Lakukan 6 Hal Ini untuk Penghasilan Tunggal

Ketika Anda diharuskah berhenti bekerja dan hanya mengandalkan satu sumber penghasilan coba lakukanlah 6 hal berikut ini agar keuangan keluarga tetap aman.

dompet disaku

Ketika sudah memiliki Anak Anda memutuskah untuk berhenti bekerja dan mengurus sang buah hati secara penuh. Atau suatu ketika salah satu dari Anda sakit dan mengharuskan untuk berhenti bekerja. 

Kejadian tersebut secara otomatis membuat pemasukan rumah tangga menjadi berkurang, yang tadinya berasal dari dua sumber kini hanya mengandalkan satu penghasilan saja. Kenyataan ini memaksa Anda dan pasangan untuk bertanya jujur pada diri sendiri: sanggupkah mengurangi pengeluaran dan menurunkan gaya hidup selama ini? 

Belum lagi harga-harga terus meningkat, sementara gaji belum juga bertambah. Lalu apa yang harus dilakukan agar kebutuhan hidup tetap terpenuhi walau hanya mengandalkan penghasilan tunggal? Berikut ini beberapa tips untuk pasangan keluarga yang hanya mengandalkan penghasilan tunggal agar anggaran rumah tangga dapat diatur dengan baik.

1. Berwirausaha

wirausaha ikan

Jika salah satu harus berhenti bekerja, Anda akan memasuki masa transisi ke status penghasilan satu pintu. Beberapa pasangan dengan satu sumber penghasilan sering kali terjebak pada pola pikir bahwa yang bekerja adalah satu-satunya yang memberikan konstribusi untuk rumah tangga.

Namun sebenarnya istri atau suami yang tidak bekerja bisa berwirausaha. Disatu sisi ada yang bekerja mengumpulkan uang tetapi disisi lain ada yang mengurus pekerjaan rumah tetapi tetap bisa menghasikan penghasilan tambahan. 

Berwirausaha bisa bermacam-macam, Anda bisa mengandalkan keahlian ataupun hobi pada satu bidang untuk menghasilkan penghasilan tambahan. 

Anda seorang ibu rumah tangga yang ingin berwiraswasta? Artikel ini mungkin dapat membantu Anda, 5 Jenis Bisnis untuk Ibu Rumah Tangga.

2. Petakan Kebutuhan dengan Cermat

perhitungan gaji per bulan

Susun kembali anggaran keluarga secara cermat dan seksama. Anda bisa mengevaluasi daftar kebutuhan yang ada dan menentukan apa yang harus dikurangi. Prioritaskan kebutuhan penting seperti biaya pendidikan anak, biaya pengeluaran rutin, dan biaya cicilan hutang jika memiliki beberapa cicilan rumah, mobil atau kartu kredit.

Intinya Anda harus melakukan berberapa penghematan. Misalnya, jika memiliki dua mobil, ketika sudah memutuskan untuk berpenghasilan tunggal, maka Anda perlu berfikir ulang apakah dua mobil tersebut diperlukan? 

Ataupun jika ada kerusakan kecil pada rumah, belajarlah untuk memperbaiki sendiri, misal kebocoran pipa rumah, membersihkan selokan dan mencuci eksterior sendiri. Belajar untuk hidup lebih mandiri tanpa mengandalkan jasa orang lain.

3. Kurangi Pengeluaran Rutin yang Besar

potong budget per bulan

Ketika melihat pengeluran rutin bulanan Anda pasti bingung mana yang harus dikurangi. Hanya mengurangi kebiasaan membeli kopi di gerai kopi premium tidak akan mampu menebus hilangnya satu sumber penghasilan. 

Maka dari itu memotong pengeluaran seperti biaya perawatan rumah, mobil, atau kebutuhan bulanan lain akan lebih menyisakan ruang di dalam budget Anda. Hal ini memang tidak mudah dilakukan. Oleh karena itu, harus cermat melihat pengeluaran apa yang bisa dikurangi. 

Contohnya, jika Anda terbiasa untuk mencuci mobil di Car Wash, beralihlah dengan mencucinya sendiri di rumah. Atau untuk mengurangi ongkos bensin Anda bisa beralih ke transportasi umum yang jauh lebih hemat.

4. Merubah Gaya Hidup

gaya hidup millenial

Gaya hidup adalah kebiasaaan rutin yang sulit diubah jika Anda ingin melakukan penghematan. Ketika dahulu masih sama-sama bekerja otomatis Anda menjalankan gaya hidup yang berbeda karena memiliki dua penghasilan. 

Ketika itu Anda memiliki banyak teman dan masing-masing punya kebutuhan untuk bersosialisasi. Hal tersebut tentunya membutuhkan pengeluaran ekstra. Nah ketika Anda memasuki masa transisi menjadi penghasilan tunggal, Anda harus berfikir ulang untuk menjalankan gaya hidup seperti dahulu. 

Anda Tidak dapat lagi merasakan kemewahan berbelanja, makan di restoran dan berjalan-jalan sesuka hati, kecuali jika gaji suami mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut. Jika memiliki lebih dari satu kartu kredit sebaiknya guntinglah kartu kredit Anda, sisakan satu untuk beberapa keperluan.

5. Menabung

tabungan rencana

Menabung tidak harus dalam jumlah yang banyak. Anda bisa mencoba strategi menabung Rp5000. Ketika berbelanja dan membayar dikasir pasti selalu ada kembalian, jika mendapatkan pecahan Rp 5000 simpan dan sisihkan di laci ataupun kotak. 

Setelah beberapa bulan ambilah dan simpan di tabungan dan lihat betapa cepatnya tabungan bertambah, Anda tidak akan menyangka dari nominal kecil dapat menghasilkan yang banyak.

6. Menyiapkan Dana Pensiun

dana pensiun

Hal yang terakhir ini tidak kalah penting untuk Anda masukan dalam perencanaan keuangan keluarga. Menyiapkan tabungan pensiun sangat penting untuk kedua pasangan. Pasangan yang bekerja perlu untuk menyimpan cukup uang untuk menutupi kebutuhan masa pensiun kedua pasangan.

Simpanlah 10 persen dari gaji atau pendapatan sampingan untuk masa tua. Pasangan dengan pola penghasilan tunggal disarankan melakukan penghematan lebih 20 persen, untuk mengompensasi perbedaan jika dibandingkan dengan dua sumber pendapatan.

Jadi sebelum Anda memutuskan berhenti bekerja, dan hanya mengandalkan penghasilan tunggal perhatikan kembali 6 hal diatas untuk mempersiapkan kehidupan lebih baik.

Baca juga: Dubber Profesi Sampingan yang Menjanjikan

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama