Punya Tabungan Rp 200 Juta, Pilih Membeli Rumah atau Investasi

Apa yang Anda lakukan jika memiliki tabungan sebesar Rp 200 juta, memilih untuk membeli rumah atau berinvestasi? Dari keduanya manakah yang lebih menguntungkan?

Jika Anda memiliki tabungan sebesar Rp 200 juta apa yang akan Anda lakukan? Pertanyaan tersebut mungkin akan membuat Anda berpikir banyak hal, beli apa sebaiknya, untuk apa saja uang tersebut, dan pertanyaan lainnya yang membuat Anda bingung untuk memilih.

Contohnya seperti pertanyaan membeli rumah atau berinvestasi pada aset keuangan, sebaiknya mana yang Anda pilih. Jika dihadapkan pada pertanyaan seperti itu, Anda harus kembali pada apa sebenarnya tujuan keuangan yang dimiliki. Prioritas mana yang harus didahulukan.

Disini kami akan memberikan perbandingan keuntungan apa saja yang bisa Anda dapatkan antara membeli rumah dengan berinvestasi pada aset keuangan.

Membeli Rumah

Apakah ada harga rumah 200 juta saat ini? Jika berpikir membeli rumah di pusat kota maka tidak akan mungkin mendapatkan rumah dengan harga Rp 200 juta. Mencari rumah dengan harga terjangkau memang cukup sulit.

Sebenarnya, kalau benar-benar mencari tahu serta memilih dengan tepat, masih banyak rumah baru yang berharga di bawah Rp 200 juta. Pilihlah lokasi yang sesuai dengan kemampuan Anda, harga properti biasanya lebih rendah untuk lokasi di pinggiran kota seperti Cileungsi, Bogor ataupun Depok.

Membeli rumah saat ini pun bisa dengan berbagai cara, baik secara tunai ataupun kredit dengan KPR. Tetapi apabila dana Anda sudah terkumpul dan harganya sesuai maka membeli tunai lebih baik daripada mengajukan KPR.

Mengajukan KPR juga bukan hal yang salah. Anda bisa memilih rumah dengan kulifikasi berbeda dan harga yang jauh lebih tinggi. Misalnya saja Anda berencana untuk menbeli rumah seharga Rp 300 juta dengan KPR, dari tabungan yang Anda punya sisihkan 20-30% untuk uang muka kemudian 20% untuk pajak dan biaya lainnya.

Sisa tabungannya dapat Anda bagi dalam pos anggaran untuk melunasi cicilan rumah tersebut ataupun bisa dialokasikan untuk tujuan keuangan lainnya. Selain itu Anda bisa memanfaatkannya sekaligus untuk berinvestasi, selagi Anda mencicil rumah tersebut bisa disewakan dan mendapatkan pemasukan.

Baca juga: Pertimbangan Penting Antara Membeli Tanah dengan Mencicil Rumah

Melakukan Investasi

Tabungan sebesar Rp 200 juta bisa di investasikan kemana saja? Terdapat banyak pilihan untuk investasi, yang terpenting adalah kehati-hatian dalam memilih jenis investasinya. Seperti yang ddijelaskan diatas membeli rumah pun adalah sebuah investasi, apalagi dengan harga rumah yang terus naik properti dinilai menjadi investasi yang menjanjikan.

Pilihan investasi lainnya adalah reksadana, saham, obligasi dan emas. Saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Risiko yang harus ditanggung adalah Capital Loss yaitu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.

Dan juga risiko likuidasi dimana perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Sedangkan reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Risiko dari investasi reksadana adalah berkurangnya nilai unit penyertaan yang dipengaruhi oleh turunnya harga dari Efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya). Selain itu adalah likuiditas dan wanprestasi yang dapat menyebabkan penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih) Reksa Dana.

Kemudian jenis investasi selanjutnya adalah emas, ini termasuk kedalam investasi jangka pendek dan menengah namun risikonya pun rendah jika dibandingkan investasi lainnya. Keuntungan yang diperoleh adalah ketika Anda membeli emas saat harga nya murah kemudian menjualnya saat harga tinggi.

Dari semua jenis investasi, masing-masing memiliki tingkat risiko yang berbeda untuk itu jangan sembarangan memilih jenis investasi. Perlu pertimbangan untuk menemukan investasi yang tepat terlebih lagi tidak sedikit uang yang diinvestasikan.

Membuat Perencanaan Keuangan

Sebelum Anda memilih untuk mengalokasikan tabungan tersebut ada baiknya Anda memperhatikan kembali perencanaan keuangan, apakah sudah tersusun dengan baik. Semua itu berguna agar penghasilan yang diperoleh saat ini dapat dikelola dengan maksimal.

Perencanaan keuangan yang baik dimulai dengan mengelola penghasilan secara bijak. Penghasilan perlu dialokasikan saat awal penerimaan, sehingga penghasilan yang diperoleh dapat memenuhi kebutuhan yang ada dan tidak habis sia- sia. Berikut alokasi penghasilan yang umumnya disarankan,

  • 10% minimal untuk tabungan dan investasi
  • 35% maksimal untuk cicilan utang
  • 50% kebutuhan sehari-hari
  • 5% dana hiburan.

Jadi jika tabungan Anda sudah mencapai Rp 200 juta sebaiknya apa yang dilakukan? Jawaban yang paling tepat adalah dengan melihat kembali tujuan keuangan Anda. Apabila kebutuhan akan properti lebih mendesak makan dahulukanlah kebutuhan yang prioritas.

Tetapi jika Anda sudah memenuhi kebutuhan hunian tersebut maka pilihan investasi bisa dilirik. Dan berhati-hatilah dalam menentukan investasi yang tepat. Berkonsultasi dengan pakar yang mengerti tentunya akan sangat membantu Anda.

Baca juga: Inilah Investasi Menguntungkan di 2016

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama