Mengenal Bagian-Bagian pada Fisik Kartu Kredit

Pada prinsipnya, semua kartu kredit adalah sama ukuran dan bentuknya. Kenalilah bagian-bagian yang ada pada fisik kartu kredit sebelum Anda mengajukan.

Menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran untuk sebuah transaksi sekarang banyak dilakukan setiap masyarakat karena prosesnya sangat mudah dan cepat. Untuk itu tidak sedikit masyarakat yang ingin mengajukan aplikasi kartu kredit.

Tetapi sebelum Anda mengajukan kartu kredit akan lebih baik mengenal dahulu bagian-bagian dari fisik kartu kredit. Kartu kredit memiliki ciri-ciri tersendiri dibandingkan kartu plastik lainnya. Boleh dibilang di semua negara produk ini hampir sama persis.

Untuk itu pengetahuan seputar kartu kredit sangat diperlukan sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk mengajukan permohonan kartu kredit. Salah satu pengetahuan tentang kartu kredit yang dibutuhkan adalah mengenal karakteristik dengan memperhatikan tampilan depan dan belakang kartu kredit.

Agar lebih jelas, kami mencoba mengambil gambaran baku bentuk fisik kartu kredit yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai regulator produk perbankan satu ini, berikut ini penjelasannya.

Bagian Tampilan Depan

Untuk tampilan depan kartu kredit terdiri dari beberapa bagian diantaranya adalah logo bank, chip, nomor kartu, nama pemegang kartu, Logo Perusahaan Pembayaran Internasional dan masa berlaku kartu. Masing-masing bagian memiliki penjelasan dan fungsi yang berbeda, berikut ini kami jelaskan:

1. Logo Bank

Logo bank atau nama penerbit kartu adalah nama bank/institusi penerbit kartu kredit tersebut. Kalau kartu kredit Anda diterbitkan oleh BCA sudah pasti muncul logo atas nama BCA. Begitu juga kartu kredit yang diterbitkan oleh bank lainnya, logonya akanmengikuti nama bank penerbit kartu tersebut.

2. Chip

Chip adalah produk pengaman tambahan yang terbilang baru, agar pengamanan lebih terjamin. Dahulu teknologi ini tidak ada, namun dimasa yang akan datang akan terus disempurnakan. Saat ini semua kartu kredit yang diterbitkan untuk pasar Indonesia sudah diwajibkan untuk memiliki chip.

Hal ini berguna untuk pengamanan kartu kredit dari aksi mafia kartu kredit. Cara kerjanya mirip seperti chip di kartu telepon selular Anda, dimana berisi beberapa data penting seputar identitas nasabah atau data kartu kredit itu sendiri.

3. Nomor Kartu

Setiap kartu kredit memiliki nomornya yang unik dan berbeda-beda untuk setiap jenis kartu dan untuk setiap nasabah. Antara katu kredit yang satu dengan yang lainnya tidak akan sama di seluruh dunia. Untuk pasar Indonesia nomor kartu kredit berjumlah 16 digit yang terbagi dalam empat kelompok bilangan dengan jarak yang sedikit direnggangkan (contoh: 1234 5678 9012 3456).

Empat digit awal pada nomor menandakan jenis kartu dan nama bank penerbit yang berbeda. Selain itu bentuk font pada nomor kartu juga agak unik. Nomor kartu kredit memiliki sistem perhitungannya tersendiri yang unik sehingga membuatnya berbeda antara tiap kartu dan juga tiap pemiliknya. Nama orang boleh saja sama tetapi nomor kartu pasti berbeda!

4. Nama Pemegang Kartu

Pada setiap kartu kredit akan tercetak nama pemiliknya. Jika nama tersebut terlalu panjang seperti tiga empat kata maka bisa saja disingkat baik di depan atau belakangnya. Intinya nama pemilik kartu harus tercetak jelas seperti yang ada di kartu identitas (KTP/SIM/Passport) ataupun sesuai di saat Anda apply kartu kredit.

5. Logo Perusahaan Pembayaran Internasional

Atau juga biasa disebut dengan nama "jaringan pembayaran internasional". Setiap kartu kredit yang Anda apply hanya akan mendapatkan satu nama jaringan pembayaran. Jika pemohon mengajukan kartu VISA maka akan mendapatkan kartu kredit berlogo VISA International. Jika mengajukan kartu MasterCard maka akan mendapatkan kartu kredit berlogo MasterCard International. Begitu juga dengan jenis kartu kredit lainnya seperti JCB, BCA, Amex, dan lain-lain.

6. Masa Berlaku Kartu

Kartu kredit memiliki masa berlakunya, ada yang 2 tahun, 3 tahun atau bahkan 5 tahun. Rata-rata adalah 3 tahun tergantung kebijakan bank sebagai penerbit kartu. Jika masa berlaku kartu habis, otomatis kartu tersebut tidak bisa dipergunakan lagi.

Sebagai gantinya akan dikirimkan kartu baru yang nomor kartunya persis sama kecuali untuk alasan-alasan tertentu bisa saja nomornya berbeda misalnya faktor keamanan, dsb. Untuk melihat masa berlaku kartu bisa diketahui dari valid thru (berlaku sampai) dan valid from (berlaku sejak).

Bagian Tampilan Belakang

Di atas sudah kami bahas mengenai bagian-bagian pada tampilan fisik kartu kredit dari depan, bagaimana dengan tampilan belakang kartu kredit? Pada tampilan belakang terdapat juga beberapa bagian diantaranya adalah pita magnetic, panel tanda tangan, tiga digit nomor verifikasi, identitas bak penerbit kartu, logo mitra kartu kredit dan hologram.

1. Pita Magnetik

Pita magnetik ini sama seperti pita magnetik kartu ATM atau kartu debit. Warnanya hitam kecoklatan panjang dan kegunaannya adalah untuk merekam beberapa data penting nasabah atau kartu itu sendiri dalam bentuk barcode yang hanya bisa dibaca oleh mesin.

Beberapa data penting itu antara lain seperti nama, nomor pin, alamat, limit kartu, saldo, dsb. Pita magnetik ini bisa rusak sehingga kartu kredit tersebut menjadi tidak berfungsi atau eror. JIka sewaktu-waktu kartu krfedit Anda megalami kerusakan harus dilaporkan ke bank untuk diganti kartu baru.

2. Panel Tanda Tangan

Pada bagian belakang kartu kredit, ada bagian untuk nasabah membubuhkan tanda tangan di dalamnya. Bagian tersebut dinamakan panel tanda tangan, dan untuk semua jenis kartu kredit dan kartu atm akan ada panel tanda tangan ini di bagian belakang kartu.

Panel tanda tangan ini biasanya berwana putih dan berada di bawah dari pita magnetic. Biasanya nasabah kartu kredit akan menandatanganinya pada saat menerima kartu kredit sebelum bisa digunakan. Tujuan dari panel tanda tanggan ini agar memudahkan verifikasi tambahan sebagai pemegang kartu yang sah.

3. Tiga Digit Nomor Verivikasi

Khusus untuk kartu kredit akan selalu ada 3 digit angka yang berfungsi sebagai pengaman kartu kredit. Berbeda dengan bagian depan kartu kredit yang dipasang chip untuk pengaman kartu kredit. 3 digit angka ini dinamakan CVV (Card Verification Value) yang berguna untuk menghindari kejahatan pembobolan kartu kredit.

4. Identitas Bank Penerbit Kartu Kredit

Di bagian belakang kartu kredit ini akan ada penjelasan mengenai, nama dan alamat bank selaku pihak yang menerbitkan kartu kredit tersebut. Ini dimaksudkan, jika kartu kredit tersebut hilang dan si penemu nya dapat dengan mudah untuk mengembalikan kepada pihak bank.

5. Logo Mitra Kartu Kredit

Kartu kredit memiliki rekanan bank atau perusahaan pembayaran lainnya. Biasanya mitra yang banyak ada di kartu kredit adalah Cirrus/PLUS. Cirrus untuk Master Cards, sedangkan PLUS untuk VISA. Logo ini dimaksudkan agar memudahkan kartu kredit Anda dapat dikenal mesin-mesin ATM pada saat ingin menarik uang tunai.

6. Hologram Kartu Kredit

Pada kartu kredit juga memiliki hologram sebagai pengaman tambahan. Untuk kartu kredit Master Cards hologram diletakkan di bagian depan kartu kredit sedangkan VISA biasanya akan terlihat di bagian belakang kartu kredit.

Jadi seperti itulah bentuk fisik kartu kredit yang akan bakal Anda miliki. Sebagai informasi dan pengetahuan Anda tidak ada salahnya untuk mengenal bagian-bagian tersebut.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat dengan Kartu Kredit

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama