Kartu Kredit Islamic Banking? Kenapa Tidak.

Mungkin Anda belum pernah mendengar topik ini. Atau, pernah mendengar salah satu produk perbankannya? Kali ini saya akan bahas tentang Kartu Kredit Islamic Banking, atau disingkat Kartu Kredit iB.

Di era sekarang, sebagian besar masyarakat perkotaan ingin serba cepat dan efisien. Tidak terkecuali dalam hal pembayaran. Ciri masyarakat perkotaan adalah ingin bisa melakukan pembayaran secepat dan seefisien mungkin, baik itu terhadap klien, kolega, pelanggan, maupun berkirim uang ke anggota keluarga. Penggunaan kartu sebagai alat pembayaran pun sudah tidak bisa dihindari. Mengapa? Karena memang itu salah satu alat pembayaran yang cukup diminati, juga cepat!

Penggunaan kartu, baik kartu kredit maupun kartu debit, sudah menjadi kebutuhan masyarakat modern sebagai pengganti uang. Daripada bawa uang banyak, dompet menjadi tebal, bahkan jadi tidak efisien, tentu jika dilihat banyak orang menjadi sesuatu hal yang tidak aman.

Ditambah dengan masyarakat kita yang sebagian besar muslim, bank-bank yang berbasis syariah tentu tidak ingin ketinggalan. Bank-bank tersebut menyediakan solusi untuk alat pembayaran tersebut, yaitu mengeluarkan Kartu Kredit iB.

Kartu Kredit Islamic Banking, atau sering disingkat Kartu Kredit iB, tidak memiliki perbedaan dengan kartu kredit pada umumnya. Alat pembayaran jenis ini dapat digunakan untuk berbelanja di berbagai gerai mana pun di seluruh dunia. Kartu Kredit iB juga bisa Anda gunakan untuk menarik uang tunai melalui ATM, melakukan pembayaran berbagai tagihan (listrik, air, telepon, layanan televisi berlangganan, maupun membayar kuliah anak Anda). Tidak hanya itu, kartu jenis ini bisa juga digunakan untuk membeli tiket pesawat ke mana pun Anda inginkan. Atau, membeli pulsa isi ulang seluler Anda melalui ATM.

Apa Sih yang Dimaksud Kartu Kredit iB Itu?

Oke, sebelum jauh kita bahas, mari kita simak definisi dasar Kartu Kredit iB tersebut. Mengenai kartu kredit syariah, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan fatwa dengan nomor No: 54/DSN-MUI/X/2006 mengenai penggunaan alat pembayaran jenis ini. Ketentuannya seperti ini di bawah ini.

1. Syariah Card adalah kartu yang berfungsi seperti Kartu Kredit yang hubungan hukum (berdasarkan sistem yang sudah ada) antara para pihak berdasarkan prinsip Syariah sebagaimana diatur dalam fatwa ini.

2. Para pihak sebagaimana dimaksud dalam butir a adalah pihak penerbit kartu (mushdir al-bithaqah), pemegang kartu (hamil al-bithaqah) dan penerima kartu (merchant, tajir, atau qabil al-bithaqah).

3. Membership Fee (rusum al-'udhwiyah) adalah iuran keanggotaan, termasuk perpanjangan masa keanggotaan dari pemegang kartu, sebagai imbalan izin menggunakan kartu yang pembayarannya berdasarkan kesepakatan.

4. Merchant Fee adalah fee yang diberikan oleh merchant kepada penerbit kartu sehubungan dengan transaksi yang menggunakan kartu sebagai upah/imbalan (ujrah) atas jasa perantara (samsarah), pemasaran (taswiq) dan penagihan (tahsil al-dayn);

5. Fee Penarikan Uang Tunai adalah fee atas penggunaan fasilitas untuk penarikan uang tunai (rusum sahb al-nuqud).

6. Ta'widh adalah ganti rugi terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan oleh penerbit kartu akibat keterlambatan pemegang kartu dalam membayar kewajibannya yang telah jatuh tempo.

7. Denda keterlambatan (late charge) adalah denda akibat keterlambatan pembayaran kewajiban yang akan diakui seluruhnya sebagai dana sosial.

Bagaimana dengan logo MasterCard di Kartu Kredit iB?

Tenang saja. Tidak perlu khawatir. Pemegang Kartu Kredit iB ini bisa menikmati layanan dan fasilitas yang sama mudahnya dengan pemegang kartu kredit lainnya. Ini dikarenakan Kartu iB sudah didukung oleh Master Card International. Dengan begitu, kartu ini bisa digunakan di hampir lebih dari 30 juta gerai di seluruh dunia, serta mesin ATM dengan logo Master Card atau Cirrus di negara mana pun. Contohnya adalah Bank BNI dengan produknya bernama Hasanah Card.

Alat pembayaran ini didukung 3 (tiga) jenis skema perjanjian sebagai dasar kesyariahannya. Jenis perjanjian yang dimaksud adalah; penjaminan atas transaksi dengan gerai (merchant), atau pinjaman dana atas fasilitas penarikan uang tunai, atau sewa atas jasa sistem pembayaran dan pelayanan. Untuk skema yang dipilih, bank syariah penerbit kartu mengenakan biaya (fee) kepada pemegang kartu.

Bagaimana Menetapkan Biaya (Fee) Tersebut?

Misalkan Anda melakukan transaksi dengan gerai (merchant), besaran biaya (fee) didasarkan pada nilai transaksi sehingga bersifat fluktuatif. Anda tidak usah khawatir. Meski komponen fee cukup banyak, dari sisi nominal, besaran fee yang dikenakan oleh Kartu Kredit iB lebih rendah bila dibanding suku bunga yang dikenakan di kartu kredit pada umumnya. Jadi, pengguna Kartu Kredit iB dapat menikmati banyak keuntungan dari fee yang lebih rendah tersebut, bila dibanding dengan kartu kredit lain.

Ketentuan Ta'widh dan Denda

Apakah Ada Denda?

Tentu saja ada. Ini dimaksudkan agar mendidik kedisiplinan pengguna kartu dalam hal pembayaran pelunasan. Masih menurut Dewan Syariah Nasional, penerimaan denda ini tidak untuk keuntungan bank syariah, juga tidak dimasukkan ke dalam pendapatan bank syariah. Bank syariah akan menyalurkan seluruh penerimaan denda ke sektor-sektor sosial.

Untuk ke depan, Kartu Kredit iB sangat layak untuk dijadikan salah satu alat pembayaran non-tunai. Jika Anda berminat mengajukan aplikasi Kartu Kredit iB, silakan berkunjung ke bank-bank syariah terdekat.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama