Ketentuan Lapor Pajak tidak Mempengaruhi Transaksi Kartu Kredit

Ketentuan Kementerian Keuangan yang mengharuskan 23 bank melaporkan data transaksi nasabahnya ke Dirjen Pajak menuai kontroversi. Tetapi hal ini ternyata tidak mempengaruhi pertumbuhan kartu kredit.

perhitungan lapor pajak

Peraturan Menteri Keuangan yang mewajibkan 23 bank nasional atau lembaga penyelenggara kartu kredit untuk melaporkan data transaksi kartu kredit ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dinilai tidak akan berpengaruh ke bisnis kartu kredit.

Di sejumlah negara lain seperti Jepang dan Korea pelaporan data kartu kredit kepada otoritas pajak merupakan praktek yang sudah lama terjadi. Oleh karena itu, kekhawatiran akan terjadinya penurunan penggunaan dan transaksi kartu kredit dalam jangka panjang adalah hal  tidak berdasar.

1. Penerbit Kartu Kredit tidak Terpengaruh

bank indonesia

Beberapa bank menanggapi positif dan tidak terpangaruh terhadap pertumbuhan kartu kredit mereka. Dari 23 perbankan yang wajib lapor data transaksi data kartu kredit, sebanyak 22 bank telah menyampaikannya kepada Ditjen Pajak.

Hanya satu bank yang meminta penundaan. Tetapi itu hanya  karena kesulitan teknis. Jadi dengan diberlakukannya ketentuan ini tidak ada bank yang keberatan sampai hari ini untuk menyampaikan data kartu kredit nasabah.

Pertumbuhan pengguna kartu kredit tetap terjadi, pertumbuhan pengguna kartu kredit PT Bank CIMB Niaga Tbk. diklaim tak terpengaruh secara signifikan oleh penerapan aturan wajib lapor transaksi kartu kredit.

Head of Retail Banking Product Bank CIMB Niaga, Budiman Tanjung, mengatakan setiap bulannya tercatat pertumbuhan kartu kredit baru sebanyak 25.000 hingga 30.000 keping kartu.

Selain CIMB Niaga,  Bank Standart Chartered yang juga mendukung kebijakan DJP dan itu tidak berpengaruh terhadap pengurangan nasabah mereka. Meski ada kebijakan ini, tidak ada nasabah yang menutup kartu kreditnya karena takut atau merasa tidak nyaman.

Lain lagi dengan Bank Mega yang tetap optimis untuk menumbuhkan bisnis kartu kreditnya. Bank Mega menargetkan penerbitan 75.000 kartu kredit baru untuk tahun 2016 ini dengan menggandeng klub sepakbola asal Spanyol, FC Barcelona untuk menerbitkan kartu kredit, kartu debit, dan e-cash dengan desain kartu FC Barcelona.

2. Kartu Kredit Menawarkan Keuntungan

untung menggunakan kartu kredit saat lebaran

Momen Ramadan dan Idul Fitri membuat transaksi kartu kredit meningkat, pasalnya ada beragam promosi yang ditawarkan penerbit kartu kredit untuk memanjakan penggunanya. Kartu kredit tetap menawarkan banyak keuntungan malah bisa membantu Anda menghemat pengeluaran.

Selain itu program transaksi non tunai yang digalakkan oleh beberapa bank juga mendorong masyarakan untuk bertransaksi dengan kartu kredit. Selain lebih mudah ada beragam fitur seperti poin rewards, cashback, dan potongan harga bisa dimanfaatkan untuk memudahkan nasabah dalam berbelanja.

3. Wajib Pajak tidak Perlu Gusar

wajib pajak tak perlu gusar

Seharusnya para pengguna kartu kredit yang sudah terdaftar sebagai wajib pajak tidak perlu gusar dan cemas data transaksi mereka dilihat. Dirjen Pajak hanya akan mengintip data tersebut untuk dicocokkan dengan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Tahunan.

Jadi apabila sudah membayar pajak dengan benar, wajib pajak tak perlu cemas dan gusar. Data Anda pun aman dan jika kebocoran terjadi itu akan masuk dalam tindak pidana dan ditanggani oleh kepolisian.

Indonesia saat ini sedang menuju era keterbukaan keuangan dan perbankan untuk tujuan perpajakan dengan komitmen untuk melaksanakan Automatic Exchange of Information pada 2018. Dalam era ini, penyampaian data transaksi keuangan dan perbankan kepada otoritas pajak akan menjadi sesuatu yang lazim.

Kontroversi penyampaian data kartu kredit kepada Ditjen Pajak saat ini merupakan sarana pembelajaran bagi semua pihak untuk menjadi lebih sadar dan patuh pajak dalam menyongsong era keterbukaan keuangan dan perbankan untuk tujuan perpajakan.

Pajak merupakan sumber utama penerimaan Negara dan untuk itu Ditjen Pajak mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian bergotong royong dalam mendanai pembangunan nasional dengan menghitung, membayar dan melaporkan pajak secara jujur dan benar.

Jadi Anda tidak perlu takut bertranksaksi dengna kartu kredit. Selain aman

Baca juga: Pemilik Kartu Kredit Harus Baca Ketentuan Pajak Ini
Lapor SPT Online Lebih Mudah dan Cepat

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama