Penting Sebelum Gesek Kartu Kredit di Luar Negeri

Sebelum Belanja di Luar Negeri, penting untuk diketahui berapa biaya konvesi mata uang asing pada kartu kredit. Jangan sampai karena tak teliti tagihan membengkak!

transaksi online dengan kartu kredit

Saat melakukan transaksi dengan mata uang asing, apakah Anda sadar bahwa ada biaya yang dikenakan terhadap penggunaan kartu kredit Anda? Jika tidak teliti bisa saja itulah yang membuat tagihan kartu kredit membengkak!

Belanja barang-barang luar negeri melalui situs penjualan Amazon atau eBay, pembelian tiket transportasi dari maskapai penerbangan asing, paket wisata dari situs luar negeri, atau membeli barang langsung di negeri dapat dikategorikan sebagai transaksi dalam mata uang asing.

Untuk pembelanjaan itulah Anda akan dikenakan biaya konversi mata uang asing dan sering kali ini menjadi komponen biaya kartu kredit yang sering terlewatkan, meskipun berkali-kali menggunakan untuk transaksi luar negeri.

Ketahui Kurs Mata Uang Asing Kartu Kredit

Saat melakukan transaksi pembelian suatu barang atau jasa dengan merchant di luar negeri, salah satu pilihan untuk melunasi pembayaran adalah dengan menggunakan kartu kredit berlogo Visa atau MasterCard.

Biaya konversi mata uang asing terdiri dari dua bagian, yaitu biaya yang dikenakan oleh Credit Card Network (seperti Visa dan MasterCard) serta biaya yang dikenakan oleh bank penerbit kartu kredit (seperti CIMB Niaga, HSBC, Citi, dan Standard Chartered).

Umumnya, biaya yang dikenakan oleh Visa dan MasterCard berkisar antara 1% hingga 2%, sedangkan bank akan mengenakan 1,5% hingga 2,5%. Biaya konversi inilah yang nantinya akan dikenakan langsung pada kurs tukar terhadap rupiah dalam laporan tagihan kartu kredit Anda.

Akibatnya, biaya konversi mata uang asing ini sering tidak disadari oleh pengguna kartu kredit. Inilah yang dapat membuat tagihan kartu kredit Anda bengkak tanpa Anda sadari penyebabnya.

Cara Hindari Tagihan Kartu Kredit Membengkak

tagihan kartu kredit over limit

Jika biaya konversi mata uang asing ini diakumulasi untuk setiap transaksi pembelanjaan di luar negeri yang sering Anda lakukan, tentunya jumlahnya akan menjadi besar. Agar tidak membuat arus kas menjadi kacau, lakukan cara-cara berikut ini:

1. Bertanya Pada Bank

Sebelum Anda berbelanja du luar negeri ataupun melalui situs pembelanjaan seperti Amazon dan Ebau, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu besaran biaya konversi mata uang asing yang akan dikenakan. 

Dan juga pastikanlah dulu besaran kurs Rupiah terhadap mata uang asing tersebut.

2. Hindari Transaksi Dalam Rupiah

Ada kalanya Anda membeli barang atau jasa dari luar negeri dengan penawaran transaksi dalam mata uang Rupiah. Sepintas Anda mengira bahwa transaksi ini akan lebih nyaman karena menggunakan Rupiah, namun sayangnya hal ini adalah kesalahan persepsi yang fatal.

Opsi pembayaran dalam mata uang Rupiah saat belanja di luar negeri atau disebut dengan Dynamic Currency Conversion digunakan oleh merchant termpat anda berbelanja, bukan oleh Credit Card Network. 

Akibatnya, merchant akan menggunakan kurs tukar yang sangat tidak menguntungkan

Selain itu, Anda masih tetap dikenakan biaya fasilitas Dynamic Currency Conversion dengan jumlah sekitar 0,8% hingga 1%. Sehingga Anda akan mengeluarkan uang jauh lebih banyak. 

Jadi hindari belanja di luar negeri dengan mata uang rupiah kecuali Anda tau harga barang tersebut dengan pasti.

Gunakan kartu kredit untuk transaksi pembayaran luar negeri dengan bijak dan jangan ragu untuk mencari informasi dari bank untuk mencegah pemborosan yang dapat terjadi akibat biaya konversi mata uang asing.

Kartu Kredit dengan Kurs yang Kompetitif

Kartu kredit kurs kompetitif

Agar Anda lebih nyaman dalam berbelanja di luar negeri salah satu kartu kredit terbaik menawarkan fasilitas dengan keunggulan nilai tukar yang lebih kompetitif. Kartu Kredit HSBC dihadirkan untuk memberikan layanan eksklusif kepada pengguna setianya.

Lengkapi hidup Anda dengan menikmati pengalaman luar biasa dan kemudahan transaksi di manapun. Kartu Kredit HSBC dapat digunakan dan diterima oleh banyak merchant di seluruh dunia, memberikan nilai tukar uang asing yang kompetitif, mempercepat akumulasi poin reward.

Untuk para pemegang kartu HSBC VISA Signature, HSBC Visa Platinum dan HSBC MasterCard Premier, apabila berbelanja di luar negeri, nilai tukar rupiah yang dipakai untuk setiap pembelanjaan akan kompetitif jika dibandingkan dengan bank lain. 

Nilai tukar mata uang asing berfluktuasi terhadap Rupiah.

Selain itu, Anda juga bisa menikmati lagi 2x poin reward untuk transaksi ritel di luar negeri hanya dengan menggunakan kartu kredit HSBC. Dan tidak hanya itu, Anda juga bisa mengikuti program cicilan 0% selama 3 bulan untuk transaksi ritel yang dilakukan di luar negeri.

Jadi Anda tidak perlu khawatir terhadap kurs yang tinggi, cukup gunakan kartu kredit terbaik dan teliti sebelum berbelanja. Silahkan ajukan kartu kredit HSBC secara online di KreditGoGo dapatkan hadiah voucher belanja senilai Rp 1 juta sekarang juga!

Baca juga:
Anti Grogi Saat Baru Pertama Kali ke Luar Negeri
Pulang dari Luar Negeri dan Shopping, Ini Tips Bebas Bea Cukai

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama