Hemat Ala Karyawan Muda

Anda seorang karyawan muda? Agar tidak boros, seorang karyawan kantor seharusnya tidak perlu malu dalam berhemat. Begini caranya berhemat ala karyawan muda.

  1. tentukan budget bulanan
  2. bawa bekal dari rumah
  3. gunakan transportasi umum atau nebeng dengan teman
  4. gunakan kartu kredit dan manfaatkan promo
  5. manfaatkan wifi gratis
  6. cari pekerjaan yang memiliki tunjangan dan coba bernegosiasi

Anda baru saja selesai studi dari luar negeri? Atau, baru mulai mencari nafkah sendiri? Transisi dari sekolah/kuliah dan menjadi karyawan suatu perusahaan memang tidak mudah. Dulu kebutuhan keuangan dari orang tua, kini kita sendiri yang atur. Aturannya sederhana, jika Anda pandai mengatur keuangan sendiri, pasti bisa hidup di Jakarta kan? Yuk, simak cara apa saja yang bisa dipraktikkan untuk tetap hidup hemat sebagai karyawan muda.

1. Tentukan bujet Anda per bulan

Anda pasti bangga kan jika berhasil mendapatkan pekerjaan baru? Tapi ingat, jangan hamburkan dulu pemasukan Anda yang pertama itu. Buatlah perencanaan; berapa persen yang dapat Anda tabung, berapa persen untuk kebutuhan pangan sehari-hari, transportasi, hiburan, dan bayar tagihan. Berdasarkan cara perencanaan finansial yang baik, pembagian mana pos tabungan, konsumsi, transportasi dan investasi harus ditentukan di awal, atau disaat Anda memperoleh gaji. Jangan sampai disaat Anda memperoleh gaji langsung dibelanjakan. Waspadalah!

2. Bawa bekal makanan dari rumah

Pernah makan di kantin dekat kantor? Mungkin Anda pernah berpikir, sering-sering makan di kantin kadang bisa memberatkan kantong. Coba Anda siapkan bekal makan siang dari rumah. Selain sesuai dengan selera, Anda pasti terkejut berapa besar biaya yang dapat dihemat.

3. Gunakan transportasi publik/umum

Sebagai karyawan muda, Anda pasti berpikir akan lebih hemat jika naik motor. Pemikiran itu tak sepenuhnya benar. Yang pasti, kondisi macet di Jakarta akan terus mengerus isi kantong Anda, yaitu uang bensin. Belum gaji Anda teralokasikan untuk biaya servis rutin. Gunakanlah transportasi publik, misal Transjakarta atau kereta. Moda transportasi ini cukup baik kok.

4. Ikut (nebeng) mobil/motor teman

Untuk Anda yang tinggal di daerah tidak terlalu ramai kendaraan umum, ada baiknya Anda dan teman-teman sekantor janjian untuk pergi/pulang bersama. Tentunya tanya terlebih dulu teman mana yang searah dengan Anda. Dengan begitu, Anda bisa berbagi biaya bensin dan biaya tol. Atau, Anda juga bisa ikut nebeng dengan satu komunitas, misalnya komunitas Nebeng.

5. Gunakan kartu kredit dan manfaatkan promo

Jika digunakan dengan baik dan benar, akan sangat besar manfaatnya. Untuk promo makan malam dan hiburan, Anda sebetulnya bisa berhemat dengan kartu kredit dibanding membayar tunai. Kelebihan lainnya juga ada pada diskon belanja. Namun, jangan kebablasan dalam bertransaksi ya. Dan jika Anda memiliki hutang kartu kredit, harus segera dilunaskan ya. Namun ingat, penggunaan kartu kredit harus sesuai kebutuhan. Jangan sampai hutang kartu kredit menjadi membengkak sehingga membebani keuangan Anda. Apalagi jika disaat yang bersamaan Anda sedang mengangsur cicilan KPR atau kredit kendaraan bermotor.

6. Manfaatkan Wi-Fi gratis

Sebagai karyawan muda, Anda tentu ingin memberikan performa terbaik dalam pekerjaan. Lembur kadang harus dilakukan. Pulang ke rumah pun sekadar melepas lelah. Lalu, bagaimana jika ingin cek pekerjaan kantor melalui internet? Coba manfaatkan fasilitas internet yang ada di kafe, mal, atau gedung perkantoran. Coba Anda cek saja ke Indonesia WiFi di mana titik internet gratis tersebut.

7. Cari pekerjaan yang memiliki paket tunjangan dan coba bernegosiasi

Ada perusahaan yang memberikan fasilitas tunjangan, misalnya asuransi kesehatan atau tunjangan makanan pokok kepada karyawannya. Coba cari tahu ke bagian SDM tentang itu. Tidak ada salahnya, kan? Perusahaan yang memberikan paket tunjangan bahan pokok tentu menghemat beberapa rupiah pengeluaran Anda selama sebulan.

Nah, sebagai karyawan muda, tidak perlu malu untuk berhemat. Semoga berguna bagi Anda!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama