Kapan Waktu Tepat Mengajukan Kartu Kredit?

Bagi Anda yang ingin memiliki kartu kredit, sangat penting mengetahui kapan waktu tepat untuk mengajukannya. Hal ini dilakukan agar segala proses pengajuannya berjalan lancar.

Kini, kartu kredit menjadi salah satu alat pembayaran favorit bagi masyarakat. Tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi kepemilikan kartu kredit saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan penyataan dari Bank Indonesia yang memperkirakan bahwa pengguna kartu kredit di Indonesia tahun 2016 dapat mencapai 16 juta pengguna.

Ada beberapa faktor penyebab masyarakat senang menggunakan kartu kredit. Pertama, untuk mempermudah transaksi pembayaran. Tanpa perlu membawa uang tunai ke mana-mana, pemilik kartu kredit bisa melakukan transaksi pembayaran.

Alasan kedua, teknologi yang berubah membuat pola hidup pun berubah. Saat ini, dalam transaksi pembayaran tertentu, hanya bisa dilakukan menggunakan kartu kredit. Misalnya jika ingin mendapat fasilitas cicilan, maka itu hanya bisa diwujudkan bila transaksi menggunakan kartu kredit.

Ketiga adalah banyaknya promo yang diluncurkan oleh bank penerbit kartu kredit. Kartu kredit layaknya bekerja sama dengan berbagai merchant untuk menawarkan promosi menarik, mulai dari restoran, tempat belanja, hotel, dan masih banyak lagi. Tentu hal ini menguntungkan bagi para pengguna kartu kredit.

Nah, bagi Anda yang belum memiliki kartu kredit dan ingin segera mengajukannya, ada baiknya mengetahui kapan waktu tepat untuk mengajukannya. Hal ini dilakukan agar segala proses pengajuan berjalan lancar dan penggunaan kartu kredit ke depannya pun bisa sesuai dengan kebutuhan.

1. Saat Memiliki Pekerjaan Tetap

Sebelum mengajukan kartu kredit, pastikan bahwa Anda sudah memiliki pekerjaan tetap yang bisa memberikan penghasilan tetap. Pemohon minimal adalah pegawai tetap dan sudah bekerja selama setahun.

Dengan begitu, Anda tidak akan pusing lagi apabila ada tagihan yang perlu dilunasi ketika telah menggunakan kartu kredit.

Baca juga: 5 Cara Cerdas Untuk Menyiasati Tagihan Kartu Kredit

Berbicara mengenai penghasilan tetap, Anda juga perlu melampirkan slip gaji saat mengajukan kartu kredit. Karena dari penghasilan yang tertera dalam slip gaji, bisa membuat analis bank penerbit kartu kredit mempertimbangkan bahwa seseorang bisa disetujui atau tidak pengajuannya.

Lantas, bagaimana jika seorang wiraswasta? Anda tetap bisa mengajukan kartu kredit. Caranya adalah dengan melampirkan bukti keterangan penghasilan berupa SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).

2. Kondisi Keuangan Stabil

Sebelum mengajukankartu kredit, ada baiknya Anda memastikan bahwa kondisi keuangan dalam keadaan stabil. Ini dilakukan agar Anda mengetahui berapa limit kartu kredit yang akan diajukan.

Untuk limit, biasanya bank penerbit kartu kredit memberikan maksimal 30% dari total gaji bulanan Anda.

Setiap bank memiliki persyaratan berbeda-beda mengenai batasan penghasilan untuk mengajukan permohonan. Semua itu tergantung dari jenis kartu kredit yang dipilih, apakah Silver, Gold, Platinum, atau lainnya. Semakin tinggi jenis kartu kredit, maka syarat penghasilan juga semakin tinggi.

3. Rasio Kredit Tidak Lebih dari 30%

Seperti dijelaskan dalam poin kedua, bahwa bank penerbit kartu kredit biasanya memberikan limit maksimal 30% dari total gaji bulanan Anda. Itu berarti, rasio total utang atau kredit yang dapat dibayarkan sebaiknya tidak melebihi 30% dari penghasilan bersih setiap bulannya.

Bisa dikatakan, rasio kredit adalah perbandingan jumlah pinjaman dengan jumlah pendapatan yang Anda miliki. Rasio ini juga bisa memberi gambaran kondisi keuangan. Lantas, bagaimana cara menghitung rasio kredit?

Saat Anda menerima penghasilan bulanan, maka jumlahkanlah semua uang tersebut. Lalu, bagi jumlah pengeluaran tiap bulan dengan penghasilan bersih (setelah dipotong pajak penghasilan). Berikut adalah contohnya.

Cara menghitung rasio hutang (debt ratio)

Total Pendapatan:Rp10 juta
Total Pengeluaran:Rp3.5 juta
Sewa rumah:Rp1.5 juta
Belanja rumah tangga:Rp1.5 juta
Biaya listrik dan air:Rp500 ribu
Rasio hutang

= Total Pengeluaran / Total Pendapatan
= Rp3.5 juta / Rp10 juta
:35%
Itulah waktu yang tepat untuk mengajukan kartu kredit. Ketika pengajuan kartu kredit sudah diterima, maka gunakanlah kartu kredit secara bijak agar terhindar dari tagihan membengkak.
Baca juga: 4 Tanda Penggunaan Kartu Kredit yang Tidak Wajar

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • Arief Nugraha

    saya pemgusaha mantan karyawan dari perusahaan besar. Ketika kerja punya 5 kartu kredit tapi lima thn yg lalu saya tutup semua. Sekarang mau mengajukan lagi kartu kredit, tapi kenapa selalu ada pertanyaan apakah saat ini bpk punya kertu kredit. Ketika saya jawab tdk langsung pengajuan kartu kredit dibatalkan. Padahal tujuan saya punya kartu kredit hanya utk alat pembayaran dan bukan utk mengutang.

    Reply