Pikir-pikir Lagi Deh Sebelum Menyisakan Makanan Anda!

Anda termasuk orang yang suka menyisakan makanan? Jika iya, sebaiknya Anda mulai mengubah kebiasaan ini, agar tidak merugikan kantong dan lingkungan.

Nasi merupakan makanan pokok yang selalu dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Banyak orang mengatakan bahwa “belum makan, jika belum mengonsumsi nasi.” Ya, meskipun dalam satu hari kita telah memakan 2 bungkus roti, 3 tahu goreng, dan 1 bungkus mie instan, tetap saja dikategorikan “belum makan”, jika belum mengonsumsi nasi.

Makan bagi masyarakat Indonesia memang erat hubungannya dengan nasi. Padahal makanan-makanan seperti roti, gorengan, dan juga mie instan memiliki kadar karbohidrat yang sebanding dengan nasi. Oleh karena jumlah konsumsi nasi yang besar di Indonesia, maka ketika harga beras di pasaran saat ini diberitakan mengalami kenaikan, banyak masyarakat menjadi resah. Padahal, masih banyak sumber karbohidrat lain seperti kentang, singkong, dan juga jagung.

Tingginya jumlah konsumsi tersebut tidak diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsinya secara bijak. Lho, apa maksudnya konsumsi secara bijak? Pernahkah Anda berada di suatu tempat makan dan melihat banyak sisa makanan pada piring-piring di atas mejanya? Nah, itu lah yang dikatakan tidak mengonsumsi makanan dengan bijak. Mengapa? Ini dikarenakan suatu bahan makanan membutuhkan waktu dan proses yang panjang untuk menjadi sebuah hidangan lezat, seperti nasi. Untuk terhidang sepiring nasi, petani harus menanam padi terlebih dahulu selama berbulan-bulan kemudian memanennya dan diproses lebih lanjut hingga menjadi butir-butir beras yang bisa diolah menjadi nasi.

Jika kebiasaan ini terus berlangsung, maka Anda akan mengeluarkan banyak uang dengan sia-sia. Saat ini saja harga beras premium sudah mencapai Rp 11ribu per liter. Padahal harga sebelum kenaikan hanya berkisar Rp8.000 per liter untuk beras paling mahal, dan Rp6.500 per liter untuk beras paling murah. Bayangkan Jika kebiasaan tersebut dilakukan oleh 200juta penduduk Indonesia, maka kurang lebih ada 200 juta butir nasi yang terbuang sia-sia. Hal tersebut sama saja dengan 4 ton beras yang dibuang sia-sia oleh masyarakat Indonesia. Jika kita hitung, maka penduduk Indonesia membuang uang sebesar Rp 44 juta dalam sehari ketika menyisakan satu butir nasi di piringnya.

Nah, untuk mengurangi jumlah makanan yang terbuang sia-sia, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Seperti yang disebutkan berikut ini:

Minta Porsi Secukupnya

Bagi Anda yang tidak terbiasa makan dengan porsi besar, ada baiknya untuk memesan porsi yang lebih sedikit dari yang dihidangkan. Mengapa? Karena tidak semua orang sanggup untuk menghabiskan satu porsi makanan yang berukuran besar. Selain itu, biasanya para wanita pun enggan untuk menghabiskan makanan yang memiliki porsi besar dengan alasan takut gemuk. Maka dari itu, ada baiknya jika Anda memesan porsi yang sesuai dengan kemampuan makan Anda.

Berbagi Makanan dengan Teman

Jangan khawatir jika Anda telah terlanjur memesan makanan dengan porsi yang besar dan tidak sanggup menghabiskannya. Anda bisa membagi makanan tersebut kepada teman-teman Anda sambil menyantapnya bersama. Dengan begitu makanan yang Anda pesan tidak akan terbuang sia-sia.

Dibungkus

Namun, jika Anda sedang pergi ke tempat makan seorang diri dan ternyata tidak sanggup untuk menghabiskan makanan yang telah dipesan, Anda bisa meminta pelayan untuk merapihkan makanan itu untuk dibungkus dan dibawa pulang. Sehingga Anda bisa menikmati kembali makanan tersebut ketika Anda merasakan lapar di kemudian waktu. Selain tidak menyia-nyiakan sisa makanan, Anda pun bisa menghemat pengeluaran dengan membeli satu makanan untuk dikonsumsi dua kali.

Lalu, bagaimana nasib sisa-sisa makanan yang sudah terlanjur tidak dihabiskan? Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengolah sisa makanan tersebut agar tetap bermanfaat, di antaranya:

1. Kompos

Pasti Anda sudah familiar dengan istilah kompos. Salah satu bahan baku untuk membuat kompos bisa Anda peroleh dari sisa-sisa makanan yang ada. Anda hanya perlu mengumpulkan sampah makanan tersebut, kemudian potong-potong sampah itu, lalu masukkan ke dalam ember dan tutup rapat. Setelah itu, Anda bisa mengaduk sampah makanan dalam ember tersebut setiap 3 hari berturut-turut selama 2 minggu, dan keringkan sampah itu agar siap digunakan sebagai kompos untuk tanaman Anda.

2. Biogas

Apakah Anda mengetahui di dalam limbah makanan sisa terdapat gas metan? Nah, dari gas tersebut kita bisa memanfaatkannya menjadi biogas. Gas ini bisa digunakan sebagai pengganti minyak tanah yang biasa digunakan untuk memasak di kompor.

3. Dibuat Olahan Makanan

Selain diubah menjadi kompos dan biogas, sisa makanan juga bisa diolah kembali menjadi sebuah olahan makanan baru, contohnya dari sisa nasi yang ada. Di beberapa wilayah di pulau Jawa, sisa nasi tersebut dimasak kembali menjadi Kerupuk Gendar. Selain itu, sisa nasi tersebut juga bisa diolah menjadi Kue Nasi seperti yang dilakukan oleh beberapa masyarakat Manado.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama