ini.

2015 sudah sampai di penghujung Februari, sejauh ini sudah berapa banyak undangan pernikahan yang Anda terima? Ya, di awal-awal tahun, seperti Januari dan Februari memang menjadi bulan favorit untuk melangsungkan pernikahan. Hampir setiap minggu pasti ada saja acara pernikahan yang harus dihadiri.

Nah, tingginya angka pernikahan tersebut juga diikuti dengan kenaikan harga rumah di pasaran. Harga properti memang selalu mengalami peningkatan, tak hanya didasari oleh harga BBM yang fluktuatif, tetapi juga permintaan pasar yang tinggi membuat para pengembang properti berani memasang harga tinggi. Mengapa? Ini dikarenakan terbatasnya lahan yang tersedia untuk dijadikan sebuah bangunan, contohnya saja di kawasan Jakarta. Lahan yang tersedia semakin sedikit, namun calon pembeli semakin banyak. Maka dari itu harganya pun terus bergerak naik.

Berapa Harga Rumah Saat Ini?

Bagi mereka yang baru saja menikah pasti sangat mengidamkan memiliki sebuah hunian yang bisa ditempati bersama pasangan. Namun, keinginan untuk segera memiliki rumah nampaknya membutuhkan perjuangan yang lebih keras lagi bagi mereka yang berada di wilayah JABODETABEK.

Seperti yang sudah diperkirakan oleh berbagai pengembang properti, bahwa harga rumah akan mengalami kenaikan sebesar 10 sampai 15 persen pada tahun 2015 ini. Hal ini terbukti dengan tingginya harga rumah di pasaran pada saat ini.

Untuk membeli rumah di kawasan Jakarta Raya, Anda harus memiliki uang sebanyak Rp 200 juta sampai Rp 400 juta untuk rumah tipe 22. Sedangkan, jika ingin memiliki rumah yang bertipe lebih besar lagi, seperti tipe 36 dan 51, Anda membutuhkan dana sebesar Rp 400 juta sampai dengan milyaran rupiah.

Sedangkan di beberapa wilayah penyangga Jakarta, seperti Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, dan juga Cikarang kisaran harga rumah yang ditawarkan tidak jauh berbeda dari kawasan Jakarta, khususnya untuk wilayah Tangerang Selatan. Di wilayah tersebut terdapat cukup banyak perusahaan besar pengembang perumahan, mulai dari cluster biasa hingga yang elit. Harga yang dipatok berkisar dari Rp 400 juta untuk tipe 75/78, Rp 700 juta untuk tipe 90/197, dan Rp 1 sampai 2 milyar untuk rumah tipe 92/119 yang berada di kawasan elit.

Harga-harga tersebut tentunya sangat mencengangkan. Tak terbayang harus berapa lama mengumpulkan uang bagi pegawai kantoran biasa yang memiliki gaji pas-pasan. Mau tidak mau mereka harus berusaha ekstra agar bisa menabung untuk membayar DP dan cicilan rumah. Lantas, apakah ada cara lain yang bisa dilakukan agar tetap bisa memiliki sebuah rumah?

Membeli Tanah Kosong

Jika Anda belum mampu membeli satu unit rumah, ada baiknya jika mencoba membeli lahan kosong terlebih dahulu. Namun, ada baiknya Anda tidak membeli lahan kosong di wilayah Jakarta. Ini dikarenakan harga tanah tanpa bangunan di wilayah ini pun masih terbilang tinggi.

Anda bisa mencari tanah kosong di sekitaran wilayah Parung, Bogor. Tempat ini masih terbilang cukup dekat dengan kawasan industri seperti Jakarta dan Tangerang. Harga tanah yang dipatok di wilayah ini pun masih terjangkau. Untuk tanah seluas 200 meter, Anda bisa membelinya dengan harga sebesar Rp 250 ribu/meter. Dengan harga kurang lebih Rp 50 juta, Anda sudah bisa memiliki tanah tersebut.

Selanjutnya, tak perlu khawatir jika Anda berencana untuk segera membuat bangunan pada tanah kosong tersebut. Oleh karena harga bahan bangunan seperti, pasir, batu bata, dan semen yang cukup mahal, maka Anda bisa memanfaatkan beberapa bahan bekas berikut ini untuk dijadikan bahan bangunan rumah Anda.

Kontainer

Benda yang satu ini terbilang ideal untuk dijadikan sebagai bahan bangunan untuk rumah. Hal ini dikarenakan container sudah memiliki bentuk tertentu yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi bagian dari rumah Anda, misalnya menjadi sebuah kamar tidur. Dengan harga sekitar Rp 30juta, Anda sudah bisa mendapatkan satu buah kontainer dengan ukuran 20 kaki.

Ban Bekas

Pasti tidak terbayang bagaimana caranya ban bekas bisa dijadikan sebagai bahan bangunan. Di sebuah padang pasir di Amerika Serikat, ban bekas bisa umum digunakan sebagai pengganti tembok beton dari rumah.Mereka menumpuk ban-ban tersebut dan memplesternya dengan campuran lumpur. Bahan baku ini sudah terbukti murah dan kuat di kawasan tersebut. Ini terbukti ketika terjadi gempa di Haiti. Ban bekas tersebut bisa meminimalisir guncangan yang terjadi.

Botol Kaca

Sebuah kuil di Thailand menggunakan botol kaca bekas sebagai bahan baku bangunannya. Botol-botol tersebut disusun dengan rapih dan dijadikan sebagai dinding dan juga pagar. Tak hanya itu, ternyata rumah walikota Bandung, Ridwan Kamil pun menggunakan botol kaca bekas sebagai bahan bangunan di rumahnya.

Nah, barang-barang bekas tersebut mungkin bisa menjadi inspirasi Anda yang ingin memiliki rumah namun dengan budget yang terbatas. Selain ramah lingkungan, rumah Anda pun bisa menjadi rumah unik dan trend baru di sekitar lingkungan Anda.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama