Hubungan Laporan Kredit Dengan Pengajuan Kartu Kredit

Sebelum menyetujui aplikasi kartu kredit, bank terlebih dulu harus melihat laporan kredit Anda. Apa sih hubungan keduanya? Yuk simak artikel ini.

Pernahkah Anda mengajukan aplikasi kartu kredit, namun ditolak oleh bank? Jika ya, apakah Anda tahu penyebabnya? Karena dokumen yang tidak lengkap, gaji tidak cukup, atau karena laporan kredit yang buruk?

Ya, siapa bilang kalau pinjaman Anda hanya dicatat oleh bank saja. Ternyata Bank Indonesia (BI) juga memiliki kewenangan untuk menilai kredit. Karena itu, bagi mereka yang pernah ditolak oleh lembaga keuangan saat mengajukan aplikasi pinjaman, alasan umum penolakannya adalah laporan kredit yang buruk.

Karena itu, adalah hal yang penting untuk mempertahankan nilai kredit agar tetap baik. Namun, hal inilah yang sering dilupakan oleh orang-orang. Padahal, kalau sudah begitu, Anda juga yang akan kesulitan ke depannya.

Mengenal Laporan Kredit BI

Bagi Anda yang belum mengetahuinya, saat ini Bank Indonesia (BI) memiliki database laporan kredit bernama Sistem Informasi Debitur (SID).yang bisa diakses secara komputerisasi. Isinya jelas, yaitu skor-skor kredit dari nasabah bank serta identitas debitur, fasilitas kredit yang diterima, Nilai, tunggakan, penggunaan, status dan jangka waktu kredit, agunan atau jaminan, dan kolektabilitas.

Hingga tahun lalu, SID telah menyimpan informasi kredit dari 74,379,000 debitur di Indonesia. Di mana sistem ini menyimpan tanggal kredit dari banyak lembaga keuangan dan menghasilkan laporan kredit perorangan. Data ini sendiri tersedia bagi lembaga keuangan seperti bank, individu dan juga perusahaan (berdasarkan permintaan). Jadi, siapapun yang melakukan kredit saat ini pasti dicatat di sana.

Bagaimana Pengaruh Laporan Kredit Terhadap Anda?

Tentu saja, tidak ada satu pun bank atau lembaga keuangan resmi yang mau memberikan pinjaman secara sembarangan. Di mana, laporan kredit BI lah yang akan menunjukkan kemampuan Anda melunasi hutang sebelum bank menyetujui aplikasi pinjaman. Karena itu, sebelum memberikan dananya kepada nasabah, pastinya bank harus mengakses laporan kredit Anda terlebih dulu. Setelah itu, baru kemudian informasi secara tertulis bahwa aplikasi Anda akan disetujui atau tidak.

Prosesnya sudah selesai? Belum. Sebab bank masih harus mengirim informasi kepada Biro Informasi Kredit secara rinci dalam bentuk formulir laporan kredit. Nantinya, referensi pada laporan kredit akan dibuat oleh lembaga keuangan dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh informasi terbaru mengenai si peminjam.

Pertanyaannya, apakah laporan kredit ini kredibel? Tentu saha, sebab informasi yang dimuat seluruhnya bersifat fakta, sesuai historis. Selain itu, pastinya Biro Informasi Kredit tentu tidak akan memberi rekomendasi atau opini berdasarkan laporan dari lembaga keuangan dengan cara apa pun.

Kebijakan Bank Menyikapi Laporan Kredit

Bank-bank sendiri memiliki kebijakan yang berbeda-beda mengenai proses persetujuan pinjaman atau kartu kredit. Di mana, mereka biasanya memberikan pengetatan yang berbeda pada rincian informasi dalam laporan kredit ini. Meskipun begitu, dengan adanya skor kredit ini, bank sudah bisa mengevaluasi nilai risiko yang bisa ditimbulkan kalau mereka memberikan dana pada pihak tersebut berdasarkan informasi yang sudah ada.

Tidak cuma itu, informasi yang tersimpan dalam SID juga sudah mencakup aplikasi pinjaman baru. Karena itu, bisa dibilang bank sudah sangat mengetahui berapa banyak lembaga keuangan yang sudah Anda datangi sebelum mengajukan aplikasi pada mereka. Hal ini sebenarnya tidak mempengaruhi skor kredit Anda, tapi bisa memberikan sinyal negatif kepada sebagian bank kalau aplikasi yang diajukan selalu ditolak.

Menghindari Laporan Kredit Buruk

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar Anda memiliki catatan kredit yang baik. Apa saja? Ini dia:

1. Miliki pekerjaan, karena dengan mempunyai aliran pendapatan yang stabil, hal itu akan menunjukkan kemampuan Anda untuk membayar pinjaman secara tepat waktu.

2. Jangan terlalu banyak memiliki kartu kredit. Karena bila itu terjadi, Anda akan sulit mempertahankan catatan pembayaran yang baik. Batasi jumlah kepemilikannya, lalu atur pembayaran seluruh saldo hutang secara rapi. Anda juga bisa memanfaatkan fitur pembayaran utang dalam satu kartu yang ditawarkan beberapa bank.

3. Bayar utang tepat waktu, karena catatan pembayaran cicilan Anda merupakan faktor utama evaluasi risiko dari bank terhadap calon nasabah. Jangan sampai menunda-nunda pembayaran utang karena hal tersebut akan mempengaruhi aplikasi kartu kredit atau pinjaman pribadi Anda di masa depan nanti.

4. Perbaiki manajemen pembayaran utang, di mana pinjamlah dana sesuai dengan kapasitas keuangan Anda. Karena laporan kredit BI mencakup seluruh pinjaman aktif, jadi bank sudah mengetahui jumlah hutang cicilan Anda di tempat lain. Jika Anda telah menggunakan seluruh kapasitas meminjam Anda, kemungkinan besar pengajuan pinjaman Anda akan ditolak.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama