Menghemat Listrik, Menghemat Kocek

Sadar atau tidak sadar, teknologi yang kita gunakan sebenarnya bisa menghemat kocek. Lho, apa hubungannya?

  • gunakan lampu neon
  • hemat menggunakan penyejuk ruangan
  • hindari pengisian baterai laptop secara berlebihan
  • gunakan laptop atau monitor lcd

Teknologi yang semakin canggih tentu memudahkan segala aktivitas manusia. Berkat teknologi pula, hal yang sulit menjadi lebih mudah dan hal yang terasa jauh kini terasa lebih dekat, misalnya menggunakan teknologi Skype untuk menelepon orang tua kita di luar negeri. Segala inovasi terus dikembangkan. Perkembangan itu ditandai dengan adanya fitur terkini, misalnya televisi yang bisa digunakan untuk internet.

Selain itu, komputer yang sudah ketinggalan zaman sudah mulai ditinggalkan. Kebanyakan orang juga mulai memilih komputer dengan spesifikasi terkini. Konsumen pun mulai cerdas dalam memilih perangkat notebook atau tablet yang kini mulai praktis.

Namun, tidak semua orang memiliki tingkat kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup. Teknologi yang semakin canggih, tentu harusnya berbanding lurus dengan konsumsi energi listrik yang tergunakan. 

Tapi pada kenyataannya tidak semua perangkat mengonsumsi energi listrik yang kecil. Semakin banyak volume tentu semakin banyak energi yang digunakan. Pemakaian energi yang berlebihan tentu akan membuat kocek Anda semakin tergerus, dan tagihan pun membesar.

Sebenarnya sudah banyak penemuan teknologi yang memungkinkan seseorang bisa berhemat dalam penggunaan listrik di rumah, kantor, maupun pabrik. Tapi, tidak sedikit juga orang yang belum memiliki kesadaran akan lingkungan hidup, dan malah berpikir bahwa teknologi penghemat energi listrik tersebut relatif lebih mahal. Padahal, di sini banyak yang orang tidak tahu, barang elektronik yang lebih murah cenderung mengonsumsi listrik yang besar.

Menghemat penggunaan listrik di setiap perangkat keras di rumah kita pada dasarnya berbanding lurus dengan penghematan tagihan listrik. Berikut adalah hal praktis yang bisa Anda praktikkan.

Gunakan lampu neon

Bila dibanding dengan lampu bohlam, penggunaan lamput neon lebih ekonomis karena sedikit dalam penggunaan listrik. Jika Anda cermat, merek yang ternama seperti Philips Lighting Indonesia bahkan mampu menghemat energi listrik di rumah. Lampu ini disebut LED (Light Emitting Diode). Kekuatan cahaya lampu jenis ini lebih terang dari lampu bohlam. Tentu jika tidak digunakan, matikan lampu agar lebih menghemat konsumsi listrik.

Hemat menggunakan penyejuk ruangan

Jika ruangan di rumah Anda tidak terlalu besar, coba gunakan AC Inverter. Perangkat jenis ini hanya membutuhkan sekitar 450 watt bila dibanding dengan penyejuk ruangan biasa yang membutuhkan konsumsi listrik sebesar 900 watt. Penggunaan listrik bisa ditekan hingga 40 persen. Perhatikan juga jika ruangan memiliki celah panas. Mengapa? Celah panas pada ruangan akan membuat beban lebih besar pada Air Conditioner (AC) tersebut. Bersihkan saringan debu pada penyejuk ruangan minimal 3 (tiga) bulan sekali. Saringan yang kotor membuat sistem kipas (blower) menjadi lebih berat, dan itu akan mengonsumsi listrik lebih besar.

Hindari pengisian baterai laptop secara berlebihan

Hal kecil seperti ini biasanya orang tidak sadar. Mengapa? Jika Anda sering menggunakan laptop dan mengisinya tiap hari, segera lepas kabel dari baterai. Listrik yang terus mengalir ke baterai laptop, sementara laptop sudah penuh, akan menjadi sia-sia dan terbuang percuma. Lagipula, baterai akan cepat rusak jika Anda terus-menerus mengisi baterai laptop walau sudah dalam keadaan penuh.

Gunakan laptop atau monitor LCD

Untuk beberapa kantor di kota-kota besar, mungkin penggunaan LCD sudah menjadi hal lumrah. Tapi bagi kantor yang belum sadar akan lingkungan hidup, mungkin harus segera mengganti ke monitor LCD. Mengapa? Penggunaan laptop sebenarnya bisa menghemat konsumsi listrik beberapa kali lipat dibanding PC. Tapi, komputer pribadi (personal computer) seperti apa yang bisa menghemat listrik? Coba pakai monitor bertipe LCD untuk penggunaan komputer pribadi Anda. Konsumsi listrik pada monitor tipe LCD lebih hemat daripada monitor bertipe cembung seperti CRT. Dalam hal kenyamanan, monitor jenis LCD lebih nyaman di mata daripada CRT (Cathode-ray Tube).

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama