Hati-Hati, Mungkin Anda Kecanduan Kartu kredit

Sering menggesek kartu kredit ketika berbelanja? Sebaiknya berhati-hati, mungkin Anda sudah terjangkit kecanduan kartu kredit.

  1. tidak bisa membayar tagihan
  2. tidak terbuka
  3. masa bodoh
  4. tidak cukup satu kartu
  5. tidak berhenti menggesek kartu
  6. selalu membayar minimum'tidak punya tabungan

Mungkin Anda sudah sering mendengar kata kecanduan alkohol, kecanduan narkoba, kecanduan seks, dan sebagainya. Namun, pernahkan mendengar kecanduan kartu kredit?

Ya, kecanduan kartu kredit, maksud dari kata tersebut bukanlah suka memakan produk keuangan tersebut. Tetapi salah satu penyakit keuangan yang membuat seseorang tidak bisa berhenti menggunakan kartu kreditnya ketika bertransaksi.

Memang, kartu kredit berfungsi sebagai salah satu produk keuangan yang memberikan banyak kemudahan bagi para penggunanya. Namun penggunaan alat pembayaran itu seringkali disalahgunakan oleh pemiliknya yang kemudian membuat penyakit bagi kondisi finalsialnya sendiri.

Sebenarnya, apa saja sih gejala penyakit ini, berikut ulasannya:

Menggunakan Kartu Kredit

1. Tidak berhenti menggesek kartu kredit

Ya, ini adalah gejala paling terasa ketika mengalami kecanduan kartu kredit. Anda tidak bisa berhenti menggesek kartu kredit setiap kali bertransaksi saat berbelanja, hangout di kafe atau restoran, membeli smartphone, dan sebagainya.

2. Masa bodoh

Maksudnya adalah berakting seakan-akan tidak memiliki tagihan hutang kartu kredit. Padahal ketika menggunakan produk keuangan itu, berarti Anda sudah berhutang kepada bank.

Meskipun tidak mempedulikannya, suatu saat nanti hutang tersebut akan semakin menggunung dan bisa membuat posisi Anda semakin sulit.

3. Tidak terbuka

Ini adalah akibat dari sikap masa bodoh, akibat hutang yang semakin menggunung, biasanya seseorang akan sulit mengakui hal tersebut pada orang terdekatnya.

4. Selalu membayar minimum

Artinya adalah Anda selalu membayar tagihan kartu kredit dengan model minimum payment. Seringkali seseorang lebih memilih membayar hutangnya itu dengan jumlah minimum, sebab banyak diantara mereka yang sedang mengalami krisis likuiditas atau tidak memiliki banyak uang kontan.

Karena itu, sebaiknya bayar tagihan kartu kredit secara lunas dan hindari minimum payment agar tidak terus terlilit hutang ya.

5. Tidak cukup satu kartu saja

Bagi orang yang memiliki harta banyak mungkin tidak menjadi masalah. Namun bagi yang memiliki keuangan rendah, melakukan hal ini ibarat menambah jebakan keuangan dalam hidupnya. Bagaimana tidak, punya satu kartu kredit saja sudah sulit untuk membayar lunas tagihan, sudah mau punya lagi.

Karena itu, jangan mudah termakan penawaran marketing bank yang menawarkan kartu kredit baru di mal, bioskop, dan tempat umum lain ya.

Jebakan Karti Kredit

6. Tidak punya tabungan

Bagaimana mau menabung, kalau semua uang Anda digunakan untuk membayar tagihan kartu kredit? Bahkan, gara-gara ketagihan menggunakannya, mungkin uang yang sudah ditabung sebelumnya sudah ludes untuk membayar hutang.

7. Tidak bisa membayar tagihan

Ingat, bila menggunakan kartu kredit ketika bertransaksi, maka saat itu juga kita berhutang kepada bank. Jangan buat diri Anda sulit karena menggunakan kartu kredit secara berlebihan, namun tidak bisa membayar tagihannya.

Banyak orang yang sampai menghalalkan berbagai cara hanya untuk membayar tagihan kartu kreditnya. Salah satunya dengan cara gali lobang tutup lobang, yaitu melunasi hutang dengan menggunakan hutang baru. Gawat bukan?

Memang, permasalahan mengenai penggunaan kartu kredit secara berlebihan sudah diantisipasi oleh Bank Indonesia dengan membuat peraturan mengenai pembatasan kepemilikannya. Namun rasanya hal itu masih belum cukup, karena ujung-ujungnya keberhasilan kebijakan itu tergantung pada masyarakatnya sendiri.

Bagi Anda yang sudah mengalami gejala atau menderita kecanduan kartu kredit, ayo, akui kesalahan dan mulailah berubah. Jangan persulit hidup hanya karena permasalahan yang sebenarnya bisa dihindari ini.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama