Mau Transaksi Tunai Atau Kredit? Ini Kriterianya

Ketika membeli barang, mungkin Anda sering dihadapkan pada permasalahan mau membayar tunai atau kredit? Dengan kekurangan dan keunggulan kedua jenis transaksi itu, mana yang akan dipilih?

Pernahkan berada di posisi harus membayar tunai atau kredit ketika berbelanja? Hampir tiap orang yang sudah memiliki penghasilan sendiri mungkin pernah mengalami hal tersebut. Lalu, keputusan apa yang diambil?

Sebagai contoh, Faisal, seorang pemuda yang baru lulus kuliah dan baru saja bekerja sebagai pegawai trainee di sebuah perusahaan dengan penghasilan Rp 3 juta per bulan. Di suatu waktu, ia ingin membeli smartphone Samsung seharga Rp 2 juta karena smartphone BlackBerry yang sebelumnya digunakan dia rusak.

Dalam keadaan seperti ini, Faisal harus memilih apakah harus membayar secara tunai atau kredit. Masalahnya, bila membayar secara cash, sisa uang gajinya mungkin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan. Namun, bila membayar dengan menyicil, maka waktu pelunasannya cukup lama. Jadi, mana yang harus dia pilih?

Bayar Tunai atau Kredit Ya?

Bila berada di tengah masalah ini, Anda harus tahu pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan untuk mengambil keputusan tersebut. Apa saja kriterianya? Ini dia.

1. Mendesakkah kebutuhan tersebut?

Kalau dikaitkan dengan Faisal yang dihadapkan dengan kebutuhan mendesak, bertransaksi secara kredit adalah jawabannya. Sebab cara ini bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan di saat tidak memiliki uang dalam jumlah besar. Tidak mungkin kan ia harus menunggu dalam waktu lama guna mengumpulkan modal padahal barang tersebut sangat diperlukan untuk memudahkan komunikasi dengan semua orang.

2. Berapa besar bunga dan biaya yang diperlukan?

Bila Faisal memilih menggunakan kartu kredit dalam membeli smartphone yang diinginkannya, maka otomatis ia harus ikut memikirkan biaya bunga pinjaman. Hal ini yang membuat harga barang atau jasa yang dibeli menjadi lebih mahal dibandingkan dibayar secara tunai.

Karena itu, saat ingin memutuskan bertransaksi secara cash atau mencicil, pikirkan juga opportunity cost yang akan hilang jika kemudian memutuskan menunda pembelian, sebanding atau tidak? Jika iya, maka sebaiknya dilakukan secara menyicil, dan sebaliknya.

3. Lebih nyaman mana?

Bagi yang sudah memiliki kartu kredit, rata-rata akan menyebutkan bertransaksi dengan memakai benda ini lebih banyak memberikan kemudahan dibandingkan memakai yang tunai.

Jelas saja, bila menggunakan alat itu, kita tida perlu repot membawa tumpukan uang dalam jumlah besar yang bisa menarik pelaku kriminal atau masalah yang tidak diinginkan lain. Cukup dengan digesek, masalah pembelian sudah selesai. Namun ingat, kalau bertransaksi dengan memakai instrumen pembayaran ini, maka otomatis Anda sudah berutang pada bank. Jadi batasi penggunaannya ya.

4. Benefit apa yang didapat?

Semua bank yang menawarkan penggunaan kartu kredit miliknya biasanya akan menawarkan fitur reward points bagi para nasabahnya. Kumpulkan poin yang didapat dari setiap transaksi, bila sudah terkumpul dengan jumlah tertentu, maka Anda bisa menukarnya untuk berbagai berbagai benefit, mulai dari barang hingga diskon belanja di banyak merchant.

5. Kebebasan berbelanja di waktu mendatang

Kalau Ada Diskon, mau Bayar Tunai atau Kredit?

Ketika menggunakan layanan pinjaman seperti memakai kartu kredit, maka Anda harus membayar utang pokok dan bunga yang berasal dari pendapatan di bulan mendatang. Karena itu, sebelum memanfaatkan fasilitas ini, pertimbangkan berapa banyak dana yang akan dibebankan di periode gajian berikutnya.

Kalau keuangan di bulan selanjutnya diprediksi cekak, maka lebih baik melakukan pembayaran tunai. Mungkin Anda akan bokek di bulan ini, namun di bulan depan keuangan sudah kembali seperti semula.

Bila lebih tertatik menggunakan kartu kredit ketika bertransaksi, maka cobalah untuk melunasi utang secara tepat waktu. Hal ini berguna untuk membantu Anda membentuk credit rating, yaitu angka yang menilai tanggung jawab nasabah dalam menggunakan dan membayar cicilan. Data tersebut tersimpan di database Bank Indonesia.

Memiliki credit rating yang baik akan sangat membantu di masa depan, karena akan menjadi pertimbangan khusus ketika ingin mencicil rumah maupun mobil.

Namun, ujung-ujungnya, keputusan untuk bertransaksi berada di tangan Anda bergantung pada seleksi tingkat prioritas yang ada. Sebagai contoh, tidak mungkin kan Anda menggunakan kartu kredit bila membeli air minum kemasan di pinggir jalan.

Apapun metode pembayaran yang dipilih, baik itu secara tunai atau kredit, tentu akan memiliki keuntungan dan kekurangan yang berbeda tergantung pada situasinya. Karena itu, ketahui kriteria-kriteria yang harus dipikirkan, jangan sampai transaksi yang dilakukan malah memberikan kerugian di masa mendatang.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama