Ini Tanda Anda Kebanyakan Kartu Kredit

Kartu kredit memang menawarkan berbagai kemudahan dalam bertransaksi. Namun, bila terlalu banyak dimiliki, bukan kenyamanan yang didapat, namun malah kesulitan.

  1. lupa tagihan utang
  2. selalu telat bayar tagihan utang
  3. susah mendapat pinjaman lain
  4. sulit menabung

Dalam bertransaksi, penggunaan kartu kredit sudah sangat lumrah dilakukan. Tidak percaya? Coba saja datang ke mal-mal dan lihat orang yang membayar belanjaannya, tidak sedikit orang yang menggunakan alat itu.

Cara membuatnya juga cukup mudah, sebab Anda hanya perlu datang ke bank dan bertemu dengan customer service untuk melakukan pendaftaran. Setelah itu mereka akan melakukan survei dan memprosesnya dalam beberapa hari sebelum akhirnya bisa digunakan.

Selain datang langsung ke bank, Anda terkadang juga bisa menemukan penawaran produk keuangan ini di mal-mal. Simpel bukan? Namun siapa sangka instrumen dalam transaksi ini ternyata juga mampu memberikan masalah besar bagi para penggunanya.

Contoh Kartu Kredit

Alasannya karena terlalu mudah dibuat, banyak orang yang memiliki alat ini lebih dari satu, bahkan hingga belasan. Lalu, di mana letak permasalahannya? Sebab, pada dasarnya, bila membayar dengan menggunakan kartu kredit, maka yang terjadi adalah Anda sudah berutang kepada pihak bank.

Bila memiliki banyak, bisa tidak menanggung seluruh tagihan utang itu? Memang, peraturan pemerintah mengenai instrumen keuangan ini menyebutkan bahwa pemegang alat ini maksimal hanya boleh dari dua penerbit saja. Sayangnya, kebijakan tersebut tidak membatasi jumlah kepemilikan seseorang.

Dengan begitu, Anda bisa membayangkan ada berapa banyak orang yang memiliki alat ini lebih dari dua. Pertanyaannya, sama seperti di atas, kira-kira mampukah mereka melunasi tagihan utangnya?

Karena itu, batasi jumlah kartu kredit dengan mengetahui tanda-tanda bahwa Anda sudah berlebihan memilikinya.

1. Lupa tagihan utang

Ibarat orang yang memiliki terlalu banyak anak dan lupa masing-masing namanya. Bila mempunyainya secara berlebihan, ia biasanya akan lupa tagihan utangnya.

Terkadang, bank sering memberikan tawaran atau promo khusus bila nasabahnya memiliki satu akun tambahan. Karena itu, alat ini sering tidak digunakan dan menganggur begitu saja.

Bila suatu saat dipakai, maka Anda sering lupa kalau sudah menggunakannya. Karena itu, catatlah setiap transaksi yang dilakukan dengan alat ini agar semua tagihan mampu dipersiakpkan dengan baik.

2. Selalu telat bayar tagihan utang

Bila sudah lupa, biasanya Anda sering terlambat membayar tagihan karena telat mengingatnya. Sebagai contoh, bila mempunyai 10 kartu kredit dan seluruhnya digunakan, maka Anda sudah memiliki 10 utang berbeda.

Masalahnya, surat tagihan akan memiliki tanggal jatuh tempo yang berbeda-beda pula, itulah yang sering membuat orang lupa atau bingung mengatur keuangannya sendiri.

Ingat, mengatur finansial untuk satu produk ini saja terkadang sudah sulit, bagaimana kalau 10.

3. Susah mendapat pinjaman lain

Awas, Kredit Bisa Menjebak Siapa Saja!

Jangan lupa, salah satu alasan bank menolak pengajuan pinjaman adalah karena si calon debitur memiliki terlalu banyak produk ini. Sebab, meskipun catatan pelunasan tagihan yang bagus, namun bisa saja pihak bank menganggap jumlah utang yang harus ditanggung sudah terlalu besar.

Bila harus membayar tagihan kartu yang begitu banyak, lalu mau berutang lagi, apa keuangan Anda tidak akan kacau? Karena itu, bank sering tidak mau ambil risiko karena bisa mengakibatkan kredit macet.

4. Sulit menabung

Bagaimana mau menabung kalau semua uang hasil pendapatan Anda harus digunakan untuk membayar tagihan utang yang begitu banyak.

Bila memiliki kartu kredit banyak dan hanya menabung tidak sampai 10 persen dari pendapatan bulanan. Maka mungkin finansial Anda sudah tidak dalam keadaan sehat.

Sah-sah saja bila Anda ingin memiliki produk bank ini dalam jumlah banyak, namun hal itu harus disesuaikan dengan kebutuhan dan jangan sampai menyulitkan kondisi finansial diri sendiri.

Alat ini bisa sangat berguna dan mampu membuat Anda menderita akibat utang yang menggunung.Karena itu, ketahui kebutuhan Anda dan batasi kepemilikan kartu kredit hanya untuk kegiatan yang diutamakan saja ya.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama