Istilah-Istilah Kredit yang Mesti Anda Diketahui

Ketika mengajukan pinjaman ke bank, Anda mungkin dijelaskan banyak istilah kredit yang mungkin belum pernah didengar. Apa saja? Ini dia ulasannya.

Saat ini, sudah banyak orang yang memiliki pengalaman mengajukan kredit di bank dan lembaga keuangan lainnya. Namun, meski memiliki pengalaman, terkadang masih ada saja yang belum terlalu mengenal istilah-istilah yang sering digunakan dalam proses tersebut. Ketidaktahuan inilah yang nantinya dapat menimbulkan kesalahan persepsi dan menimbulkan permasalahan di kemudian hari, seperti persetujuan kredit tidak sesuai keinginan, skema kredit tidak seperti diharapkan, bahkan gagal bayar.

Istilah-Istilah Ketika Pengajuan Kredit

Dalam pembahasan kali ini, KreditGoGo ingin mengulas istilah-istilah yang sering digunakan saat kita mengajukan kredit ke bank, khususnya kredit konsumtif. Apa saja? Ini dia ulasannya.

  • Kredit : Dalam hal ini dapat diartikan sebagai dana yang didapat/dipinjam dari bank untuk kemudian dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan cara mengangsur atau sekaligus dengan imbalan berupa bunga.
  • Kreditur : Lembaga atau bank yang bisa memberikan dana secara kredit kepada masyarakat.
  • Debitur : Orang atau masyarakat yang mendapatkan fasilitas kredit dari bank.
  • Limit kredit : Besarnya kebutuhan dana yang kita ajukan melalui kredit bank, bisa disetujui sesuai limit yang diajukan, bisa kurang, bahkan ditolak bank.
  • Tenor : Jangka waktu kredit yang diajukan atau lamanya kredit diangsur, akan disesuaikan dengan masa pensiun atau sesuai ketentuan bank.
  • Angsuran : Besarnya pembayaran kredit yang dilakukan dengan cara dicicil dalam jangka waktu tertentu dan sudah termasuk angsuran pokok kredit dan bunga.
  • Bunga : Besarnya imbalan atas jasa bank yang telah meminjamkan uang/memberikan kredit.
  • Bunga Flat : Perhitungan bunga dengan menghitung secara rata dari total hutang sehingga proporsi pembayaran bunga dan pokok setiap bulannya selalu tetap. Sebagai contoh, bunga flat dari pinjaman Anda perbulan 0.5%, limit kredit Rp 100 jt, maka bunga perbulan adalah Rp 100 juta x 0.5% = Rp 500 ribu. Lalu, tenor selama 120 bulan, maka besar angsuran pokok perbulan adalah Rp 100 juta/120 bulan = Rp 833.333 atau total angsuran Rp 500 ribu + Rp 833.333 = Rp 1.333.333. Proporsi pembayaran bunga dan angsuran pokok tersebut akan selalu sama sampai kredit lunas.
  • Bunga Effektif : Perhitungan bunga dengan memperhitungkan sisa pokok pinjaman sehingga proporsi pembayaran bunga setiap bulannya akan semakin mengecil dibandingkan proporsi pembayaran pokoknya. Misalnya untuk limit kredit Rp 100 juta dengan tenor 10 tahun, bunga 10% efektif/tahun akan setara dengan bunga flat 5.86%/tahun, angka bunganya beda tapi kalau dihitung besar angsuran pokok kredit + bunganya sama yaitu Rp 1.321.507.
  • Floating : Besarnya bunga yang diberikan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung suku bunga pasar atau kebijakan bank.
  • Fixed : Besarnya bunga yang diberikan tetap sama sampai dengan jangka waktu tertentu, setelah masa fixed berakhir maka akan bunga akan floating mengikuti suku bunga pasar sesuai kebijakan bank. Pada saat masa fixed berakhir hampir bisa dipastikan bunga akan lebih besar karena bunga awal pada dasarnya dapat dianggap sebagai bunga promo dengan jangka waktu tertentu. Dengan bunga yang membesar maka angsuran juga pasti membesar.
  • Baki debet : Besar sisa pokok pinjaman pada waktu tertentu diluar bunga dan denda atau penalti.
  • Appraisal : Proses penilaian agunan yang biasanya dilakukan oleh pihak Bank. Nilai inilah yang akan digunakan sebagai nilai agunan, bukan dari harga jual atau price list dalam pengajuan KPR.
  • Agunan : Jaminan yang diberikan kepada pihak bank dari debitur untuk menjamin kelancaran pembayaran angsuran kredit dan bisa menjadi alternatif terakhir sumber pelunasan kredit bagi bank apabila terjadi gagal bayar. Agunan umumnya berupa sertifikat tanah atau BPKB kendaraan.
  • LTV (Loan To Value) : Maksimal limit kredit yang dapat diberikan bank atas dasar persentase tertentu dari nilai agunan yang diaksep bank, biasanya sekitar 70%-80% dari kebutuhan.
  • DSR dan DBR (Debt Service Ratio dan Debt Burden Ratio) : Maksimal kredit yang dapat diberikan bank atas dasar perbandingan besarnya angsuran kredit maksimal terhadap pendapatan calon debitur yang disetujui bank, biasanya sekitar 30%-40%. Contohnya, pendapatan calon debitur yang disetujui bank Rp 10 jt/bulan, dengan DBR 40%, maka angsuran angsuran kredit maksimal untuk calon debitur tersebut adalah Rp 10 juta x 40% = Rp 4 juta/bulan. Apabila angsuran perbulan dari limit kredit yang diajukan maksimal sama dengan Rp 4 juta, maka ada kemungkinman limit kredit tersebut dapat disetujui.
  • SID BI (Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia) : Sering juga disebut sebagai Informasi Debitur BI (ID BI), yaitu data sejarah kredit yang pernah dimiliki calon debitur di seluruh bank atau lembaga keuangan resmi lain. Data ini berisi informasi limit, baki debet, jumlah hari keterlambatan pembayaran, kredit macet, dan lainnya yang akan terekam dalam ID BI sepanjang sejarah
  • Approval : Persetujuan kredit oleh pihak yang berwenang di bank.
  • Akad Kredit : Proses penandatanganan perjanjian kredit di hadapan pejabat bank. Bisa beserta notaris bila diperlukan.
  • Jatuh tempo : Tanggal dimana angsuran kredit harus dibayarkan setiap bulannya. Karena itu, usahakan jangan pernah terlambat atau melebihi tanggal jatuh tempo, agar catatan kredit kita di ID BI tidak jelek.
  • Penalti : Biaya yang harus dibayarkan apabila kredit dilunasi sebelum jatuh tempo sesuai ketentuan.
  • Pengikatan Hak Tanggungan : Proses pengikatan terhadap agunan tanah secara administratif. Di mana, bila suatu saat debitur mengalami gagal bayar, bank memiliki hak untuk melelang agunan untuk menutupi kredit yang tidak dapat dilunasi debitur.
  • Surat Roya : Surat dari Bank atau kreditur kepada Badan Pertanahan Nasional yang berisi informasi bahwa debitur telah melunasi utang lunas dan pengikatan Hak Tanggungan dapat dilepaskan. Surat ini dikeluarkan apabila kredit telah lunas, dan biaya pelepasan hak tanggungan ini belum termasuk biaya bank yang dikeluarkan pada saat pencairan kredit. Pelepasan Hak Tanggungan ini dilakukan sendiri oleh debitur atau dengan bantuan Notaris/PPAT. Selama belum dilakukan pelepasan Hak Tanggungan, maka sertifikat tidak dapat dipindahtangankan, diperjualbelikan, dan dijadikan agunan lagi kepada bank lain.

Anda Sudah Mengatahui Istilah-Istilah Kredit?

Mungkin Anda butuh waktu untuk menghafal berbagai istilah di atas. Namun, paling tidak, penjabaran yang sudah dilakukan itu nantinya diharapkan bisa membantu Anda kalau ingin mengajukan kredit ke bank. Siapa tahu dengan mengetahuinya, Anda bisa dapat lebih mudah memahami penawaran dan penjelasan dari pihak bank tanpa merasa atau mudah ditipu.

Sebenarnya masih ada banyak istilah kredit yang masih bisa dijabarkan, mungkin Anda punya beberapa istilah lain yang tidak dibahas di atas? Yuk Share.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!