Mengenal Gesek Tunai (Gestun) Lebih Jauh

Belakangan ini, dunia perbankan sedang heboh dengan larangan transaksi gesek tunai oleh Bank Indonesia. Sebenarnya apa sih gesek tunai itu? Ini ulasannya!

Kartu kredit ternyata tidak hanya bisa dipakai untuk belanja, tapi juga untuk memperoleh pinjaman tanpa jaminan dari bank dengan syarat mudah dan proses cepat.

Setiap pemilik kartu dapat menarik uang dari kartu kreditnya melalui mesin ATM manapun. Fasilitas ini dinamakan tarik tunai (cash advance).

Awalnya, fasilitas ini disukai masyarakat. Namun, karena biaya penarikan besar serta bunga tinggi, fitur ini pun mulai ditinggalkan para penggunanya.

Lalu, entah siapa yang memulai, muncul praktek gesek tunai.

Apa Sih Gesek Tunai atau Gestun?

Gesek Tunai, atau lebih dikenal dengan istilah gestun, adalah salah satu metode untuk melakukan penarikan dana dari kartu kredit melalui merchant atau toko.

Pengguna kartu kredit menggunakan kartu kredit di toko, seolah-olah sedang berbelanja, tapi yang diperoleh bukanlah barang melainkan uang tunai.

Apa Perbedaan Gesek Tunai dan Tarik Tunai?

Perbedaan antara kedua metode penarikan uang tunai ini terletak di biaya penarikan dan besarnya bunga yang dikenakan.

Setiap penarikan di ATM akan dikenakan biaya sebesar 4% atau minimal Rp 50 ribu, tergantung mana yang lebih besar. Bayangkan berapa biaya penarikan jika Anda menarik uang berulang kali?

Dengan metode gesek tunai, nasabah hanya dikenakan biaya penarikan sebesar 2% - 3%. Karena tidak ada batasan limit penarikan, maka biaya tersebut hanya dikenakan 1x saja ke nasabah.

Bunga penarikan melalui ATM jauh lebih tinggi dibandingkan gesek tunai. Hal ini disebabkan karena transaksi gestun dianggap sebagai transaksi ritel. Makanya, bunga gestun bisa lebih rendah sampai 3% dibanding bunga tarik tunai.

Kenapa Gesek Tunai Lebih Disukai?

Selain faktor biaya penarikan dan besarnya bunga, ternyata ada beberapa alasan lain mengapa gestun alias gesek tunai lebih disukai masyarakat.

1. Butuh Dana Mendesak

Saat membutuhkan dana dalam jumlah besar dan waktu singkat, pergi ke bank bukanlah opsi pertama. Pengajuan pinjaman butuh waktu proses yang tidak sebentar, karena adanya proses verikasi, survei, dan persetujuan.

Bagi masyarakat, akan lebih mudah jika melakukan transaksi gestun saja. Syarat mudah, tanpa perlu jaminan, dan proses cair sangat cepat.

2. Biaya Tarik Tunai ATM Lebih Besar

Seperti dijelaskan pada sub sebelumnya, biaya tarik tunai di ATM tidaklah murah! Semakin banyak uang ditarik melalui ATM, maka semakin besar pula biaya penarikan. Hal ini disebabkan karena adanya limit penarikan di mesin ATM.

3. Bunga Tarik Tunai ATM Lebih Tinggi

Selain biaya tarik tunai lebih besar, Anda juga masih harus membayar bunga yang lebih tinggi. Rata-rata biaya bunga tarik tunai berkisar dari 3.5% - 4%.

Sedangkan untuk transaksi gestun, dikenakan bunga lebih rendah, yaitu bunga transaksi ritel. 

Jadi, jika Anda melunasi sebelum jatuh tempo, maka tidak ada bunga yang dikenakan.

4. Tarik Tunai Lewat ATM Dibatasi

Anda tidak akan bisa melakukan tarik tunai uang di mesin ATM sejumlah limit kartu kredit. Maksimal dana pinjaman hanyalah sebesar 40%. Itupun harus dilakukan berulang kali, tergantung mesin ATM yang digunakan.

Bandingkan dengan transaksi gesek tunai. Anda bisa menarik uang tunai sebanyak jumlah limit kartu kredit karena dianggap berbelanja. Dan hanya perlu 1x transaksi untuk melakukannya.

Nah, saat ini praktek gestun sudah tidak lagi boleh dilakukan berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/11/PBI/2009. Mengapa? Tunggu artikel kami selanjutnya ya!

Punya pendapat mengenai transaksi gestun atau gesek tunai? Sampaikan di kolom komentar!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama