Sudahkah Kartu Kredit Anda Gunakan PIN?

Mulai Januari 2015, seluruh kartu kredit yang diterbitkan bank tidak lagi menggunakan 4 (empat) digit, melainkan PIN 6 (enam) digit. Benarkah itu?

Jika Anda membaca berita beberapa bulan belakangan, pasti sudah mendengar bahwa mulai Januari 2015 seluruh kartu kredit akan menggunakan PIN dengan 6 (enam) digit. Dalam gaya hidup masyarakat urban, terutama di kota-kota besar, penggunaan kartu kredit sebenarnya bisa mempermudah hidup kita. Tentu itu juga harus dilengkapi dengan kesadaran bahwa penggunaan kartu kredit haruslah sebijak mungkin. Jauh sebelum itu, Anda juga harus tahu hal-hal yang perlu diketahui dari alat pembayaran 'uang plastik' ini.

Oke, sekarang kita masuk ke topik inti deh.

Peraturan Bank Indonesia

Di masyarakat perkotaan, terutama kota-kota besar di Indonesia, penggunaan kartu kredit sebagai alat pembayaran memang tidak lepas dari risiko ketika bertransaksi. Entah itu pencurian nomor PIN atau pemalsuan tanda tangan. Masih ingat nggak waktu dulu zaman transaksi kartu kredit menggunakan tanda tangan? Nah, pada masa itu rawan sekali terjadi pemalsuan tanda tangan, baik dengan cara auto-paraf atau pelatihan tanda tangan secara profesional. Tentu saja tanda tangan kita harus cukup rumit agar susah ditiru oleh si pemalsu. Betul tidak? Tapi bagaimana yang tanda tangannya simpel, bahkan terlampau sederhana? Rawan pemalsuan kan?

Untuk meningkatkan perlindungan konsumen di Indonesia, Bank Indonesia telah menuangkan peraturan sejak tahun 2012, yaitu dalam Peraturan Bank Indonesia No. 14/2/PBI/2012 serta Surat Edaran No. 14/17/DASP tentang Penyelenggaraan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu.

Peraturan ini berisi penggunaan Personal Identification Number (PIN) dan menerapkan standar gaji para pekerja yang dapat memiliki kartu kredit. Ketentuan itu juga memperkuat perlindungan bagi konsumen kartu kredit melalui peningkatan keamanan kartu serta penguatan manajemen risiko.

PIN Kartu Kredit

Untuk diketahui, bank-bank yang sudah menerapkan PIN (enam) digit, yakni Mandiri dan BCA. Tapi tidak menutup kemungkinan bank-bank lain akan menerapkan sistem ini untuk ke depannya. Tidak hanya itu, masalah penggajian juga menjadi sorotan dari peraturan tersebut. Misalnya, Anda yang berpenghasilan kurang dari Rp. 3 juta tidak bisa mengajukan kartu kredit ini. Mereka yang berpenghasilan lebih dari 3 juta yang bisa menggunakan 'uang plastik' ini. Selain itu, pembatasan kepemilikan kartu kredit juga akan mulai dibatasi. Itu mungkin karena melihat manajemen risiko yang nanti akan dihadapi oleh si pemegang kartu.

Walau begitu, nggak perlu takut menggunakan kartu kredit. Karena kalau pembayaran lancar-lancar saja, alat pembayaran yang mirip kartu nama ini tentunya memiliki banyak kelebihan. Coba saja ajukan satu. Siapa tahu ada yang lebih cocok ke Anda!

Tak Lagi Pakai Tanda Tangan?

Masih hidup di era tanda tangan ketika transaksi kartu kredit? Di tahun 2015, skema verifikasi semacam itu sudah tidak diperlukan lagi. Jadi kalau melihat merchant yang masih melakukan otentifikasi transaksi tanda tangan, Anda wajib menegur. Bahkan kalau perlu, sosialisasikan artikel ini ke orang tersebut. Katakan bahwa otentifikasi tanda tangan sudah tidak disarankan lagi. 

Namun, khusus untuk alat pembayaran kartu kredit dari penerbit dari luar negeri atau asing masih diperkenankan menggunakan tanda tangan. Mengapa? Itu karena mengingat tidak semua otoritas sistem pembayaran di dunia menerapkan PIN kartu kredit seperti di Indonesia.

Sosialisasi ke Pengguna Kartu Kredit di Indonesia

Sebenarnya, penerapan Personal Identification Number (PIN) untuk transaksi kartu kredit ini bukanlah hal yang baru. Mengapa? Itu karena beberapa negara sudah melakukannya di beberapa tahun belakangan, misalnya negara-negara di Eropa, Australia, dan Kanada. Bahkan di Asia sendiri belum ada negara yang menerapkan transaksi kartu kredit dengan menggunakan PIN.

Boleh percaya atau tidak, menurut klaim dari Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), Indonesia bakal menjadi negara pertama di kawasan Asia yang menerapkan nomor unik individu PIN dalam proses transaksi kartu kredit. Pertanyaannya begini, kenapa PIN lebih aman daripada tanda tangan? Itu karena PIN adalah angka rahasia yang hanya diketahui pemiliknya. Pengguna kartu tidak diperbolehkan memberitahu kepada pihak lain. Transaksi dengan PIN ini pun telah terenkripsi dan dilakukan secara real time

Bagaimana dengan sosialisasinya? Pihak bank tentu akan menggunakan berbagai cara untuk mensosialisasikan regulasi baru tersebut. Ini semua dilakukan tentu untuk mengurangi tingkat fraud di Indonesia. Untuk itu, aturan penggunaan PIN enam digit ini perlu terus disosialisasikan agar masyarakat bisa lebih memahami.

Tetap Berhati-hati dan Bijaksana dalam Penggunaan 

Seperti kita tahu, aksi kejahatan atas penggunaan kartu kredit (cybercrime) memang tiap tahun terus terjadi. Namun pemerintah tetap melakukan segala cara untuk mengurangi itu, bahkan hingga nol. Tapi walau begitu, celah pasti akan tetap ada. Ya kalau begitu nggak usah pakai kartu kredit aja? Susah amat. Ya bukan begitu juga.

Anda harus mengetahui bahwa sebenarnya dalam penggunaan kartu kredit, ada beberapa hal yang tidak boleh kita gunakan, misalnya pembiayaan rumah sakit. Itu bisa membuat mata Anda bengkak pas lihat tagihan! Hahahaa... Selain itu, dalam kartu kredit juga ada istilah cashback dan rewards point. Apa itu sebenarnya dan bank mana saja yang memberikan benefit tersebut paling banyak.

Menurut informasi Detik, ketika 'uang plastik' masih pakai magnetic stripe, aksi pembobolan karena skimming menjadi urutan pertama. Namun begitu pada 2010 migrasi ke chip, kejahatan tersebut menjadi nol. Walau begitu, indikasi kejahatan masih bisa terjadi dengan cara konvensional, misalnya pencurian dan pemalsuan kartu.

Intinya, kartu kredit adalah benda mati. Benda mati jika mengalami hal yang konyol, pastilah berasal dari keteledoran sang pengguna. Dan jika pengguna mengalami keteledoran, itu berarti tingkat kewaspadaan dan kebijaksanaan dalam penggunaan kartu kredit masih kurang. Untuk itulah, bagian terakhir artikel ini ditutup agar kebijaksanaan hinggap pada Anda selalu.

Nah, sudahkah kartu kredit Anda gunakan PIN 6 digit?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama