​Membuat Rencana Jaminan Keuangan

Tau gak sih, hal-hal berikut ini bisa membuat jaminan keuangan Anda selalu berada di zona hijau. Jadi, pastikan Anda benar-benar menerapkannya!

Semua orang pasti menginginkan jaminan keuangan yang selalu sehat, baik dimasa produktif maupun dimasa purna karya Anda. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mencapai semua itu? Ada 3 hal penting yang wajib dilakukan dalam merencanakan tabungan Anda, yaitu lunasi utang kredit, persiapkan dana pendidikan anak, dan tabungan dimasa pensiun.

Lunasi Utang Kredit

Apakah setiap akhir bulan, Anda selalu terbayang utang kartu kredit? Jika iya, agar terbebas dari hal tersebut, tentu saja Anda harus segera membayarnya agar tidak terkena bunga kredit yang tinggi.

Contoh Anda memiliki tagihan kartu kredit Rp 37 juta dengan bunga 2,95% dan kredit pemilikan mobil Rp 122 juta dengan bunga 9%. Untuk membayar kedua hutang ini, setidaknya Anda harus menyiapkan uang sekitar Rp 22 juta per tahunnya.

Pertanyaannya, darimana saya dapat mengumpulkan uang Rp 22 juta per tahunnya? Pertama, Anda bisa menyisihkannya dari penghasilan per bulan Anda atau jika Anda tidak memungkinkan melunasi tagihan-tagihan Anda secara cepat, ubahlah pinjaman yang berbunga tinggi menjadi pinjaman berbunga rendah. Gali lubang dan tutup lubang.

Persiapkan Dana Pendidikan Anak

Setiap tahunnya, pendidikan di Indonesia mengalami inflasi. Namun, seberapa besar inflasi tersebut? Untuk jenjang pendidikan TK hingga SMA bisa mengalami inflasi sebesar 20% per tahun nya sedangkan pendidikan S1 sebesar 15% per tahun nya.

Kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan dana pendidikan anak? Sebaiknya, hal tersebut disiapkan sejak hamil, tak terkecuali bagi pasangan yang mengalami kesulitan memiliki anak, harus tetap mempersiapkannya meskipun belum tahu kapan akan hamil. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika Anda hamil di usia lanjut, Anda sudah memiliki tabungan yang cukup untuk biaya sekolah anak Anda yang di sisi lain jangka waktu usia produktif akan semakin pendek.

Investasi apa saja yang dapat Anda lakukan? Berikut beberapa pilihan untuk tabungan pendidikan anak Anda yang bisa dicoba.

1. Asuransi pendidikan, pemilik asuransi akan mendapatkan dana tiap kali anaknya memasuki jenjang pendidikan baru. Selain itu dana asuransi akan tetap diberikan jika pemiliknya meninggal dunia dengan tanpa membayar premi lagi.

2. Tabungan. Menyimpan dana investasi dalam tabungan boleh jadi paling populer karena prosesnya mudah. Keuntungan dari menabung adalah tidak terikat oleh waktu, Anda bisa menarik dana kapan saja. Dananya bisa digunakan untuk uang pangkal, SPP, les, dan kebutuhan lain yang sifatnya rutin.

3. Deposito. Hampir sama dengan menabung, hanya saja, dana ini baru bisa diambil setelah waktu tempo yang ditentukan habis.

4. Reksadana. Investasi yang uangnya dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi. Laporan perkembangan reksadana akan dikirim setiap satu atau beberapa bulan sekali. Reksadana juga dapat dibeli kapan saja dan dicairkan kapan saja sesuai ketentuan yang berlaku di prospektus.

5. Properti, memang hasil dari investasi ini cukup besar meskipun baru bisa dinikmati dalam jangka waktu yang lama. Jika Anda berminat dengan investasi ini, Anda harus sudah memilikinya sejak anak Anda masih kecil.

Dana Di Masa Pensiun

Secara kasat mata, masa saat pensiun dapat dikatakan tidak perlu membutuhkan banyak uang untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Mengapa? Karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk transportasi dan pakaian kerja.

Namun, tanpa disadari ada biaya lain yang meningkat di masa purna karya Anda, yaitu tagihan listrik (karena Anda akan ada sepanjang hari di rumah), biaya untuk hiburan dan wisata, dan perawatan kesehatan. Namun kebanyakan orang justru di masa pensiun akan lebih banyak butuh uang karena saat masih bekerja sudah banyak menghabiskan uang, tanpa menabung.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan agar masa pensiun Anda tetap hidup dalam kecukupan? Pertama-tama, Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi pengeluaran Anda dan memprioritaskan mana yang harus terlebih dahulu dipenuhi dan keuangan yang harus segera di tutup.

Kedua, Anda harus memiliki target perolehan data pensiun. Guna mencapai target yang diimpikan, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Selain menggunakan kalkulator finansial, Anda juga bisa mulai berkonsultasi dengan perencana keuangan untuk memperoleh saran terbaik yang sesuai dengan kondisi keuangan.

Yang terakhir adalah perbesar alokasi dana pensiun dan investasi. Beruntung jika dana pensiun Anda sudah mencapai target yang telah direncanakan. Tapi, bagaimana jika belum? Anda harus mengencangkan ikat pinggang, mulai menyisihkan dana untuk diinvestasikan ke reksadana.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama