Kenali Manfaat Perlindungan Asuransi Kartu Kredit

Pernah dapat penawaran jaminan proteksi kartu kredit? Yuk, pahami tentang asuransi kartu kredit dan manfaatnya untuk keuangan Anda.

Pemegang kartu kredit pasti pernah mendapatkan telepon dari peruahaan jasa asuransi yang memberikan perlindungan terhadap kartu kredit. Fasilitas ini melindungi Anda dan keluarga dari tagihan utang apabila tutup usia sebelum sempat melunasinya.

Tagihan Anda akan sepenuhnya ditanggung oleh pihak asuransi berkat adanya program ini. Tapi, sebenarnya apakah asuransi kartu kredit ini dan manfaatnya bagi nasabah? Apakah Anda perlu memilikinya? Lalu, bagaimana cara untuk mendapatkan layanan ini? Berikut ini adalah penjelasannya.

asuransi kartu kredit

Jaminan Perlindungan Kartu Kredit

Asuransi kartu kredit atau dikenal sebagai credit shield merupakan sebuah fasilitas perlindungan yang diberikan penerbit kartu kepada penggunanya. Proteksinya berupa pembebasan tagihan dengan sebab tertentu seperti meninggal dunia, mengalami musibah cacat, atau hal lain yang membuat nasabah tidak mampu melunasi tagihannya.

Layanan asuransi yang diberikan oleh setiap penerbit kartu memiliki fitur dan keunggulan yang berbeda-beda. Tetapi, umumnya asuransi ini akan menanggung seluruh tagihan kartu kredit bila pemengang kartu meninggal dunia.

Selain layanan tadi, ada juga penerbit kartu juga memberikan layanan santunan jika terjadi kasus kecelakaan hingga menimbulkan cacat. Bahkan, nasabah juga terbebas dari kreditnya jika pemegang kartu menderita penyakit berat.

Premi yang Perlu Dibayar

premi asuransi kartu kredit

Sama seperti jenis asuransi lainnya, jaminan perlindungan kartu kredit membebankan biaya premi kepada pengguna yang mendaftar layanannya. Besar pembayaran premi asuransi kartu kredit mulai dari 0,5% - 1% dari total tagihan kartu kredit setiap bulannya.

Contoh perhitungannya, nasabah A memiliki tagihan kredit bulan November sebesar Rp10 juta dengan premi asuransi sebesar 0.5%. Maka pembayaran premi bulan November: Rp5.000.000 X 5% = Rp250.000

Meski begitu, adapula yang menetapkan biaya premi maksimal hanya Rp5.000 per bulan.

Pengajuan Asuransi yang Tepat

Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mengajukan asuransi kartu kredit yang bisa Anda lakukan. Pertama, dengan langsung mengisi formulir ketika melakukan pengajuan kartu kredit di bank. Kedua bisa dilakukan melalui telepon call center resmi bank penerbit kartu kredit dan meminta untuk disertakan ke dalam program credit shield.

Baca juga: Cara Mencairkan Limit Kartu Kredit Jadi Pinjaman Tunai

Cara terakhir, lewat telemarketing yang biasanya akan menghubungi pemegang kartu kredit secara berkala apabila nama Anda telah terdaftar dalam sistem. Sistem ini yang paling mudah karena Anda hanya perlu melakukan persetujuan saat ditelepon.

Proses Pengajuan Klaim

klaim asuransi kartu kredit

Hanya ada satu cara untuk melakukan klaim asuransi ini, dengan cara menghubungi bagian call center penerbit kartu kredit.

Jika pemegang kartu meninggal dunia, maka pihak ahli waris wajib melakukan proses klaim dalam waktu maksimal 60-90 hari, tergantung kebijakan perusahaan penerbit kartu kredit.

Saat mengajukan klaim, ahli waris perlu melengkapi beberapa dokumen yang wajib dikirimkan ke bagian card center, di antaranya:

  1. Surat pengajuan Klaim dari Peserta/Ahli waris.
  2. Surat keterangan kematian dari kelurahan/Pamong Praja setempat atas nama Peserta.
  3. Berita acara dari kepolisian apabila meninggal dunia disebabkan karena kecelakaan lalu lintas.
  4. Surat keterangan dari Rumah Sakit/Dokter mengenai penyebab kematian yang dilegalisir atau surat keterangan kronologis kematian dari ahli waris jika meninggal secara wajar bukan di Rumah Sakit dan tanpa penanganan Dokter (jika meninggal karena sakit).
  5. Resume medis/Medical Report Ketidakmampuan Tetap dari Dokter/Rumah Sakit untuk Peserta
  6. Surat keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia setempat (apabila meninggal di luar wilayah Republik Indonesia).
  7. Fotokopi tagihan Kartu Kredit selama 2 (dua) bulan terakhir.
  8. Dokumen lain sebagaimana diperlukan Pihak Asuransi: Fotokopi Kartu Keluarga dan KTP Para Ahli Waris
  9. Fotokopi Surat Keterangan Ahli Waris disaksikan oleh Kelurahan/Pamong Praja setempat dan diketahui oleh Camat (oleh notaris jika WNI Keturunan).
  10. Fotokopi surat kuasa dari seluruh ahli waris kepada salah seorang ahli waris untuk mewakili seluruh ahli waris dalam mengurus dan menerima hasil klaim (dalam hal seluruh ahli waris tidak dapat melakukan pengurusan klaim secara bersama-sama).
Baca juga: Langkah Mudah Ajukan Klaim Reimburse Asuransi Kesehatan

Perlu atau tidaknya melindungi diri dengan asuransi kartu kredit, tentu saja tergantung pada kebutuhan dan tingkat konsumerisasi Anda. Dengan asuransi ini, setidaknya memberikan rasa aman kepada Anda dan keluarga apabila terjadi risiko yang tidak diinginkan.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama