Pemilik Kartu Kredit Harus Baca Ketentuan Pajak Ini

Data transaksi kartu kredit saat ini akan diketahui oleh Dirjen Pajak. Namun pengguna kartu kredit jagan terlanjur panik baca dahulu ketentuanya berikut ini.

cut credit card

Tahukah Anda bahwa menutup kartu kredit sangat berdampak dengan 'credit score' alias nilai kredit Anda? Baru-baru ini banyak para nasabah kartu kredit menyesal telah menutup kartu kredit mereka ketika dikeluarkannya peraturan terakhir dari Kementerian Keuangan tentang informasi data transaksi yang wajib dilaporkan ke Ditjen Pajak.

Kepanikan yang sempat terjadi dikarenakan peraturan ini sempat diberitakan di banyak media massa seperti di Detik, Kompas, Tempo dan media masa lainnya. Sayangnya, setelah kepanikan memuncak, para nasabah dikejutkan dengan dampaknya yang merugikan secara signifikan ke akses keuangan mereka.

Sebenarnya kepanikan dan kebingungan atas peraturan pemerintah ini dapat disikapi dengan lebih baik karena ketidaktahuan nasabah tentang beberapa hal seperti berikut:

1. Tidak ada Kemungkinan Kebocoran Data

database hack fraud

Penerapan peraturan pelaporan data kepada Ditjen Pajak ini memang menimbulkan kekhawatiran nasabah kartu kredit. Masalah prihal 'fraud' atau kebocoran data menjadi perhatian bagi mereka. Mereka merasa takut datanya akan disebarluaskan ke pihak lain. 

Hal tersebut dianggap melanggar undang-undang (UU) kerahasiaan perbankan. Namun mengutip sumber dari media online Liputan6 'Bank Indonesia (BI) menilai aturan laporan data transaksi kartu kredit nasabah kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan tidak melanggar Undang-undang (UU) kerahasiaan perbankan'

Jadi Anda tidak perlu khawatir. Data transaksi yang dilihat oleh Ditjen Pajak tetap terjaga dan rahasia, sebab akses data dilakukan oleh otoritas negara yang menjamin kerahasiaan. Selain itu Akses data nantinya akan dilakukan oleh sistem komputer bukan manusia. 

Ditjen Pajak akan mengandeng Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk memastikan sistem pengamanan nasabah diperkuat. Jaringan data hanya bisa diakses oleh jaringan internal pajak.

2. Harta Anda tidak Dirampok

pajak konsumtif

Selain kebocoran data, banyak masyarakat juga tidak setuju dengan langkah pemerintah yang satu ini karena beranggapan bahwa kegiatan belanja mereka akan diawasi kemudian dimintai pajak dalam jumlah besar.

Selain itu dengan mengintip data transaksi kartu kredit, Ditjen Pajak juga dinilai mampu melacak daftar kekayaan nasabah tanpa izin. Sebenarnya dengan melihat transaksi kartu kredit pihak pajak hanya akan mencocokan data sekaligus mengukur profil pembayar pajak.

Dari pencocokan data tersebut, akan terlihat kewajiban pajak yang semestinya dibayarkan. Sebab, tiap transaksi kartu kredit dapat dibandingkan dengan penghasilan pembayar pajak. Jika konsumsinya lebih besar dibanding penghasilan, kemungkinan besar ada penghasilan yang belum dilaporkan dalam SPT.

Jadi janganlah takut jika data itu diintip oleh Ditjen pajak, harta Anda yang ada di sana tidak akan dirampok, negara hanya meminta haknya dari setiap subjek pajak di Indonesia. Mereka tidak akan melacak daftar kekayaan nasabah tanpa ijin kecuali nasabah tersebut bermasalah.

3. Kartu Kredit Tetap Menguntungkan Anda

jar full of coin

Berdasarkan pembahasan diatas kita bisa melihat maksud pemerintah adalah baik. Mereka ingin menggiatkan pajak kepada para wajib pajak, mencocokan setiap data transaksi nasabah dan dibadingkan dengan penghasilan wajib pajak. 

Dengan diterapkannya peraturan ini secara tidak langsung pemerintah ingin agar pengguna kartu kredit memanfaatkan kartu kreditnya dengan baik sesuai kebutuhannya. Sehingga tidak ada masalah kredit macet dikemudian hari. 

Diluar dari masalah kehobohan data pajak tersebut kartu kredit tetap menjadi alat pembayaran yang menunjang dan memudahkan gaya hidup setiap orang. Jika penggunaannya tepat ada begitu banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan. 

Anda tetap bisa menggunakan kartu kredit tanpa khawatir akan dihantui oleh pajak. Seperti menggunakannya untuk transaksi belanja online, namun pilihlah untuk berbelanja di situs e-commerce yang terpercaya dengan sistem pembayaran yang baik. 

Kenapa begitu? Karena situs belanja online yang terpercaya semua pembelanjaan yang masuk sudah dikenakan ppn (pajak pertambahan nilai), jadi setiap transaksi Anda sudah terlacak dan aman dari pajak

Selain itu jangan lupa manfaatkan fitur cashback dan point reward yang bisa menguntungkan transaksi belanja Anda. Untuk hal kecil seperti pembayaran rutin bulanan contohnya bayar air, listrik, tagihan internet dan lainnya kartu kredit dapat membantu mengontrol pengeluaran rutin tersebut. 

Anda bisa memotong tagihan itu langsung dari kartu kredit dan kemudian bayarkan kembali sama besar pada tagihan Anda. Yang terpenting kartu kredit tersebut tetap aktif digunakan. 

Jadi tidak perlu khawatir, pajak bukanlah hal yang harus ditakuti karena diambil dari sebagian keuntungan saja sesuai dengan kewajiban wajib pajak, tidak akan dikuras dalam jumlah banyak.

Jika Anda mencintai negara dan seorang warga negara yang baik memberikan sedikit akan membantu membuat Indonesia menjadi lebih baik.

Baca juga:
Menjelang Ramadhan Ayo Berhemat Pengeluaran dengan Kartu Kredit
Keuntungan Makan di Restoran Gunakan Kartu Kredit

5 Hal yang Harus di Waspadai Ketika Mengadaikan BPKB

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama