Inilah Ciri Orang yang Tepat Gunakan Kartu Kredit Tambahan

Salah satu fasilitas dari bank penerbit kartu kredit adalah adanya kartu kredit tambahan. Lantas, siapakah yang sebenarnya berhak mendapat kartu kredit tambahan?

Kartu kredit sudah menjadi gaya hidup, terutama bagi masyarakat perkotaan. Manfaat serta kegunaannya banyak membuat orang tertarik untuk memilikinya.

Misalnya saja untuk ‘dana darurat’, adanya program menguntungkan seperti cashback, point reward, cicilan ringan, dan masih banyak lagi.

Manfaat tersebut tentu ditunjang dengan berbagai fasilitas. Salah satunya adalah program kartu kredit tambahan. Kartu kredit tambahan merupakan fasilitas yang diberikan oleh bank penerbit kartu kredit kepada nasabahnya. Dimana, nasabah bisa membuat kartu tambahan untuk orang lain.

Sebelum memutuskan untuk mengambil kartu kredit tambahan, Anda mesti memastikan siapa yang akan menggunakannya. Setelah itu, Anda harus menekankan apa saja yang diperbolehkan dan tidak bagi pemegang kartu tambahan tersebut.

Kartu kredit tambahan bisa diberikan kepada orang yang kondisinya tidak memungkinkan untuk memiliki kartu kredit utama, misal tidak lagi produktif/berpenghasilan tetap. Lantas, siapa sajakah orang yang tepat untuk menggunakan kartu kredit tambahan?

Orang Terdekat

Kartu tambahan dapat diberikan kepada anggota keluarga seperti suami/istri, anak, atau orangtua. Biasanya, satu kartu utama maksimal hanya bisa memiliki 3 kartu tambahan.

Misal, sang istri Anda daftarkan sebagai pemegang kartu kredit tambahan. Maka, Anda harus memastikan kalau kartu tersebut hanya boleh digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti membeli kebutuhan belanja sehari-hari, membayar tagihan-tagihan, dan lain sebagainya.

Jika kartu kredit tambahan untuk anak, maka tekankan kalau kartu tersebut hanya boleh digunakan untuk kebutuhan membeli keperluan sekolah, misal buku pelajaran, alat-alat praktikum, dan lain sebagainya.

Orang yang Bertanggung Jawab

Selain itu, pengguna kartu kredit tambahan juga perlu memiliki rasa tanggung jawab. Sebab, setiap transaksinya akan ditagihkan kepada pemilik kartu kredit utama. Hal ini terjadi bila pengguna kartu kredit tambahan tidak memiliki penghasilan sendiri.

Akan tetapi, bila pemegang kartu kredit tambahan memiliki penghasilan sendiri, maka Anda bisa memintanya untuk membayar tagihannya.

Usia Minimal 17 Tahun dan Maksimal 65 Tahun

Pada umumnya, pihak bank penerbit kartu kredit mewajibkan usia pemegang kartu kredit minimal 21 tahun. Namun dengan adanya fasilitas kartu kredit tambahan, hal tersebut tidak jadi masalah lagi karena kartu kredit tambahan dapat diterbitkan bagi mereka yang telah berusia 17 tahun.

Biasanya, hal ini dilakukan oleh para orangtua yang ingin memberi kemudahan atau membiasakan anak-anak mereka mengatur pengeluaran sendiri dengan menggunakan fasilitas kartu kredit tambahan.

Selain itu, kartu kredit tambahan juga diperuntukkan bagi orang-orang berusia senja (maksimal 65 tahun), tapi masih memiliki berbagai macam kesibukan yang membutuhkan kemudahan pembayaran dengan kartu kredit.

Syarat Mengajukan Kartu Kredit Tambahan

Jika ingin membuatkan kartu kredit tambahan, maka Anda wajib mengisi kolom ‘kartu tambahan’ dalam formulir aplikasi kartu kredit. Jangan lupa melampirkan fotokopi KTP orang yang ingin Anda buatkan kartu tambahan. Kolom yang perlu diisi adalah sebagai berikut.

  • Nama lengkap
  • Tanggal lahir
  • Nomor telepon/hp
  • Hubungan Anda dengan orang tersebut
  • Nama gadis ibu kandung orang tersebut
  • Tanda tangan orang tersebut

Perhitungan Dana Kartu Kredit Tambahan

Setiap bank punya kebijakan berbeda-beda.Namun biasanya, dana kartu tambahan merupakan akumulasi total dana dari kartu kredit utama.

Misal, limit kartu kredit utama Anda disetujui Rp 100 juta dan Anda membuatkan kartu tambahan untuk istri, maka 2 kartu tersebut (kartu kredit utama dan kartu kredit tambahan) total dananya adalah Rp 100 juta.

Jika istri Anda sudah menggunakan limit Rp 50 juta untuk berbelanja, sisanya Rp 50 juta untuk Anda berdua. Dengan kata lain, total pagu kredit limit dipergunakan berdua.

Namun, ada beberapa bank memberikan hak/opsi untuk menentukan besarnya limit kartu kredit tambahan dari total limit kartu utama.

Misalnya, limit kartu disetujui Rp 50 juta dan Anda ingin membuatkan kartu tambahan untuk orangtua. Anda bisa meminta bank mematok limit kartu tambahan Rp 10 juta, dengan demikian maksimal dana yang bisa dipergunakan oleh orangtua Anda adalah Rp 10 juta.

Namun sebaliknya, limit maksimal yang bisa Anda gunakan adalah Rp 50 juta. Kalau Anda sudah menggunakan Rp 50 juta, maka orangtua Anda tidak bisa menggunakan kartunya lagi.

Menggunakan kartu kredit, baik itu kartu kredit utama ataupun tambahan membutuhkan tanggung jawab dari pemiliknya masing-masing. Hal ini akan mencegah tagihan membengkak di akhir bulan karena penggunaan kartu kredit secara sembarangan.

Baca juga: 5 Hal Penting Sebelum Menggunakan Kartu Kredit Tambahan

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama