Berkat Teknologi, Bayar Pajak Jadi Mudah

Zaman dahulu, ketika harus menyetorkan pajak, kita harus mendatangi kantor pajak terdekat, atau mendatangi kantor pos. Tapi di era sekarang, berkat teknologi, menyetorkan pajak bahkan bisa dilakukan ketika Anda di kafe favorit.

Jika Anda adalah salah satu orang lahir di zaman jadul, lebih tepatnya era '60-'70-an, pasti Anda masih ingat bagaimana mekanisme pembayaran pajak? Salah satunya adalah mendatangi kantor pos, atau kantor pelayanan pajak yang konon nun jauh dari rumah. Di mata seorang pelawak, yang juga anggota grup komedian Patrio, Eko Patrio, pelayanan pajak yang sempat ia rasakan adalah wajib pajak seperti ditakut-takuti agar tepat membayar setoran pajak. Citra seperti itu membuat paradigma buruk terhadap petugas pajak.

Contoh pajak ada berbagai macam. Misalnya ketika Anda sedang makan di restoran, Anda sebenarnya sudah membayar pajak di restoran tersebut. Bagi Anda yang ingin tahu apa saja kegunaan pajak dan mengapa kesadaran masyarakat Indonesia masih rendah dalam membayar pajak, Anda bisa melihat dokumentasi di bawah ini.

Namun di masa sekarang, Ditjen Pajak melakukan pendekatan berbeda dalam memberikan layanan, juga sosialisasi, kepada wajib pajak agar membayar pajak. Salah satunya adalah menggunakan sistem online.

Jika Anda tergolong orang yang taat bayar pajak, dan kebetulan sedang mampir di kafe di sebuah mal di Jakarta, cobalah untuk mengakses www.pajak.go.id untuk mengetahui informasi perpajakan perusahaan Anda. Nah jika Anda ingin segera menyetorkan pajak, Anda bisa langsung mengakses pembuatan surat pemberitahuan (SPT) secara elektronik yang disebut e-SPT. Fasilitas lainnya yang bisa Anda gunakan adalah pelaporan pembayaran elektronik melalui billing system (Surat Setoran Elektronik) yaitu di laman sse.pajak.go.id.

Salah satu keasyikan membayar pajak lainnya adalah adanya fasilitas pelaporan SPT elektronik melalui e-Filling, yang kemudian Anda bisa membayar pajak melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Layanan e-filling ini merupakan layanan yang memungkinkan Wajib Pajak untuk memberikan laporan SPT Tahunan secara elektronik, melalui internet. Canggih kan! Dengan adanya layanan ini diharapkan bisa mengecilkan ruang gerak koruptor dan para petugas pajak yang menggelapkan pajak Anda. Dengan begitu, pajak bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran masyarakat lainnya.

Nah, saat ini sudah tersedia 2 (dua) jenis layanan penyampaian SPT melalui e-filling.

Untuk dapat memanfaatkan fasilitas tersebut, Wajib Pajak harus sudah terlebih dahulu memiliki sebuah nomor yang disebut Electronic Filling Identification Number (e-Fin), juga sudah memiliki sertifikat ( digital seritificate ) dari Ditjen Pajak.

Bagi Anda yang belum tahu, e-Fin adalah sebuah nomor identitas yang diberikan kepada Wajib Pajak dalam rangka penyampaian laporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) secara elektronik. Nomor tersebut bisa diperoleh dengan mengajukan permohonan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat.

Inovasi lainnya yang dilakukan Ditjen Pajak adalah fasilitas pembayaran pajak melalui ATM. Fasilitas ini diberikan pada Wajib Pajak yang memiliki omzet di bawah 4,8 miliar setahun dan berkewajiban membayar Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 1 persen dari omzet, yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013.

Wajib Pajak yang telah membayar pajak lewat ATM tersebut tidak perlu lagi melaporkan pembayaran pajaknya (SPT Masa PPh) ke kantor pelayanan pajak. Mengapa? Itu karena bukti pembayaran yang diterbitkan mesin ATM juga sudah berfungsi sebagai sarana pelaporan. Namun, Wajib Pajak tetap harus memenuhi kewajibannya dalam pelaporan SPT Tahunan PPh.

Namun Anda juga harus mengetahui bank mana yang saat ini bekerja sama dengan Ditjen Pajak, bank-bank itu adalah Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tidak menutup kemungkinan bank-bank lain akan bisa digunakan sebagai sarana pembayaran dan pelaporan pajak di Indonesia.

Bagus kan, kalau kita bisa dengan mudah menyetorkan pajak kita? Layanan tersebut akan terus dikembangkan dan disempurnakan seiring teknologi berkembang. Kita juga harus mengetahui, ke mana saja uang pajak yang kita setorkan tersebut? Apakah benar-benar dimanfaatkan secara semestinya? Selamat bayar pajak ya!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama